Saturday, December 28, 2013

Kontrol Pasca Melahirkan Cesar

Saya ingin sharing mengenai kontrol pasca melahirkan, karena cukup jarang reviewnya. Saya melahirkan hari Jumat sore tanggal 1 November 2013 dan boleh pulang oleh dokter Achmad hari Senin tanggal 4 November 2013. Saya dijadwalkan kontrol ke dokter Achmad hari Jumat 8 November 2013. 

Kontrol H+1 Minggu (8 November 2013)

Hari ini kontrol jahitan dan alhamdulillah jahitannya sudah kering sehingga perban dan plester plastik sudah langsung dibuka. Lalu kata dokter saya ada bakat keloid sehingga saya diresepkan salep kenacort-A. Harga salep ini lumayan mahal, sekitar Rp. 90ribuan.
Lalu saya disuruh kontrol lagi 2 minggu lagi.


Kontrol H+3 minggu (22 November 2013)

Untuk kontrol hari ini saya tidak sempat bertanya ini untuk kontrol apa sebelumnya. Jadi saya tanya ama teman-teman kontrol apa di minggu ke3 ini. Kalau berdasarkan info dari teman adalah kontrol jahitan lagi dan pasang KB. 
Ternyata memang sama, walaupun perban saya sudah di buka, tetap di kontrol jahitannya. Alhamdulillah jahitan saya baik. Oleh dokter Achmad saya sudah di suruh senam nifas dan olah raga ringan. Agar jaringan dalam (bekas jahitan dalam) lentur kembali. 
Untuk KB dokter Achmad menyarankan untuk tidak pasang KB, karena umur saya sudah di atas 30 dan baru punya anak 1. Dokter Achmad juga memastikan ASI saya lancar keluar. 
Dan saya diminta kontrol lagi sekitar tanggal 13 Desember. Saya sempat tanya untuk kontrol apa lagi, katanya sih untuk kontrol setelah nifas dan minta datang bersama suami, karena saat kontrol ini saya di temani oleh kakak saya saja. 


Kontrol setelah nifas H+ 50 hari (20 Desember 2013)

Nah untuk kontrol ini, banyak orang yang tidak disuruh kontrol oleh Obgyn nya, namun dokter Achmad meminta pasien nya untuk kontrol setelah nifas. Dulu saya tanya untuk apa, beliau bilang saya mau pastikan kondisi ibu sudah seperti sebelum hamil. mmm ini kondisi rahim atau kondisi berat badan hihihihi..
Kontrol ini memang saya butuhkan juga karena masa nifas saya panjang. setelah 40 hari pun flek darah masih keluar. Kadang keluar kadang berenti. Pastinya membuat saya bingung mau solat atau tidak. Hingga saat itu pun belum hilang flek. 
Kalau menurut dokter Achmad, darah flek yang terakhir itu sudah mens. bilangnya seperti ini "Bu, ibu itu udah mens, itu bukan nifas lagi, dan berarti itu ibu subur, jadi kalau hamil lagi nanti terima aja ya, karena sudah tidak ada lagi teori-teoriannya. Untuk solat ya solat aja, kalau flek keluar tidak solat dan solat lagi kalau flek berenti. Karena itu ciri ibu menyusui. Kalau mau lancar mens seperti sebelumnya harus berenti menyusui. Dan kalau seperti ini tidak bisa di hitung masa suburnya. Makanya kalau di kasih hamil ya ikhlas terima dan ASI jalan terus saja". 
Lalu saya cek jahitan lagi, dan beliau mengingatkan kembali sudah harus senam dan olah raga lagi. Karena menurut beliau jaringan bekas jahitan dalam masih kaku. Well, ok dok saya usahakan olah raga lagi. 
Dan terakhir beliau memberi wewejangan mengenai ASI, seperti konseling ASI. Beliau menyarankan saya untuk ikut kelas ASI setiap 3 bulan. Karena menyusui itu proses yang terus berjalan sehingga tantangan akan berubah-ubah, terutama nanti untuk MPASI. Setuju sih, namun menurut saya 6 bulan aja cukup kali ya, atau jika ada kendala harus segera konseling. Jangan di tunda. Yang penting nanti ketika akan mulai MPASI. Sebenarnya managemen ASIP juga perlu konseling jika kita tidak dapat info dari teman atau internet. Saya bilang sih, sudah mulai pompa stok dan saat itu sudah ada 40 botol. 
Beliau juga meminta saya memastikan perkembangan anak di perhatikan. Buat cek list untuk grafik Denver dan banyak cari info ke dokter Anak nya juga. Beliau bilang susu formula nanti aja setelah 2 tahun, dan menurut beliau anak Indonesia perlu susu untuk kalsium nya. Supaya tinggi nanti anaknya. Beliau juga mengingatkan nanti kasih ASIP nya jangan pakai dot dan pastikan orang sekitar kita support akan ASI. Serta dia bilang harus yakin bisa kasih ASI 2 tahun dan kalau ada masalah dengan laktasi harus segera lapor dia untuk segera diatasi.
Dan terakhir beliau bilang di rekomendasikan 6 bulan lagi untuk pap smear dan suntik vaksin kanker servix.

Demikian kontrol-kontrol untuk ibu pasca melahirkan terutama yang melahirkan cesar. Semoga bermanfaat ya.

Friday, November 15, 2013

Rencana Vs Realita dalam Proses Kelahiran Amira

Sejak awal kehamilan, saya sangat ingin melahirkan secara normal dan kalau bisa secara water birth. Apalagi sebelum kehamilan saya pernah melihat video mengenai water birth. Namun kendala minim tenaga medis dan fasilitas pendukung untuk melahirkan secara water birth, jadi saya batalkan niatan tersebut. Saya juga mempelajari Gentle Birth dan Hypnobirth. Walaupun kebanyakan dari praktisi Gentle Birth adalah pro water birth. Namun Gentle Birth itu bukanlah Water Birth. 

Sepemaham saya mengenai Gentle Birth adalah kelahiran dengan kesadaran penuh dan dinikmati dengan sepenuh jiwa sehingga tidak akan menimbulkan rasa sakit dan trauma kepada ibu dan janin/bayi. Sehingga ibu akan terhindar dari baby blues dan bayi akan tumbuh lebih baik dan tidak rewel. Sedangkan Hypnobirthing adalah salah satu cara untuk mencapai Gentle Birth. Hypnobirthing itu affirmasi kepada diri sendiri/pendayaan diri untuk meyakinkan diri bahwa diri kita mampu akan proses alami tersebut. 

Untuk mencapai tujuan lahir secara normal dan gentle birth, maka saya pilih dokter kandungan saya sekarang dr Achmad Mediana SpOG. Saya juga membuat birth plan pada trisemester ketiga dan mulai diskusi dengan dokter mau-maunya saya pada waktu kelahiran nanti. Dokter memberi nasehat-nasehat agar tujuan itu berhasil seperti senam hamil, rajin olah raga dan rajin jongkok. Semua nasehat itu saya jalanin, termasuk tambahan yoga 1x. Dokter pun meminta saya untuk cuti pada W38, itu pun sesuai dengan rencana saya untuk cuti di W38. 

Menunggu hari kelahiran itu rasanya deg-degan banget. W38 terlewati tanpa rasa mules/gelombang cinta. Saya semakin rajin affirmasi diri, bicara dengan janin, senam hamil dan jongkok di apartemen. Segala macem jenis induksi alami yang ada tips di blog dan web pun saya jalani, dari makan nanas, mangga, durian lalu relaxasi, pijit, dan "papanya jenguk anaknya" .W39 dan HPL W40 (21 Oktober) terlewati lagi tanpa rasa kontraksi. Semakin deg-degan. Ditambah suami saya mau ikut Jakarta Marathon tanggal 27 Oktober. Takut pas dia marathon, saya mules melahirkan. Pada hari kamis, W40d3 saya kontrol ke dokter, dan beliau pun membuat scenario apabila saya tidak mules juga. Maximal di tunggu pada W42, atau induksi sebelum W42. Beliau tawarkan induksi hari selasa W41d1. 

Hari jumat saya kontak Mas Reza Gunawan, praktisi holistik untuk coba induksi alami akupuntur. Saya akupuntur hari senin di W41 siang. (ternyata mahal juga ya :p) tapi demi lahir normal saya ikhlas. Hari senin itu juga malamnya saya kontrol ke dokter lagi, dan beliau membuat 3 scenario yang harus saya putuskan. Beliau tidak mau dia yang putuskan karena bisa menjadi penyesalan kalau dokter yang putuskan katanya. Scenario 1 : Tunggu hingga senin depan W42 kalau tidak lahir langsung cesar. Scenario 2 : Induksi di minggu ini. Max 2 infus. Jikalau tidak berhasil harus cesar. Scenario 3 : tanpa induksi planing cesar. Pilihan yang sangat sulit bagi saya, karena saya masih sangat berharap untuk bisa lahiran normal. Saya juga bilang abis induksi akupuntur. Kata mas Reza akupuntur bisa bekerja antar 1-4 hari, jika belum lahir hari rabu saya di minta akupuntur lagi. Mas Reza menyarankan saya untuk tidak induksi medis dan tetap tunggu kelahiran normal. Namun saya secara sadar juga tidak mau ambil resiko, karena dokter sudah bilang bayi saya besar.  Jadi saya ambil keputusan di ruang dokter itu untuk induksi medis hari kamis 31 Oktober 2013 di RS Asri. Dengan harapan saya bisa akupuntur sekali lagi dan berharap ada kontraksi sebelum kamis. Ikhtiar segala cara, sehingga saya tidak menyesal dikemudian hari.  Ketika hari rabu akupuntur saya tidak bilang ke Mas Reza kalau saya besok kamis direncanakan untuk induksi medis, karena pasti dia melarang dan bisa membuat saya ragu lagi. Setiap hari saya berdoa untuk ada kontraksi.

Hari Kamis 31 Oktober pun datang, saya belum kontraksi. Jadi saya bersiap-siap ke RS Asri, di antar oleh suami saya yang sudah cuti. Kita langsung ke ruang melahirkan. Di ruang observasi saya di cek CTG untuk lapor ke dokter Achmad Mediana nya. Dan jam 2 siang saya mulai diinduksi via infus. Mulai dari 8 tetes permenit, yang dinaikan dosisnya setiap jamnya, hingga di jam 6 malam mulai di 20 tetes permenit saya mulai merasa perut kencang tanpa rasa sakit. Kalau di CTG katanya itu kontraksi. Hingga infus habis masih tetap seperti itu dengan bukaan 1. Infus dicopot dan saya istirahat, karena akan lanjut dengan infus selanjutnya esok harinya. Jumat pagi saya dicek CTG lagi dan mulai infus induksi ke 2 jam 7 pagi. Dokter Achmad yang visit di pagi hari tersebut. Beliau bilang, "Bu, yakin ya lanjut ke induksi ke2. Ga ragu lagi. kalau tidak ada kemajuan, nanti operasi ya, insya Allah jam 8 malam setelah saya praktek saja." Saya mulai menyiapkan mental dan kesadaran diri untuk operasi dan tetap berdoa agar induksi ke2 berhasil. Jam 2 infus sudah habis dan ternyata saya tidak ada kemajuan juga. Jadi setelah di info ke dokter Achmad, beliau memajukan jadwal jadi jam 4 sore. Jadilah saya siap-siap dan tidak boleh makan lagi dan terpenting saya sudah ikhlas dengan kesadaran diri harus melahirkan dengan Cesar.

Jam 15.45 saya siap masuk ke ruang operasi. Jam 16.00 mulai operasi dengan bius spinal, sehingga saya masih sadar ketika bayi Amira lahir jam 16.18 dan tak lama kemudian saya IMD selama kurang lebih 45 menit. Saya keluar ruang operasi sekitar jam 17.30 dan masuk di ruang pemulihan hingga jam 19.00. Disini diketahui bahwa bayi dalam posisi mengadah, jadi dia tidak bisa klik masuk panggulnya selain itu beratnya pun 4230g yang membuat susah lahirnya. Alhamdulillah sejak malam pertama Amira sudah tidur satu tempat tidur dengan saya, sehingga saya bisa langsung memberikan ASI saya untuk Amira dan Amira pun tidak rewel tidur dengan saya. 

Jadi apakah saya melahirkan dengan Gentle Birth? Wallahuallam, yang pasti secara sadar pilihan-pilihan itu saya buat dengan segala ikhtiar sudah dilakukan. Alhamdulillah Amira pun termasuk bayi anteng tidak rewel serta pemulihan saya juga termasuk cepat & bekas operasi pun cepat sembuh.

Thursday, November 14, 2013

Baby Girl "Amira Hafidzah Medina"

Happy Birthday my litte girl "Amira Hafidzah Medina"

Tempat : RS Asri Duren Tiga, Jakarta
Tanggal Lahir : 1 November 2013
Jam : 16.18 WIB
Berat : 4230 g
Panjang : 52 cm
Jenis Persalinan : SC
Dokter Kandungan : dr. Achmad Mediana  SpOG
Dokter Anak : dr. I Made Indra SpA
Bidan : Novi

Semoga menjadi anak yang solehah, berbakti kepada orang tua, bermanfaat bagi masyarakat dan sesuai namanya menjadi pemimpin wanita yang selalu menjaga Al quran dalam hidupnya. Aamiin.


Friday, October 18, 2013

USG 4D

Sebenarnya setiap kontrol ke klinik dr Achmad, selalu USG 4D. Pertama cek dulu masih terkesima dengan penampakan dede bayi, jadi lupa bilang mau foto. Lalu pas kedua dede nya nutupin mukanya, yang ketiga tidak kelihatan mukanya. Nah pas cek lgi di W37, dede bayi nya mau di lihat mukanya...
Horeee.. langsung deh bilang, "dok mau foto dulu boleh ya". Karena kalau print USG nya hitam putih biasa tidak terlihat efek 3D/4D nya.

Nah ini nih foto nya.... mirip siapa..
3 Oktober 2013 - 37W3d
Estimasi berat janin 3.1kg
HPL - 21 Oktober 2013



Gerakan Senam Hamil


Berdasarkan pengalaman saya 2x ikut senam hamil berikut urutan gerakannya :

1.     Latihan kaki, tujuan untuk mengurangi kaki bengkak dan kram kaki karena biasanya ibu hamil kakinya bengkak dan suka kram juga.
Gerakannya  duduk di matras dengan kaki lurus. Ujung kaki (Feet) tarik ke ujung (point) putar keluar lalu kembali tegak, ulangi 8x. Lalu putar arah sebaliknya ke arah dalam lalu kembali tegak, ulangi 8x.

2.     Latihan pinggul, tujuan untuk menguatkan otot pinggul.
Gerakannya tiduran di matras, kaki ditekuk lalu angkat pinggul/bokong tahan beberapa detik lalu turunkan lagi. Ulangi 8x.

3.     Latihan pinggang samping, tujuan untuk menguatkan otot sisi.
Gerakannya tiduran di matras, telentang, kaki kanan di tekuk dan tarik putar arah kiri dengan tumit kanan sedikit naik namun dada dan bahu tetap menghadap atas. Ulangi 8x dan arah sebaliknya.

4.     Latihan Pernapasan, terbagi 2 jenis yaitu :
a.   Pernapasan dada : Tarik napas dari hidung dengan diagfragma dada mengembang, buang napas melalui mulut diagfragma mengempis. Digunakan pada saat mengejan.
b. Pernapasan perut : Tarik napas dari hidung perut di kembungkan, namun dada tetap, buang napas melalui mulut, perut mengempis. Digunakan pada saat relaxasi dan mengurangi rasa sakit saat kontraksi.
c.  Napas cepat : Tarik dan buang napas cepat. Digunakan pada saat antara mengejan 1 ke mengejan berikutnya.

5.     Melatih Tulang Punggung, tujuannya untuk menguragi keluhan sakit punggung. 
a. Gerakannya posisi merangkak. Lalu kaki kanan tarik kedalam dan julurkan keluar, ulangi beberapa kali dan gantian dengan kaki kiri.
b. Masih posisi merangkak, tangan kanan di dekap di dada, lalu tarik keluar arah atas lalu mata melihat ke ujung tangan tersebut, ulangi beberapa kali dan gantian dengan tangan kiri.

6.     Melatih otot pinggul dan paha dalam. Adapun tujuan agar otot tersebut kuat ketika melahirkan. Gerakannya jonggok lalu berdiri. Ulangi 10 kali. Bisa dibantu oleh suami, orang lain atau benda statis jika tidak kuat berdiri sendiri.

7.     Latihan mengejan. Adapun tujuannya untuk persiapan hari H. Hari yang ditunggu-tunggu. :)
Saat hari H, boleh mengejan pada saat :
-       Bukan lengkap (bukaan 10)
-       Ada instruksi dari dokter
-       Ada kontraksi
Pada saat relax tidak ada kontraksi, kaki lurus, mulai ada kontraksi kaki ditekuk, kontraksi full mengejan dengan angkat paha kearah perut pakai tangan.
Cara napasnya : Tarik napas dada panjang, simpan di perut, tekan pantat ke bawah, angkat kaki dengan tangan, kepala menunduk melihat arah lahir.
Mengejan tanpa suara. Jika napas habis, turunkan kaki, napas cepat, atur napas, tarik napas panjang, tahan dan ulangi mengejan.
Ini semoga terus di ingat ya pas hari H.

8.     Relaksasi. Adapun tujuan untuk melancarkan peredaran darah.
Caranya tidur hadap kiri, kepal telapak tangan dan telapak kaki, jepit pantat, muka kerut, tahan beberapa detik lalu lepas. Ulangi 3x. Dilanjutkan dengan relakasi atur napas selama 15menit.

Senam Selesai.
Semoga terbayang ya walaupun tidak pakai foto atau gambar dan bermanfaat untuk semua.

Review - Senam Hamil


Kontrol dokter di W32 tanggal 26 Agustus 2013, Dokter Achmad mewajibkan cek list dia ke saya yaitu untuk senam hamil, kelas laktasi dan monitor gerak bayi.  Saya memang sudah rencana untuk mengikuti kelas ini tapi memang belum terlaksana aja, tapi karena dokternya udah bilang jangan ditunda, jadi suami saya langsung nyuruh saya untuk menyegerakan, tidak boleh ditunda lagi. Walaupun jadinya 2 hari sabtu saya jadi tidak bareng suami karena dia harus fisioterapi di RS Bintaro.
Saya akan mencoba mereview kelas senam hamil dan kelas laktasi yang saya ikuti.

Saya sudah mencoba senam hamil 2 kali di 2 tempat berbeda. Pertama saya di Klinik Dokter Achmad Mediana dan kedua di RSIA KMC.

Senam Hamil di Klinik Dokter Achmad Mediana

Kelas dibagi 2 sesi, karena ruangannya hanya cukup sekitar 6 orang saja.
Sesi pertama jam 07.00 – 08.00 untuk Bumil dengan usia kandungan di atas W35
Sesi kedua jam 08.00 – 09.00 untuk Bumil dengan usia kandungan di bawah W35.
Sepertinya materinya berbeda karena untuk yang sudah diatas W35 pakai simulasi napas melahirkan.
Kelas ini di pandu oleh Bidan Mesahk, beliau sudah aga tua, mungkin di sekitar 50 tahun.
Biaya kelas Rp. 75.000

1st impression saya mengikuti kelas ini kurang puas. Waktu itu saya ikut kelas yang jam 8.00 pagi. Saya datang 10 menit lebih cepat, sekitar jam 7.50. Lalu oleh mbak reseptionis disuruh tunggu di ruang tunggu (di luar kelas). Sudah jam 08.00 ko belum ada tanda-tanda disuruh masuk. Jam 08.10 saya melihat 2 orang Bumil keluar dari ruang kelas, tapi ko kita ga di panggil. Baru jam 08.20 ada yang keluar dari ruangan mau ambil bubur kacang ijo, sambil tanya ke mbak yang di meja cek tensi darah “ini ga ada yang mau senam lagi ya?”, sontak saya langsung jawab, “saya bu” dan ada bumil satu lagi juga bilang “saya”. Trus dia bilang “loh ko ga masuk?” ya spontan kita bilang “wah ga tau, kirain di panggil”. Trus dia bilang, wah yang di dalam udah setengah jalan.” Saya membatin, yah jangan pakai asumsi orang sudah tau lah, kan tidak semua orang tau.

Saya masuk kedalam ruangan, sudah ada 1 orang Bumil yang tiduran di matras. Si Bidan bilang ikuti aja dulu ya, nanti biar dia ga nunggu lama, dan kalau sudah selesai dia akan ulangi dari awal.
Gerakan yang diajarin lebih untuk elastisitas otot menjelang melahirkan dan mengurangi keluhan sakit kaki dan punggung selama kehamilan. Tanpa latihan pernapasan.
Saya merasa senamnya agak terburu-buru, ternyata benar, ibu Bidannya ada janjian jam 09.30 di RS lain. Tapi memang senamnya hanya 30 menit saja. Sekitar jam 08.50 senam saya sudah selesai dan ibu Bidan bilang, kenalan dan ngobrol-ngobrolnya minggu depan aja ya, saya ada janjian lagi dan kalau mau ikut yang jam 07.00 juga boleh ko, dan dia buru-buru keluar. Mmm saya langsung kurang sreg. Jadi nama Ibu Bidan pun saya tahu di meja reseptionis ketika saya bayar.
Saya belum mencoba lagi sih untuk kelas jam 07.00 nya, mending saya browsing tempat yang mungkin lebih ok.

Tips : Jadi kalau sudah daftar, langsung masuk aja ke ruangan, jangan tunggu di panggil.


Senam Hamil di RSIA Kemang Medical Care (KMC)

Kelas di KMC juga di bagi 2 sesi, namun bukan berdasarkan usia kehamilan, tapi lebih kepada preference Bumil aja.
Sesi 1. Jam 09.00 – 12.00 à biaya Rp. 100.000, pakai materi presentasi dulu. Materi berhubungan dengan kehamilan.
Sesi 2. jam 14.00 – 16.00 à biaya Rp. 75.000, tanpa pakai materi.

Kalau baca dari review Blog Bumil, katanya sih kalau pagi itu harus daftar dari jam 7 pagi, tapi kalau yang siang tidak begitu ramai. Kebetulan saya pagi ada acara dan saya coba ikut kelas siang.
Untuk daftar nya langsung saja ke Lt. 5, dan tidak harus pasien KMC.

Kebetulan saya sebelumnya abis ada acara, jadi sampai di KMC jam 1 siang, tanya ke reseptionis, lalu langsung ke lantai 5. Saya langsung daftar dan menunggu jam 2. Di lantai itu juga ada musola jadi saya solat lohor di situ juga.

Jam 13.55, ibu bidan sudah duduk di depan ruang kelas. Jadi saya langsung kesitu untuk cek tensi dan lapor diri. Alhamdulillah tensi saya normal 110/70.  Lalu saya di suruh masuk oleh ibu Bidan untuk cari matras. Tidak lama kemudian masuk lah beberapa Bumil lainnya, ada beberapa Bumil yang membawa suaminya. Di KMC memang para suami bisa masuk dan menunggu di dalam.
Senam baru dimulai jam 14.30, dipandu oleh Ibu Bidan Ayu dan selesai sekitar jam 15.40. Sebenarnya materi yang diajarin sama dengan yang di Klinik Dokter Achmad, namun penjelasan lebih detail dan pengulangan setiap gerakan juga lebih banyak. Dan disini langsung diajarin pernapasan. Khusus untuk yang kurang dari W32 tidak boleh dipraktekan jadi karena saya sudah 34 minggu jadi boleh langsung dipraktekan.

Kalau dari over all, saya puas untuk senam disini. Kalau orang yang suka olah raga dan suka senam, sepertinya ikut sekali saja senam nya, lalu bisa mengulangi dirumah. Nanti saya ulas gerakan-gerakan apa saja yang diajarkan ya…

Friday, August 16, 2013

Review Spine Center RS Premier Bintaro

Semoga review ini bisa bermanfaat bagi yang mau ke Spine Centre terutama RS Premier Bintaro. 

Berawal dari suami yang selalu mengeluh sakit punggung bagian bawah (low back pain), dia bilang sudah tahunan, malah dulu sempat ke chiropractic sekitar tahun 2008. Katanya sih sempat berkurang, namun setelah dari sana ya masih sakit juga. Sakitnya berkurang kalau dia sudah renang, jadilah kalau tidak berenang suka ribut harus berenang. Selain itu, setiap hari harus di kasih counterpain, dan sering banget kelupaan taruh counterpain nya. 
Lama kelamaan saya khawatir juga, mending di cek secara keseluruhan agar tidak berspekulasi. Kan serem juga kalau tulang punggung nya kenapa-kenapa, padalah baby aja belum lahir. Berdasarkan rekomendasi dari ipar saya, kita di daftarkan ke Spine Center RS Premier Bintaro. 

Berdasarkan informasi Spine Center ini hanya ada hari Selasa dan Jumat jam 14.00 - 17.00 berdasarkan perjanjian. Jadi hari selasa 14 Agustus kita ke sana, mumpung suami juga masih libur. Kita di suruh bawa semua hasil rontgen, MRI, dll yang ada sebagai support. Jadi kita mengambil rontgen dulu di rawamangun dan jam 13 sudah berada di sana, agar kita dapat antrian awal. Datang jam segitu saja udah dapat antrian no.2 dan semua hasil rontgen sudah kita beri ke perawatnya. Berdasarkan informasi dari perawat akan mulai sekitar jam 14.30. Namun setelah jam 15.00 belum ada tanda-tanda kalau dokternya ada. Lalu di info lagi kalau dokter Lutfi nya masih operasi, jadi kira-kira akan mulai jam 16.30. mmmm lumayan juga ya nunggu setengah hari. 

Jadi Spine Center ini adalah klinik terpadu untuk masalah punggung/tulang belakang. Kalau biasanya kita ke dokter orthopedi aja, lalu nanti di suruh ke dokter syaraf, lalu pergi rontgen, lalu ke dokter rehab medik untuk fisiotepi nya. Nah kalau ke spine center ini, semua dokter ini sudah berkumpul jadi Tim Dokter Spine, dimana mereka akan analisa dan diskusi bersama pada saat bersamaan. Sehingga Insya Allah akan ada hasil analisa maksimal dan tidak di lempar-lempar ke dokter spesialis lain. 

suasana mirip-mirip kaya gini

Jadi suasananya, sekitar jam 16.30 nama suami saya di panggil, lalu kita masuk, di dalam itu sudah ada sekitar 5 dokter duduk berderet. Mereka ramah-ramah, menyalami dan menyapa kita dengan tersenyum. Kebetulan dokter sp. orthopedi nya teman kakak saya, dr. ipang (Asisten dokter Lutfi). Jadi langsung saya sapa. Dr. Lutfi Gatam adalah ketua tim Spine Center ini, tapi pas suami saya, dia hanya masuk sebentar dan tidak berkata apa-apa, trus keluar lagi. Kita sampai keder salaman dan tidak menghapal nama dokter-dokternya. Namun di dalam itu sudah lengkap dokter spesialis orthopedi, spesialis syaraf, spesialis rehab medik, spesialis radiologi. Pertama dokter spesialis syaraf yang tanya-tanya, namun sepertinya bukan di syaraf, lalu dokter spesialis orthopedi (dr. Ipang) tanya-tanya dan mengetes beberapa gerakan, namun sepertinya bukan di tulang belakang, lalu dokter spesialis Rehab Medik (Dr. Peni) yang tanya-tanya. Lalu mereka juga bilang hasil rontgen bagus semua. Jadi di simpulkan otot belakang bagian kiri sudah kaku, karena terlalu banyak duduk. Karena kalau tulang belakang dan terjepit syaraf biasanya tidak bisa nunduk dan sakit hingga ke kaki. Kita juga di beri surat rekomendasi untuk MRI jikalau kita masih penasaran. 

Dari situ suami saya di suruh untuk fisioterapi dbc lumbal sebanyak 6x. 
So far, kita puas dengan hasil analisa dan jawaban dokter-dokter nya, setidaknya suami saya juga tidak berpikiran aneh-aneh akan punggungnya. 

Mengenai biaya, yah lumayan juga juga hehehehe..
Paket konsultasi dengan dokter-dokter itu Rp.700.000 plus administrasi Rp. 40.000. Jadi total Rp. 740.000
Paket fisioterapi 6x adalah Rp. 3.000.000 yang jadwalnya harus reservasi dulu. 

Kita berdoa agar selesai fisioterapi punggung suami saya kembali normal. aamiin.



Wednesday, August 14, 2013

Puasa di kala Hamil

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para calon ibu yang mau puasa di kala hamil ditahun mendatang. 

Ramadhan tahun ini saya sedang hamil sekitar 25-29 minggu. Kebetulan sebelum bulan Ramadhan saya sempat cek ke dokter, sehingga saya juga bisa tanya-tanya mengenai puasa untuk ibu hamil. 
Untuk kondisi saya, dokter menyarankan ikut puasa, malah beliau sampai berkali-kali menyuruh puasa. Kondisi saat itu karena berat badan saya sudah naik cukup dan juga berat janin sudah cukup cenderung besar.

Saran dari dokter tetap makan 3x, yaitu sahur, buka dan menjelang tidur serta minum yang cukup.
Hari pertama dan kedua puasa saya ikut berpuasa dan mengikuti saran dokter, menjelang tidur saya mengemil saja, karena masih kenyang juga. Tapi hari ke3 saya sudah lemas sehingga saya tidak berpuasa dan berpuasa lagi baru hari ke5nya. Puasa saya bolong-bolong tergantung dengan kondisi badan saya, jika pas bangun sahur rasa fit, maka saya puasa, jika tidak hanya menemani suami saya sahur saja. Saya paling pol bisa berurut puasa 4 hari, itu juga sudah menjelang lebaran, sehingga saya sudah cuti bersama.
Dari total 29 hari saya bisa berpuasa 15 hari dan sisanya 14 hari bayar fidiyah serta rencana mau ganti puasanya. 

Kendala saya yang saya rasakan saat berpuasa adalah haus yang membuat dehidrasi, membuat badan saya lemas ketika malam. Ketika berpuasa, saya pun tetap beraktivitas biasa a.k.a tetap bekerja. Untuk menahan rasa lapar, saya masih kuat. 

Setiap sahur saya minum 1 Liter dan buka 1 Liter air putih, sehingga saya tetap terhidrasi dengan baik. Selain itu setiap mau puasa, disaat sahur, pasti saya informasikan ke Janin kalau kita akan berpuasa hari ini, dan alhamdulillah dede janin selalu kuat. 

Saya tanya beberapa teman saya dan relasi yang saya kenal, memang ada yang berpuasa dan ada juga yang tidak berpuasa saat hamil. Banyak di antaranya yang berpuasa full namun tidak bekerja, dalam artian bisa bobo siang, dan jika lemas bisa keyeh-leyeh saja. Tapi ada teman saya yang tetap puasa (batal 1 hari) dan juga tetap bekerja. Intinya adalah puasa di kala hamil tidak apa-apa, tidak perlu ditakutkan berlebihan untuk janin, namun diri kita sendiri yang bisa mengukur kemampuan diri. Jika kuat silahkan berpuasa, namun jika lemas jangan diteruskan. Takutnya kondisi lemas, kurang fit, jadi kita gampang sakit.

Oh ya, saya berpuasa 15 hari saja tetap naik berat 1kg, dan naik 1kg lagi pas lebaran hehehe..

Berikut Tips saya jika mau berpuasa disaat hamil :
1. Makan yang cukup kala sahur dan berbuka. 
2. Kalau masih kuat, bisa ngemil sebelum tidur. Kalau saya ga kuat buat makan besar lagi.
3. HARUS cukup minum, cek dari pipis kita aja pas malam, kalau masih kuning keruh harus tambah minum.
4. Bisa mengukur diri, kalau lemas jangan dipaksakan, karena takutnya kondisi tidak fit membuat gampang terserang sakit. 
5. Komunikasi dengan dede janin kalau kita akan berpuasa, sehingga dia juga ikut kerjasama.
6. Saya selalu hemat energy, kalau pulang kantor langsung pulang, taraweh dirumah aja, walaupun bolong-bolong juga.

Saturday, August 10, 2013

Buah Tangan Lebaran 2013



Tahun ini adalah tahun ke2 saya berlebaran dengan suami tercinta. Sudah harus berpikir untuk kasih buah tangan ke keluarga dan rekan suami tercinta. Dan terpilihlah Rendang daging dan singkong khas koto kociak buatan uni nila (resep nenek).
Rendang ini di buat dari kelapa setempat yang rasanya berbeda dari kelapa tempat lain. Selain itu cara memasaknya dengan kayu bakar lah yang membuat rasa rendang ini menjadi gurih dan berbau khas sekali.

Komentar dari orang-orang yang dikasih sih katanya enaaaak banget. :)



SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Taqabbal Allahu minna wa minkum

-NUL ZULHADI & YANI SYAHRIL-


Koto Kociak adalah salah satu desa di Nagari VII Koto Talago, Kec Guguk, Kab Lima Puluh Kota (Payakumbuh), Sumatera Barat.

Wednesday, July 31, 2013

Halaman Belakang

foto last day amelia





Halaman belakang kantor saya adalah salah satu spot favorite saya. Melihat keluar dengan pemandangan hijau sangat menyejukan. Jika sore hari bisa melihat tetangga lagi berenang-berenang juga suatu hiburan tersendiri. Semua foto menjadi indah kalau foto di halaman belakang ini. :)

Tantangan 30 Hari

Tadi liat headline Tantangan 30 Hari Nonstop Ngeblog di detik, mengingatkan kembali bahwa saya pernah melakukan hal ini tahun lalu, menantang diru untuk belajar menulis, walaupun hasil akhir hanya bisa 17 hari menulis non stop (lihat tag tantangan 30 hari), sisanya susah hehehe...

Kalau sekarang sepertinya agak sulit nih, ikut tantangan itu, karena di apartemen tidak ada internet connection. Ini pun kadang curi-curi waktu senggang di kantor. Mmmm target saya sih sekarang, mulai menulis saja lagi, setidaknya blog saya tidak sepi. :)

Sunday, July 21, 2013

Dokter Kandungan & Rumah Sakit Review

Saat mereview pertama kali ini, umur kandungan saya masih 7 bulan sih, jadi nanti review ini akan saya update terus hingga lahiran nanti. 

Setelah test pack saya mulai mikir mau ke dokter kandungan mana nih. Awal nya ingin dokter perempuan, jadi saya tanya-tanya ama teman-teman saya yang lagi hamil. Referensi awal dari teman saya untuk ke Dokter Diah Kartika Sari SPOG di Kemang Medical Care. Namun saya ganti dokter pada usia kandungan 3 bulan. 

Dr. Diah Kartika Sari SPOG

Berdasarkan informasi dari teman saya, dokter ini tidak pernah periksa dalam, karena saya malas untuk periksa dalam dan beliau juga sangat pronormal dan IMD juga. Saya 2x ke dokter Diah ini. Ketika umur kandungan 5 minggu dan 11 minggu di RS KMC. 

Kalau dari jadwal praktek RS dia mulai jam 8.00 tapi kenyataan nya selalu jam 9 lewat. Pertama kunjungan dia telat karena macet, yang kedua telat karena lagi menolong ibu melahirkan. 
Dokter berkerudung yang kira-kira berumur mid 40 tahunan ini, sangat baik, informatif dan komunikatif juga. 

Waktu pertama cek, alhamdulillah kantung hamil saya langsung terlihat dengan USG luar, karena beliau bilang kalau tidak kelihatan baru USG transvaginal. 

Beliau juga tidak suka kasih banyak vitamin dan obat-obatan, saya hanya di kasih Folavit saja untuk di makan 1x sehari.  Waktu itu saya tunjukan suplemen prenatal, yang saya beli di Century, karena di rekomendasikan teman untuk makan vit prenatal. Dan beliau bilang, ini nanti saja ya bu diminumnya, di trisemester terakhir, belum perlu sekarang. 

Lalu beliau juga menjelaskan jenis-jenis makanan yang boleh dan dianjurkan untuk dimakan. Beliau menjelaskan makan 3x sehari lengkap (karbo & protein) dan variatif serta banyak buah. Tidak perlu hingga porsi 2 orang, namun di sela-sela makan di selingi dengan snack ringan atau buah. 

Sebenarnya saya disuruh kontrol 4 minggu, namun saya merasa tidak terlalu banyak keluhan berarti kecuali mabok, sehingga menurut saya 6 minggu pun tak apa. 

Lalu pada kunjungan ke2, saya hanya diresepkan vitamin Prenatin DF (Rp. 100.080/30tab) dan Cal-95 Tab (138.600/30tab). Prenatin DF ini multivitamin yang ada Fe nya, untuk antisipasi anemia.  Beliau juga aktif tanya ke saya, bilang mau tanya apa lagi pak/bu. 

Kemang Mediacal Care (KMC)

Ini khusus RS Ibu dan Anak, lokasi di jalan ampera dan tempatnya hommy sekali. Saya selalu datang pagi sehingga dapat antrian 1 atau 2. 
Untuk cek kehamilan harga nya :
pertama :
- Adm dan Buku 25rb
- Konsul Obgyn 300rb
- USG 2D 115rb 
total : 440rb

kedua :

- Konsul Obgyn 300rb
- USG 2D 115rb
Total 415rb

---

Dr. Achmad Mediana SPOG

Lalu sekitar akhir Mei, saya mengikuti talkshow mengenai Hypnobirth di acara Compassion Festival di MOI Kelapa Gading. Salah satu pembicaranya adalah Dr. Achmad Mediana SPOG. Saya sangat terkesan sekali dengan penjelasan beliau disana, dan prinsip-prinsip yang beliau anut. 

Beliau menjelaskan pada prinsipnya kenapa banyak Ibu-ibu yang takut melahirkan, karena mereka tidak siap akan kehamilan itu sendiri. Jadi sebaiknya kesiapan mental menjadi Ibu itu sudah dimiliki ketika akan memprogram kehamilan, sehingga sepanjang kehamilan hingga melahirkan mental ibu juga siap. Kesiapan ini juga harus di iringi dengan ke ikhlasan kepada Allah SWT, manusia hanya berencana namun tetap Allah SWT yang berkehendak, sehingga ibu hamil harus tetap ikhlas dengan apapun yang terjadi setelah melahirkan. 
Inti dari gentlebirth dan hypnobirthing menurut beliau adalah kesiapan mental dan keikhlasan, insya Allah bisa melahirkan dengan gentlebirth dan hpnobirthing. Karena pasti ibu itu melakukan affirmasi/berdoa yang dia inginkan berulang-ulang. Selain itu juga harus di ikuti oleh olahraga agar otot-otot pinggul juga terbentuk memudahkan jalan kehamilan (ikhtiar). 
Lalu beliau juga menjelaskan jaman sekarang ini dokter juga harus bisa melakukan pendekatan dari view pasien, bukan lagi dari view dokter. Beliau ini juga punya RUMAH KAIT (Keluarga Akrab Iman dan Taqwa) di Ciawi, kegiatan sosial beliau. 
Sehingga saya memutuskan untuk cek dengan dokter ini untuk kunjugan saya selanjutnya. 

Dari hasil search beliau ini terkenal dengan kesabaran untuk menunggu pasien lahir normal dan juga pro IMD.
Jadwal praktek beliau ada di RS Gandaria, RS Asri dan Praktek Pribadi nya di Kemang Timur 23. Saya telpon ke Praktek Pribadinya mau daftar, ternyata harus antri 2 minggu sebelumnya, dan waktu terdekat juga 2 minggu lagi. WHAT.... lalu saya daftar ke RS Asri di Duren Tiga, dia hanya praktek disitu hari selasa pagi dan jumat siang saja, namun antrian lebih manusiawi alias tidak antri. 
Pertama cek dengan beliau sesuai dengan ekspektasi, beliau komunikatif sekali dan karena kandungan saya sudah 18 minggu jadi USG sudah detail.
Saya hanya diberi vitamin Folavit dan Calplex dan suruh kontrol 6 minggu lagi. Wah sesuai dengan prinsip saya yang kontrol kandungan tidak harus sebulan sekali dan beliau juga tidak banyak kasih supplemen tambahan. 
Dokter achmad ini juga bisa di SMS dan telp ke HP nya, saya coba sekali SMS karena ada keluhan sedikit dan beliau langsung balas.

Karena tahu antri lama, saya langsung daftar untuk kontrol 6 minggu lagi di praktek pribadinya, karena saya ingin coba disana untuk hari sabtu, karena suami saya sudah pindah kantor dan agak sulit untuk ijin pagi kontrol dokter. Sudah daftar sebulan sebelumnya aja, masih dapat giliran siang jam 1, karena pagi dipakai kontrol yang ikutan senam hamil. 

Kontrol di tempat praktek pribadinya memang enak, beliau lebih komunikatif, karena alat USG yang dipakai lebih canggih. Kita dikasih lihat 4D pada akhir USG nya. Pertamanya saya tidak tahu kalau itu 4D karena dia pencet tombol dan langsung imagenya berubah menjadi berwarna kuning sehingga janin terlihat kontur nya dan bergerak aktif. 

Beliau juga menyarankan saya untuk ikut puasa ramadhan karena janin saya relatif besar, sehingga baik untuk diet juga dan sebaiknya tidak perjalanan jauh dihari lebaran. Dan jadwal cek berikutnya juga 6 minggu lagi. 

Saya tanya suami, setelah 2 dokter ini, kita mau kedokter mana untuk hingga lahiran nanti, dan alhamdulillah suami OK dengan dokter achmad. 

RS ASRI Duren Tiga

Ini adalah rumah sakit umum yang termasuk baru di kawasan Duren Tiga. Kita pilih disini karena deket juga dari apartemen. Rumah sakit ini juga nyaman, tidak kalah nyaman dengan KMC. 

Kalau dilihat dari harga lebih mahal sedikit jatuhnya dari KMC untuk kontrolnya. Berikut detailnya :
- Adm Pasien Baru 35rb --> Adm Pasien lama 30rb (ini harus bayar terus perkunjugan, kalau di KMC tidak ada)
- Konsul Dokter Spesialis C 200rb
- USG 2D Print 250rb --> kalau tidak print 200rb
Total 485rb 

Untuk biaya melahirkan saya lihat sih, tidak terlalu berbeda dengan KMC (sama-sama mahal hehehe..)
Disini ada fasilitas waterbirt tapi katanyanya sih kolamnya lagi rusak.

Praktek Pribadi Dr Achmad Mediana SPOG - Jl. Kemang Timur no. 23

Bentuk praktek rumahan, karena ini memang properti pribadi milik Dr. Achmad Mediana. Disini beliau juga punya senam aquatik ibu hamil, senam hamil, klinik laktasi, lab sederhana dan playgroud. Namun tidak melayani persalinan. Harusnya dia buat RB aja ya :)
Ini juga dekat sekali dengan kantor saya hehehe..
Dari segi kenyamanan, cukup nyaman juga karena ibu hamil dikasih bubur kacang ijo. Dan alat USG nya sudah 4D, jadi kita dikasih lihat juga gimana 4D nya pada akhir USG. 

Kalau dari biaya :
- Adm 50rb (ini ada terus setiap datang)
- Kontrol & USG 350rb
Total : 400 rb (beda tipis ya dengan KMC tapi kalau KMC mesin USG 2D aja).

Kebetulan saya cek lab untuk DL (Rp 55rb) dan GDS (Rp. 19.500)

Untuk senam hamil biayanya Rp. 75rb. 
Ketika pulang, saya sudah langsung daftar untuk jadwal kontrol berikutnya dan juga senam hamil.





Thursday, July 18, 2013

Morning Sickness a.k.a Mabok

Pertama-tama saya senang karena saya tidak mabok, namun setelah memasuki minggu 6-7 (2 minggu setelah cek dokter), fase mual menyerang. Setiap hari muntah pagi, siang dan malam. Namun syukur alhamdulillah saya muntah jika mau makan, jadi setelah muntah saya masih bisa makan, walaupun nafsu makan sudah hilang juga sih, tapi ya harus dipaksa makan juga.

Masa mabok ini hingga minggu ke 16. Jadi bisa dibayangkan 10 minggu yang sangat memabokan dalam arti sebenar-benarnya. Saya sangat tidak menyangka proses kehamilan begitu sulit. Ditambah lagi, saya kan hanya tinggal berdua dengan suami di apartemen, lalu saat itu kerjaan suami saya lagi high load banget, jadi pulang kantor selalu midnight. Setiap pulang kantor saya sudah tidak kuat mampir beli makan, karena saya harus cepat sampai apartemen untuk muntah (mual sudah sepanjang perjalanan pulang). Hampir tiap malam nangis ga kuat dengan muntah-muntah sendiri. Rasanya waktu itu sedih banget dan lemes banget. Ingin rasanya saya untuk tinggal dirumah mama saya saja, karena setidaknya makan malam saya cukup terjamin. Lalu saya coba beberapa hari saja, karena saya tidak kuat dengan jauhnya perjalanan dari rumah mama ke kantor saya. 

Sekitar 3 minggu saya naik taxi dari apt ke kantor (minggu 7 - minggu 10), setelah itu saya kadang masih bisa bawa mobil, tapi kalau lemas dan mabok sekali ya naik taxi aja. 
Saya tidak kuat dengan bau mobil saya, bau hair tonic suami saya, bau dapur kantor, bau minyak kayu putih yang di pakai di WC oleh suami saya. Lainnya sih oke aja. Saya juga tidak minum obat-obatan anti muntah, semua saya tahan aja. Sempat sekali saya minum Ondavel yang saya minta dari teman saya yang lagi hamil juga di kantor.

Alhamdulillah, saya masih kuat ke kantor, saya hanya 2 hari tidak masuk kantor karena lemes banget tidak bisa ke kantor, walaupun saya selalu muntah-muntah di kantor. Terlepas dari itu semua...saya bersyukur masa-masa itu sudah lewat, dan hanya sampai 4 bulan saja. Setelah itu energy kembali seperti awal dan bisa menjalankan aktivitas normal. Jadi bersyukurlah para waninta yang hamilnya tanpa mabok dan mual.

Dari pengalaman mabok itu, berikut tips yang mungkin bisa membantu :
1. Siapkan permen, andalan saya adalah permen jahe sunny ville golden ginger, walaupun setelah 2 kaleng tidak mempan lagi sih hehe..), lalu permen pedas (ini titip ama teman belinya)
setiap rasa mual mulai menyerang, buru-buru deh makan permen...

2. Jangan biarkan perut kosong karena kalau kosong akan sakit muntahnya, at least ada air putih yang di muntahkan. 

3. Kurangi makan pedas, karena kalau muntah rasanya perih banget dileher walaupun dengan bersamaan makan pedas juga bisa menambah selera makan yang membuat tidak mual. (bingung ya hehehe..)

Alhamdulillah...saya hamil

Memasuki tahun baru 2013 ini, kami (saya dan suami), mulai memikirkan untuk resolusi punya anak. Mengingat umur kita yang sudah tidak muda lagi juga, sepertinya tidak boleh di tunda untuk punya anak. Bulan Januari 2013 ini memasuki 6 bulan pernikahan kami. Usaha untuk punya anak belum terlalu banyak dilakukan, kecuali hitung masa subur dan berdoa. Hitung masa subur antara pengetahuan saya dan pengetahuan suami juga berbeda, sehingga selalu selisih hari. hahahaha...

Bulan Februari, saya dan suami sudah sepakat, jika belum hamil dalam waktu dekat akan segera cek ke dokter. Saya juga sudah tanya dengan teman saya di kantor yang sudah berhasil hamil dan sudah melalui proses cek up di RS Sammarie dengan Dokter Jacob. Tapi saya maunya kalau cek up pun ke dokter perempuan, jadi saya udah mulai mau cari dokter perempuan. 

Seharusnya bulan februari itu saya dapat menstruasi tanggal 12-13 Februari, dengan siklus sekitar 29-30 hari yang mana sebelumnya saya menstruasi tanggal 14 Januari 2013, tapi sudah tanggal 14 Februari ko belum mens juga ya, firasat saya menyatakan saya hamil. Deg-degan berat, ingin segera tes pack. Pulang kantor saya langsung mampir ke apotek untuk beli test pack, beli 2 buah, yang murah Rp. 6000 (unbranded) dan juga yang aga mahalan dikit Rp. 15.000 (brand sensitive). Penasaran banget, sampai apartemen saya langsung tes dong, padahal kan baiknya tes kehamilan itu pagi hari. Hasilnya, 2 strip samar-samar sekali. Ragu tapi feeling saya menyatakan saya hamil. Saat itu sekitar jam 7.30 pm dan saya langsung telpon suami saya untuk memberi kabar bahagia. Suami saya langsung berucap syukur alhamdulillah dan bilang akan langsung pulang. Sampai di apartemen suami bilang suruh coba lagi besok pagi buat lebih yakin lagi. Pagi harinya saya langsung coba lagi dan hasilnya juga masih strip 2 samar. Kami berdua rasanya ingin langsung ke dokter kandungan, namun kami bersabar nunggu hingga minggu depannya. Kami rencanakan tanggal 20 Feb baru ke dokter kandungan untuk cek. 

Hasil tes pak
 
Setelah saya tanya informasi ke teman saya yang sedang hamil juga, dia cek ke KMC (Kemang Medical Care) di Jalan Ampera oleh Dokter Dyah SPOG, karena saya juga mencari dokter perempuan *saat itu. Kami kesana pagi hari setelah apointment dan dapat antrian no. 2. 
Pertama cek up yang dicek adalah kantung hamil. Dari USG external saya sudah terlihat kantung hamil nya, jadi tidak perlu USG dalam. Usia kandungan 5minggu, ukuran kantung 8mm. Alhamdulillah...saya hamil.  Semoga kehamilan ini diberi kelancaran dan janin bisa berkembang dengan sehat dan sempurna. Aamiin.

USG pertama 20/2/13

Note :
Seminggu itu saya refleksi diri, subhanallah, sepertinya memang kekuatan doa lah yang bekerja. Pada tgl 24 Januari, kami berdua mendatangi kajian dari Syeh Ali Jabber di mesjid BI. Beliau mendatangkan keluarga dari Mesir dimana sekeluarga itu hafidz al quran beserta ke3 anaknya yang masih kecil-kecil. Di situ kami berdoa agar di beri keturunan seperti Zaeenah, anak perempuan yang cantik dan hapal al quran. Saya sangat yakin kehamilan saya adalah doa ijabah atas doa kami di mesjid BI.

Para Hafidz Cilik dengan Syekh Ali Jabber





Monday, July 01, 2013

Trip ke Pulau Tidung

Perjalanan ini sebenernya udah lama (Nov 2012), namun saya masih ingin berbagi tentang perjalanan ini. 
Waktu itu saya sudah sakau ingin ke pantai, ingin sekali berenang di pantai. Tapi mengingat dengan limited budget, jadi mikir lah mau ke mana ya enaknya. Belitung, Lombok? mmm jauh dan kurang persiapan kayanya kurang sreg dan malah bisa jadi trip mahal. Cari-cari informasi jadi kami (saya memaksa suami) untuk ke P. Tidung. Suami saya sih ikut saja, karena ini salah satu weekend gateaway sebelum saya masuk ke kantor baru. 

Saya cari info di website dan dapatlah Pak Munawar (085810335502) untuk travel ke P. Tidung. Jadi kalau ke Pulau Tidung ini agak sulit pergi sendiri karena nanti susah dapat penginapan nya juga. Karena kita cuma berdua jadi jatuh per orangnya Rp. 850rb untuk 3 hari 2 malam all in. Kalau lebih banyak bisa lebih murah, karena mereka membagi tempat penginapan sebanyak orang yang pergi. Rata-rata 1 rumah bisa muat hingga 8 orang. Sesuai dengan rencana kita berangkat hari jumat dan pulang hari minggu.

Hari 1 - 16 Nov 2012
Hari jumat itu kita janjian dengan orang nya Pak Munawar SPBU Pelabuhan Muara Angke. Saya yang belum pernah ke muara angke agak terkesima juga dengan keadaan disana. Ternyata SPBU ini adalah tempat pertemuan para turis dengan guide nya. Jadi banyak sekali orang di sini. Untung kita segera bertemu dengan orangnya Pak Munawar, sehingga kita segera di bawa ke dalam pelabuhan untuk naik ke kapal. Masuk ke dalam pelabuhan ini buueeceek banget dan bau. 
Jalan menuju darmaga di Muara Angke - Lorong becek
Lalu untuk ke kapal pun harus melewati kapal-kapal lain. Kita naik kapal yang masih kosong. Kita naik di sebelah atas, tapi kita tidak bisa berdiri dalam kapal ini, jadi harus nunduk dan merangkak. Aga strees juga sih naik kapal seperti itu. Kita sebelum berangkat tadi minum antimo, karena saya dan suami termasuk mabok laut. Jadi pas sampai kapal rasanya ngantuk sekali. Saat itu masih jam 6.30 pagi dan kapal baru jalan sekitar jam 8.00. Tapi dari naik kapal, hingga sampai di P. Tidung kita tidur terus. Enak sih tapi ngantuk antimo membuat kita seperti orang ke sirep. 
Sampai di P. Tidung sekitar jam 10 pagi. Ternyata rombongan dan kapal yang menuju P. Tidung itu banyak sekali. Begitu sampai kita langsung di bawa ke penginapan. Penginapan ini rumah ada AC nya, dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi serta 1 TV. Kapasitas untuk 8 orang. Jadi di rumah yang lumayan besar itu hanya di isi oleh kami berdua saja. Mungkin karena dekat laut (amis) sehingga banyak sekali lalat di kamar tersebut. Saya minta obat semprot serangga, sehingga lumayan lah untuk mengurangi lalatnya. 
Hari ini kita tidak kemana-mana, lebih banyak di penginapan saja dan sore untuk berkeliling pulau dengan bersepeda. 

Penginapan dari depan
Kami bersepeda dari ujung ke ujung. Dari ujung jembatan cinta (timur) hingga ke tanjong barat. Dengan menggunakan sepeda pulau ini bisa di kelilingi hanya 1 jam saja. kecil sekali ya. Namun hari itu mendung, sehingga kami tidak bisa melihat sun set di bagian barat pulau tersebut. Kami belum berenang, karena rencananya besok seharian mau berenang dan snorkling. Secara pemandangan juga P. Tidung ini juga tidak terlalu indah. Tidak ada spot yang membuat saya terkesima.
 
Menuju Area Jembatan Cinta


Di Gate Jembatan Cinta


Di  Tanjong Barat - pantai nya jelek juga


Sore itu, area jembatan cinta ruaamai sekali, menurut kami sangat tidak nyaman. Kami juga bertanya di area mana pantai yang bisa di renangi, ternyata hanya pantai di area tersebut saja. Di area tersebut juga ada water sport seperti banana boat dan kanoe. 

Untuk makan kami sudah disiapkan di penginapan, sehingga kami tidak perlu membeli-beli lagi. Tapi menunya standar ya, Nasi putih, lauk (ikan atau ayam), sayur.

Hari ke 2 - 17 Nov 2012
Kami berangkat sekitar jam 8 pagi, setelah sarapan pagi. Kami menuju perahu yang akan membawa kami snorkling. Perahu itu untuk kami berdua saja beserta guidenya. Guide nya ini membawa camera underwater untuk memotret kami dalam air. 
Pertama-tama kami ke Pulau tetangga (lupa euy namanya), pulaunya lebih kecil dan berpenduduk juga. tapi bukan tempat wisata. Kami makan bakso di situ. Lalu kami melanjutkan perjalanan untuk snorkling. Tempat snorkling nya lumayan enak dan masih sepi, karena biasanya orang datang ke P. Tidung ini hanya sehari. Jadi kalau sehari itu begitu sampai P. Tidung mereka langsung snorkling dan sore main air di area jembatan cinta.  Kondisi laut lumayan bening dan bisa lihat aneka ikan-ikan dan terumbu karang. Di laut masih ada sampah juga sih, namun tidak banyak. Tapi kalau dibandingkan sama Belitung, ya jauh sekali sih hehehe... 
Kami snorkling cukup lama, sampai guide nya bilang kalau masih mau lanjut, kita harus pindah kapal. Namun saya dan suami tidak mau kalau harus di gabung, karena pasti tidak flexbel sesuai keinginan kami. Jadi kami cukupkan snorkling di tengah laut dan minta di antar ke area jembatan cinta saja untuk berenang di area tsb saja. 


Snorkling




Lalu kami main-main di area tersebut. Kami mencoba loncat juga dari jembatan cinta yang fenomenal itu :)
Terjun dari ketinggian sekitar 3 m, rasanya seperti tersedot, mana pas jatuh pantat saya duluan, alhasil pantat saya rasa sakit sekali. Saya hanya mencoba 1x saja hehehe...Langsung membayangkan bagaimana si Felix yang terjun dari luar angkasa itu ya. 






Setelah itu kami main banana boat dan kanoe. Rasanya sekitar 40rb untuk 2 water sport per orang. Menurut saya harga watersportnya masih masuk akal di bandingkan di Bali hehehe..



Puas main banana boat dan kanoe kami jalan kaki menuju penginapan kami. Selain itu area Jembatan cinta sudah semakin ramai. Jalan kaki sekitar 30 menit lah sambil menikmati suasana P. Tidung yang lumayan teduh juga. 
Suasana di P. Tidung

Sampai penginapan kami bersih-bersih dan duduk-duduk di depan penginapan saja. Rencana mau keliling pulau lagi malas juga karena pemandangan nya juga tidak terlalu indah. Akhirnya kami leyeh-leyeh saja. 
Pemandangan dari penginapan
Katanya sih malam mau di kasih makan malam seafood. Kami sudah senang saja. Tapi ternyata seafood bakar seadanya heheheh... menurut kami kurang istimewa lah. (saya tidak foto karena gelap-gelapan). 



Dan kami langung bilang ke guide kami, bahwa kami mau pulang ke jakarta dengan kapal pertama. 

Hari ke 3 - 18 Nov 2012
Kami sudah siap dari jam 7 pagi, karena jam 7.30 kami sudah harus ke darmaga, agar bisa mendapat posisi di kapal yang enak. Pagi itu hujan sehingga lumayan juga jalan kaki 15 menit hujan-hujanan (pake payung sih hehehe..).   Berdasarkan pengalaman kami tidak mau lagi minum antimo karena bisa tidur seharian lagi hehehe...
Suasana Darmaga P. Tidung


Begitu sampai darmaga, kami sudah langsung naik ke kapal dan mencari posisi nyaman. Karena hujan jadi dalam kapal pun basah, tapi kami pasrah saja lah. Karena kami ingin segera sampai di jakarta saja. 

Nah ini loh suasana dalam kapal nya
Ini pas mau turun kapal, susah ya hehehe...

Di perjalanan juga hujan, namun menjelang masuk jakarta tidak hujan lagi. Kami sampai jakarta sekitar jam 10 pagi. Tapi di daerah muara angke tsb susah sekali mencari taxi, sehingga kami putuskan untuk naik angkot dulu baru nanti cegat taxi di jalan saja. Ketika kami di angkot hujan turun deras sekali, dan kami di turunkan di pangkalan taxi blue bird Pluit Mall, alhamdulillah walaupun sedikit kehujanan tapi kita sudah di jakarta. (walaupun P. Tidung juga jakarta sih..)

Dari perjalanan kali ini kami simpulkan tidak perlu di ulang lagi ke kep seribu baik P. Tidung, P. Pramuka atau Pulau lainnya karena kami tidak tahan dengan Muara Angke dan Kapalnya. Selain itu jika mencari laut, lebih baik langsung ke Bali, Belitung, Lombok atau lainnya. Btw, saya belum pernah ke Lombok sih tapi suami saya yang sudah pernah hehehe.. 

Kalau harus kasih bintang atas liburan kali ini, kayanya saya kasih bintang 2.5 aja ya,  mau kasih bintang 1 ga tega juga hehehe.. not really recommended place to visit for couple, mungkin kalau rame-rame masih tertolong dengan kebersamaannya. Beda dengan Belitung yang sepertinya masih pengen di ulang kesananya.