Sunday, April 17, 2016

Survey Playgroup Area Rawamangun dan Pilihan Sekolah

Ketika saya mulai menjadi Full Time Stay At Home mom, saya mulai mencari aktifitas untuk Amira.
Papa amira pun mulai menyuruh untuk menyekolahkan Amira. Saya sebenarnya sudah survey beberapa daycare yang ada sekolahnya, ketika waktu itu ada waktu 2 minggu dimana Amira tidak ada yang jaga, jadi saya sudah punya bayangan juga. Namun ketika mau mencari playgroup saya mulai mencari lebih serius lagi.

Berikut hasil survey saya :
1. Papa amira mau menyekolahkan di At Taqwa yang lokasi di seberang lapangan golf, karena kebetulan keponakan kami dua orang bersekolah disitu, namun sayang amira belum bisa masuk tahun ajaran 2016/2017 ini karena persyaratan mereka harus sudah 3 tahun bulan Juli 2016, sedangkan Amira baru 3 tahun bulan November nanti. Untuk biaya sekitar 7-8 juta dengan bulanan sekitar 600rb.

2. Saya juga sudah lihat Kindy di area UNJ satu lokasi dengan Kantin Kebun, lokasi di halaman rumah dosen UI. Rumahnya Asri, namun lokasi terlalu croweded banyak orang lalu lalang dan parkiran susah karena harus bareng dengan kampus UNJ. Disini bisa masuk sewaktu-waktu. Biaya sekitar 5-6 juta.

3. Saya juga survey ke Muhammadiyah Rawamangun tapi sama dengan At Taqwa umur tidak mencukupi. Dan biayanya pun sekitar 8-10 juta.

4. Mentari Intelegensia - Ex Tumbletots - Jl. Balaipustaka. Ini untuk anak dibawah 3 tahun masih harus didampingi masuk kelas running dan memang kurikulum lebih ke motorik kasar. Biaya pendaftaran 1.750.000 dan pilihan seminggu sekali Rp. 400.000, 2x seminggu Rp. 500.000 dan 3x seminggu Rp. 600.000.  Jika sudah lebih dari 3 tahun baru masuk kelas Play Group. Bisa trial jika mau.

5. Taman Bermain Rodin - Jl. Alu-alu - Ex Sanggar Bona. Pertama survey dulu bulan november sih tampak kumuh karena di Rumah, tapi pas bulan maren saya kesana lagi sudah bagusan karena sudah di cat. Kurikulum juga montesorri alias bermain terus. Masuk kelas 3x seminggu dan hanya 2 jam 15 menit, dari jam 8.00 hingga 10.30. Biaya sekitar Rp. 5 juta dan bulanan Rp. 560rb. Bisa trial jika mau.

6. RA Babbusalam - Jl. Cipinang baru, Mesjid Babusalam. Ini lokasi di bawah mesjid, aga gelap tapi murah meriah menurut saya. Biaya bulanan hanya Rp. 60.000. Area bermain di halaman mesjid.

Dalam memilih sekolah sebenenarnya saya belum mau sekolah yang masif seperti At Taqwa, Al Azhar, Muhammadiyah, Tadika Puri. Saya maunya amira nyaman dan intimate dengan gurunya. Selain itu belum mau mahal-mahal dulu karena masih playgroup yang mana pasti banyak bolosnya.
Akhirnya saya trial di Taman Bermain Rodin dan Amira pun suka langsung. Dan saya pun memilih Taman Bermain Rodin sebagai tempat bermain Amira sekarang.  Adapun jadwal di sekolah bermain motorik kasar, motorik halus tempel/mewarnai/dll, makan dan pulang.

Saya juga memantapkan pilihan disini karena 2 orang teman saya merekomendasikan tempat ini dan kepala sekolah At Taqwa pun merekomendasikan untuk sekolah disitu.  Selain itu lokasi juga tidak macet dan aman untuk naik sepeda.  Rencana saya sih akan cari TK serius jika sudah saatnya TK besar nanti. Saya sih menaksir TK Nabawi.

Note : Foto-foto di Taman Bermain Rodin menyusul

Sudocream - Cream untuk ruam popok, gatal alergi pada bayi

Cream ini saya kasih bintang 5. Sempurna. 

Sebagai ibu baru, ketika anaknya ruam popok pasti dong khawatir banget. Saya sudah coba berbagai cream dari yang mahal sebamed hingga switsal popok, tapi ruam popok ketika amira bayi tidak juga sembuh. Ruam popok amira pada selangkangan pahanya. Jadi hingga amira umur hampir 6 bulan selalu ruam merah selangkangan pahanya. 

Waktu itu saya direkomendasikan oleh teman untuk coba sudocream katanya ampuh, hanya ada di Mothercare Indonesia. Alhamdulillah setelah dipakaikan ke amira ruam popok langsung kering setelah 2-3 hari pemakaian. 

sumber : google


Sudocream ini juga dipakai untuk lengan amira yang sering gatal karena alergi kalau keringetan. Selain itu orang dewasa juga bisa pakai kalau lecet atau gatal karena karet atau pas lipatan. Saya, suami dan kakak saya pun pakai cream ini. 

Harga cream ini Rp. 119.000 dengan kemasan 125g. Value for money. Walaupun menurut saya kemasan ini terlalu besar. Saya selalu kasih rekomendasi ke teman saya dan biasanya saya suka kasih sedikit di pot kecil, kalau cocok jadi bisa beli sendiri ke mothercare. Karena rasanya sayang kalau sudah beli ternyata tidak cocok. Tapi dari semua teman yang saya kasih, mereka semua cocok. 

Jadi kalau ada gatal-gatal atau ruam2, sudocream lah penyelamatnya.  :)

Friday, March 25, 2016

Ketika memilih menjadi "Stay at home" Mom

Kalau kata orang menikah itu akan merubah kehidupan, menurut saya hamil dan memiliki anak lah yang sangat merubah kehidupan. Waktu masih berdua saja dengan suami rasa masih sama hanya penyesuaian sedikit saja karena kami termasuk sama-sama independent.

Kehidupan saat kehamilan mulai berubah apalagi saya termasuk yang mabok berat ketika hamil. Kehadirnya Amira lah yang merubah semuanya. Kehidupan saya sepertinya sudah untuk Amira. Saya memutuskan untuk berhenti berkarir pada akhir November 2015. Beberapa orang menyayangkan keputusan saya, seperti WA mantan bos saya ketika mengetahui pilihan saya bilang “Ga sayang yan? Kan kamu pintar?” tapi Alhamdulillah keluarga inti saya mendukung keputusan ini.

Memang menjelang resign ada ketakutan tidak punya uang sendiri seperti saat bekerja yang punya uang berlebih untuk ini itu. Tapi saya yakin rejeki itu akan datang dari arah yang tak terduga. Saya  hanya memantapkan hati untuk Lillahi Ta’ala mengurus anak dan keluarga. Idealnya sih punya usaha tapi saya belum kepikiran mau usaha apa. 

Sistem pendukung alias asisten rumah tangga memang berperan penting. Tidak adanya orang untuk mengasuh anak saya ketika saya kerja yang memicu saya untuk berhenti. Suster yang sudah cocok dengan Amira memutuskan menikah dan lalu hamil sehingga dia minta berhenti setelah lebaran 2015. Setelah itu lah Amira gonta ganti pengasuh. Selain itu ibu saya kecelakaan jatuh sehingga kakak saya harus menjaga ibu saya dan saya harus pindah ke rumah sendiri yang sebelumnya saya tinggal bersama ibu dan kakak-kakak saya.  Saya tidak percaya dengan pengasuh baru kalau nanti tinggal di rumah sendiri dan amira tanpa pengawasan orang terpercaya.

Situasi kantor juga menjadi pemicu, kantor ganti management. Dimana management sebelumnya sangat friendly dengan ibu pekerja, sedangkan baru tidak.  Bos baru juga demanding sekali. Jadilah saya membulatkan tekad untuk menjadi Ibu Rumah Tangga.

Alhamdulillah sudah 4 bulan saya di “rumah” saja. Rata-rata teman saya tanya bagaimana kondisi saya apakah bosan atau tidak? Alhamdulillah di rumah saja itu juga pembelajaran hidup baru untuk saya yang selama ini selalu “melala” dan tidak betah kalau dirumah saja. Saya belajar menikmati kehidupan sekarang,  belajar menghandle tantrum amira, belajar bermain dengan amira, belajar masak, belajar menata rumah.

Memang sekarang Amira jadi “lengket” banget dengan saya. Kadang saya mandi pun ditangisi didepan pintu, saya pipis dan pup pun minta pangku. Sampai sekarang pun mau disapih susah sekali karena maunya saya “weaning with love”.

Ada juga teman saya yang bertanya ada rencana untuk bekerja lagi ga? Mmm untuk sementara ini sih belum ada niatan. Kalau pun iya kerja lagi, lokasi kerja serta posisi menentukan. Area rawamangun, pulogadung atau kelapa gading masih bisa di pertimbangkan dan harus flexi hour atau partimer. Yang pasti sudah tidak bisa lagi masuk jam 8 pagi hehehe.

Menjadi ibu pekerja atau ibu “stay at home” itu memang pilihan dan tergantung situasi kehidupan masing-masing. Tidak perlu menghakimi mana yang lebih baik. Karena semua ibu ingin memberikan terbaik untuk anaknya. 

Friday, October 23, 2015

Tips traveling dengan anak bayi

Saya alhamdulillah sudah beberapa kali jalan2 jauh dengan amira. Dari yang naik mobil hingga naik pesawat. 
Beberapa tips untuk traveling dengan anak bayi/ anak dibawah 2 tahun. 

  1. Siapkan semua kebutuhan dalam koper dan juga dalam diapers bag.
  2. Pakaikan pakaian yang nyaman dan sepatu/sendal yang nyaman. 
  3. Kebetulan amira ASI jadi saya tidak repot dengan susu, tapi lately saya suka bawa susu ultra mimi.
  4. Stroler : jika naik mobil saya bawa tapi kalau naik pesawat saya tidak bawa. 
  5. Makanan : dulu waktu dibawah 1 tahun saya bawa makanan khusus, tapi setelah 1 tahun tidak lagi, karena sudah bisa ikutan makanan dewasa non pedas. Amira sudah bisa makan nasi dan lauk pauk dewasa dari umur 9/10 bulan.
  6. Selalu bawa tempat makan kosong untuk ngebekal breakfast dari hotel. 
  7. Selalu bawa tempat minum, walaupun belakangan ini amira sudah bisa minum dari botol aqua. 
  8. Kalau saya selalu bawa diapers dari rumah. Hitung jumlah pemakaiannya, kalau kurang bisa beli di tempat liburan. 
  9. Jumlah pakaian dihitung berdasarkan kebutuhan lama menginap/traveling serta di spare 2-3 pasang lagi. Karena adakalanya anak mabuk perjalanan atau keringetan sekali. 
  10. Bawa spare lebih baju untuk mama/papa nya, kadang amira mabuk perjalanan sehingga muntah dibaju saya. 

Selamat jalan-jalan moms

Sumatera Barat Trip

Yeay liburan lagi.. Liburan kali ini kita ke Sumatera Barat alias Padang. Tujuan liburan kali ini adalah menghadiri Pamuntingan Datuk keluarga Papa Nul. Anggota yang pergi kali ini 2 keluarga, keluarga saya dan ipar saya (adik suami).
Berhubung ini pertama kali keponakan saya ke Padang jadi trip kali ini penuh dengan mengunjungi tempat wisata.

Rabu, 14 Oktober 2015
Kita berangkat dengan citilink pesawat jam 8.15 pagi namun delay karena pemandangan terbatas. Delay sekitar 1.5 jam. Kita baru boarding sekitar jam 9.30. Kita sampai jam 11.30 di bandara minangkabau. 


 Tujuan hari ini adalah Payakumbuh-Bukit Tinggi

Full team di Kampung Koto Kociak

Kita makan siang di Lamun Ombak, snacking di Sate Mak Syukur. Sampai di Kampung Koto Kociak Payakumbuh jam 5 sore. Makan masakan uni nila yang enaknya luar biasa sampai lupa foto hehehe. Kita beranjak dari kampung jam 19.30 malam dan snacking lagi di Sate Malin Dangung Dangung. 

Sampai di Bukit Tinggi di Hotel Treeli. Hotelnya nyaman dan bersih. Hotel ini termasuk Budget Hotel/Business Hotel. 

Kamis, 14 Oktober 2015
Kita berangkat dari hotel sekitar jam 9.30 dengan tujuan utama hari ini adalah ke Panorama Harau dan Gua Jepang. Karena berasap, pemandangan Panorama Harau kurang maksimal. Gua Jepang sekarang ini sudah di renovasi sehingga lebih tourist friendly dibandingkan waktu saya tahun 2003 kesana. 

Panorama Harau

Gua Jepang

Berikutnya adalah makan di Itik Lado Mudo dan dilanjutkan lihat Great Wall serta tak lupa belanja di Pasar Bukit Tinggi. Sebenarnya masih banyak kuliner yang belum kami coba di sini seperti Kapau Uni Lis, RM Family Benteng, dll. Tapi apa daya perut cuma segitunya dan waktu pun yang mepet. 

Great Wall Bukit Tinggi

Jam 14.30 kami beranjak dari Bukit Tinggu menuju Batusangkar untuk mengunjungi Istano Baso Pagaruyung. Sampai di Batusangkar sekitar jam 16.30, kami masih punya waktu untuk keliling istana walaupun hanya sebentar. Sekitar jam 17.30 kami meninggalkan istano menuju kota Padang melalui Danau Singkarak. Awalnya kita mau ke danau ini sebelum gelap tapi ternyata waktu tidak memungkinkan. 

Istano Baso Pagaruyung


Kami sampai di kota padang jam 20.00 malam dan langsung makan malam di RM Roda khas Soto Padang dan cek in di Hotel. Kami menginap di Hotel Rocky.

Jumat, 15 Oktober 2015
Pagi-pagi anak-anak berenang dulu di hotel. Kami berangkat dari hotel sekitar jam 10 pagi untuk belanja oleh-oleh di Cristin Hakim, di lanjut makan siang di RM Keluarga Padang khas nya Gulai Kepala Kakap nya luar biasa enaknya. 
Setelah makan siang kami lanjutkan perjalanan kami ke Painan. Namun kami berhenti dulu di Pantai Air Manis untuk melihat Legenda Malin Kundang. 

Malin Kundang

Sebenarnya kami mau langsung ke Batang Kapas namun Amira muntah di perjalanan setelah Painan, jadi diputuskan kami ke Hotel dulu untuk istirahat, sedangkan yang lain akan melanjutkan ke Batang Kapas setelah magrib untuk mengambil seragam yang akan dipakai besok.

Di Painan kami menginap di hotel Triza. Hotel ini masih setengah jadi namun sudah beroperasi. Painan ini kota kecil sekali. Voltase listrik juga tidak stabil sehingga AC kamar tidak dingin :). 

Sabtu, 16 Oktober 2015
Pagi-pagi kami sudah siap-siap. Ini adalah hari H kenapa kami liburan ke Padang. Pamuntingan datuk hari ini di Batang Kapas. Perjalanan Batang Kapas dari painan sekitar 40 menit. 
Acara alhamdulillah berjalan lancar. Kami di Batang Kapas hingga jam 2 siang dan sempat ziarah ke kuburan kakek suami. 

Berarak Mengiring Penghulu

Dalam perjalan pulang ke padang kami mampir ke tempat wisata baru Mandeh. Tempat ini untuk melihat panorama laut, namun sayang karena asap keindahan jadi tidak terlihat. 

Mandeh


Sebenarnya ada beberapa tempat wisata seperti pantai carocok dan jembatan akar di Painan, namun karena waktu mepet kami tidak sempat mengunjunginya. 

Kami sampai padang sekitar jam 18.00 dan langsung cek in di Hotel Hayam Wuruk, salah satu budget hotel juga. Karena sudah terlalu lelah, kami tidak keluar lagi. 

Minggu 17 Oktober 2015
Pagi hari anak-anak berenang dulu di hotel. Kita cek out baru sekitar jam 11 siang dan makan siang di RM Fuja di pinggir pantai padang. Dalam perjalanan pulang ke bandara, kami mampir dulu di pasar untuk membeli teh lomba kuda yang khas rumah makan padang. 

Pesawat kami jam 15.35 dengan Lion Air. Alhamdulillah perjalanan lancar dan semua senang. 

 

 



Wednesday, March 11, 2015

Biaya Imunisasi Anak

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, berapa sih biaya imunisasi itu. Setelah biaya kontrol hamil, biaya melahirkan, kan mulai dengan babak baru mengimunisasi anak. Saya pro vaksin, walaupun ada beberapa kali suami saya menchallenge pertanyaan seputar kenapa harus vaksin. 


Amira vaksin di RS Asri duren tiga, jauh aja dari rumah, tapi berhubung mau kontrolnya dengan dr Made Indra Waspada SpA tak apalah jauh ke duren tiga. 


Biaya vaksin di RS Asri duren tiga itu dibagi beberapa yaitu biaya obat vaksin, tindakan dokter, admin pasien dan konsultasi dokter. Kalau dari biaya obatnya sih relatif standar alias murah kalau dibandingkan dengan harga vaksin di Rumah Vaksin. Tapi biaya lainnya itu sampai Rp. 300.000 (tindakan dokter Rp. 60.000, admin Rp. 30.000 dan konsultasi dokter Rp. 210.000). Jadi selisih dengan rumah vaksin hingga Rp. 300.000 perkunjungan. 


Ini price list harga beberapa vaksin tahun 2014 di RS Asri ya

1.       Infanrix untuk DPT, Hib, Polio : Rp. 445.252

2.       Infarix Hexa : Rp. 508.860

3.       Polio Oral : Rp. 77.158

4.       Synflorix untuk PVC : Rp. 558.332

5.       Rotarix untuk Rotavirus : Rp. 289.767

6.       Vaksin campak : Rp. 155.512

Lumayan mahal, tapi kalau mau murah bisa vaksin dasar ke puskesmas atau alternatif ke Rumah Vaksin. Saya pernah ke Rumah Vaksin pusat untuk sunat amira, antrinya ampun-ampun yang kebetulan hari sabtu, datang jam 10 pagi baru dapat giliran dan 1.30 siang, tidak bisa pakai perjanjian. Mungkin kalau datang hari biasa atau ke Rumah vaksin cabang lain lebih baik antriannya. 


Tapi yang penting jangan lupa ya buat imunisasi. Alhamdulillah amira selama ini sehat selalu.

Review Pompa ASI - Breastpump

Saya hanya pakai 2 jenis pompa dari satu merek yaitu Medela Harmoni dan Medela Mini Elektrik (minel). Alhamdulillah kedua pompa ini hadiah dari rekan kerja saya dan suami. 

Medela Harmoni – over all nilai 8

Performa : Ok banget bisa mengosongkan payudara to the max, walau kadang masih harus saya marmet lagi sih.
Spare part : simple, hanya botol, katup, tutup, corong dan tungkai.
Membersikan dan pecucian : mudah kecuali bagian katup harus hati-hati agar karet tidak sobek.
Kekurangan : awalnya pegel tapi lama kelamaan terbiasa juga sih.
Kelebihan : Bisa dipakai dimana saja, tidak tergantung dengan listrik.


Medela Mini Elektrik – over all nilai 6

Performa : Kurang ok, kurang menyedot. Dari pertama dapat seperti itu, sudah di service lebih baik tapi tetap saja harus dilanjutkan dengan medela harmoni. Misal pakai pakai minel cuma dapat 50 ml, tapi kalau dilanjut dengan harmoni bisa hingga 150 ml. Jauh sekali kan performanya.
Spare part : ada kabel ke listrik dan motornya.
Membersihkan dan pencucian : sama seperti harmoni saja.
Kekurangan : kurang menyedot dan berisik banget seperti mesin potong rumput, tidak bisa dipakai dimana saja.
Kelebihan : tidak pegal :)

Saya pernah mencoba Pigeon manual dan Tommy Tipe manual tapi menurut saya kurang rekomendasi, entah saya yang tidak bisa pakainya atau bagaimana tapi yang pasti tidak bisa menyedot.

Surat ke AIMI ASI - 28 Agustus 2014, RS Brimob Kelapa Dua telah melanggar Hak Menyusui bagi Ibu yang melahirkan

Saya pernah mengirimkan surat ke AIMI tanggal 28 Agustus 2014, mengenai penyimpangan RS Brimob dalam menangani ibu melahirkan. Tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan ataupun balasan tindak lanjut dari AIMI. Jadi kepikiran untuk tulis di blog aja. Agar menjadi pembelajaran Ibu-Ibu untuk lebih teliti memilih Obgyn dan RS untuk melahirkan.



Kepada AIMI ASI di Jakarta,
Bersama email ini saya ingin melaporkan RS Brimob Kelapa Dua telah melanggar Hak Menyusui bagi Ibu yang melahirkan.  Berikut kronologis nya :

  1. Rekan kerja saya, Ibu CF selalu kontrol kandungan oleh bidan di Klinik Setia Rumanda Cibubur. Pada Hari Senin subuh 25 Agustus 2014 sekitar 1 dini hari pecah ketuban dan langsung ke Klinik tersebut untuk observasi.
  2. Pagi jam 8 tidak ada kemajuan lalu di induksi dengan harapan bisa lahir normal. Namun dengan kondisi tidak ada kemajuan Ibu C meminta untuk dilakukan secio. Saat itu hanya ada Dr. Syapril SPOG yang praktek di Klinik tsb dan bisa di rujuk ke RS Brimob Kelapa dua.
  3. Sehingga pada Hari senin 25 Agustus 2014 sekitar jam 15.00 dilakukan secio di RS Brimob kelapa Dua.
  4.  Pada hari selasa pagi 26 Agustus 2014, ibu C memberi info kepada kami rekan kerja bahwa beliau belum bisa bertemu dan menyusui bayinya karena peraturan dari RS tersebut hanya boleh melihat bayi dan menyusui di Ruang Bayi, yang mana ibu nya operasi sehingga tidak bisa bangun dari tempat tidur selama 24 Jam.  Alasan RS karena alasan keamanan dan hygienitas, takut bayi tetular penyakit dari RS tsb.Dan pihak RS sudah meminta keluarga untuk membeli Susu Formula untuk di berikan ke bayi tersebut. Pihak keluarga memberikan uang ke perawat untuk membelikan nya. Pilihan susu adalah SGM atau Nan HA.  Jadi dari hari pertama bayi sudah di beri susu formula dan ibu tidak di beri kesempatan menyusui. 
  5.   Saya dan 2 rekan kantor langsung menuju ke RS untuk membantu teman saya tersebut mendapat hak menyusui nya. Hari selasa 26 Agustus 2014 Sekitar jam 15.20 saya sampai dan membantu ibu C bangun, belajar jalan dan membersihkan diri terlebih dahulu. Infus dan kateter pun dilepas ketika kami disana (karena memang sudah 24 jam setelah operasi).  Saya sempat bertanya kepada bidan yang yang bertugas (mahasiswa kebidanan RS Brimob) kenapa bayi tidak bisa dibawa ke tempat ibu, jawabnya karena takut tertular virus, karena ruang sebelah, ruang perawatan umum.
  6. Sekitar Jam 16.00 saya mengantarkan Ibu C ke ruang bayi yang ternyata hanya berjarak kurang lebih 5 meter dari ruang perawatan nifas.  Saya minta ijin ikut masuk untuk mengajarkan Ibu C menyusui dengan mengaku sebagai konselor ASI baru di ijinkan untuk masuk. Kami bilang mau menyusui namun sepertinya mereka kaget dan bertanya “Memang ASI nya sudah keluar”, Lalu saya jawab “Sudah” dan menunjukan memang kolostrum ibu C sudah ada. Saya melihat dibibir bayi seperti ada susu, lalu saya tanya baru di beri susu formula ya? dan perawatnya bilang iya tadi abis mandi, saya tanya lagi berapa banyak, jawabnya 20-30ml. Saya tanya susunya apa? Dia jawab SGM.
  7.  Lalu saya melanjutkan mengajarkan ibu C untuk menyusui. Sambil saya ngobrol dengan perawat untuk minta dipanggil kalau bayi nangis. Lalu tanya bagaimana caranya kalau mau asi exlusive disini. Mereka bilang terakhir menyusui hanya sampai jam 9 malam, karena ruangan mereka kunci dan baru bisa masuk jam 8 pagi. Jadi ibu tidak boleh masuk antara jam 9 malam hingga 8 pagi. Malam itu mereka akan kasih Sufor. Saya tanya kalau kita tidak mau di kasih sufor dan mau menyusui bagaimana. Mereka jawab tidak bisa menyusui, kalaupun begitu keluarga pasien tanda tangan pernyataan mau asi exlusive sehigga selama malam tsb tidak di beri susu formula.
  8. Saya juga sempat tanya cara pemberian susu bagaimana, mereka bilang setiap 2 jam sekali, nangin tidak nangis setiap bayi dibangunin. Dan disana ada  belasan bayi. Sangat miris sekali dipisahkan dari ibu nya.
  9. Saya juga ikut mendengar ketika serah terima bayi yang akan pulang, mereka bilang “ini susunya disini, kalau ASInya sudah keluar mau campur ini juga boleh”.  Bukannya mengajari bagaimana cara menyusui dengan benar. Ternyata diluar ada bapak-bapak yang bertanya ke rekan saya,” memangnya boleh menyusui ya?” karena mereka kira tidak boleh menyusui dan harus pakai formula. Kasihan orang-orang tersebut dengan minim informasi tidak bisa mendapatkan hak nya
  10. Sekitar jam 17.00an saya langsung minta ibu C menelpon bidan nya untuk minta pindah ke klinik malam itu juga agar bisa tidur dengan bayinya, namun sayang mereka baru bisa pindah keluar dari RS tersebut hari Rabu 27 Agustus 2014 pagi jam 6.30.
  11. Saya juga melihat dalam ruang bayi terdapat tumpukan kotak susu SGM dan NAN HA. (foto terlampir).
Oleh karena itu mohon bantuan dari AIMI untuk bisa menindaklanjuti ke RS Brimob Kelapa Dua, agar merubah SOP yang ada sehingga mendatangnya semua Ibu dan Bayi yang melahirkan disana mendapat hak nya untuk bisa menyusui dan tidak diberi susu formula.


Besar harapan saya AIMI bisa menindaklanjuti ini. Terima kasih atas perhatiannya.
Yani Syahril
Ibu dari Amira (10bulan)


Foto :
Kaleng susu di dinding dan botol dot di meja perawat

Deretan kotak susu SGM dan Nan HA