Showing posts with label Amira. Show all posts
Showing posts with label Amira. Show all posts

Monday, September 03, 2018

Pilihan Sekolah Playgroup / TK untuk Amira -- TK Tunas Wiratama

Cerita ini menyambung cerita 2 tahun lalu mengenai Survey Playgroup Area Rawamangun dan Pilihan Sekolah. Dan sepertinya baiknya saya ceritakan karena salah satu topik yang banyak di cari orang. 

Dulu Amira sempat sekolah di Rodin Alu-Alu dan Sunan Drajat. Kita pilih rodin belum tahu akan pindah ke Sunan Drajat. Rodin di Alu-Alu selain dekat dengan rumah kita bisa sepedaan adalah playgroundnya luas dengan bak pasir dan bisa bermain sepeda juga. Amira sempat 4 bulan sekolah di Alu-Alu ini. Pas pembagian rapot baru di info jika akan pindah ke Sunan Drajat. Jadilah mau tidak mau ikut pindah dong. 

Mulai tahun ajaran 2016/2017 pindah ke Rodin Sunan Drajat. Kalau untuk kondisi bangungan memang lebih baik, lebih terang namun lebih kecil. Tapi yang disayangkan adalah playgroundnya menjadi kecil sekali, area bermain kecil tidak bisa main sepeda, tidak ada bak pasir lagi. 
Amira pas sekolah disini agak kurang semangat, kita selalu cari cara untuk membuat dia sekolah. Dan perkembangan emosional masuk ke fase tidak mau ditinggal. Setiap sekolah minta ditemenin masuk ke dalam yang sebelum-sebelumnya tidak terjadi. Akhirnya karena kita tidak mau membuat sekolah menjadi beban ke Amira akhirnya kita berhenti setelah terima rapot semester pertama. Amira di rumah saja dengan saya. Kebetulan memang saya juga hamil besar saat itu. 

Menjelang saya melahirkan Amira sudah mulai bosen di rumah dan minta main terus, lalu saya bilang kalau mau main sekolah lagi saja ya, dan dia menyetujuinya. Sambil saya browsing-browsing sekolah yang bagus di sekitaran rawamangun yang maunya playground luas. Lalu saya ketemu cerita dari blog empat kembara tentang TK Tunas Wiratama. Menurut saya keren banget dan sesuai dengan sekolah-sekolah yang saya cari. Namun karena saat itu saya sudah harus lahiran dan sekolah sudah libur jadi saya belum survey. Rencana mau langsung trial saja nanti pas masuk sekolah tahunan ajaran 2017/2018.

Lalu dibulan Juli 2017 Amira trial 2/3 hari saja, sebenernya dikasih kesempatan seminggu trial namun baru sekolah 2 hari langsung drop asma kambuh :(. Tapi over all amira suka dan mau sekolah lagi disitu. 

Yang sangat saya sukai dari sekolah ini adalah konsep sekolah ini yang mana adalah metoda pembelajaran sistem sentra (ada 5 sentra) dimana setiap hari anak akan pindah-pindah sentra (moving class) sehingga anak tidak bosan. Adapun 5 sentranya yaitu Sentra Bermain Peran, Sentra Bahan Alam, Sentra Seni&Kreativitas, Sentra Persiapan dan Sentra Rancang Bangun. 
Untuk materinyapun memakai tema bulanan yang diturunkan menjadi tema mingguan. Selain itu sekolah tidak mengajarkan baca tulis dan juga drilling lainnya. Kegiatan lebih banyak di lantai atau bergerak. Meja dan kursi ada di beberapa sentra saja buat kegiatan namun bukan seperti duduk di kelas gitu yang menghadap depan namun bentuk lingkaran. 
Selain itu didukung oleh fasilitas sekolah yang seperti hall ruang terbuka tanpa AC, playground besar di alam terbuka, ada kolam renang, banyak hewan peliharaan juga. 
Untuk TK kegiatan jam 8.00 hingga 11.30 sedangkan untuk KB kegiatan dari jam 8.00 - 10.30. 

Sekolah ini milik Pak Muhtar Wiratama dengan Penasehat Kak Danang Sasongko dan Kak Lia dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Bangunannya sudah milik Pak Muhtar jadi kemungkinan pindah-pindah masih kontrak tidak ada. Pengalaman buruk di Rodin menjadi pertimbangan. Lantai 1 dipakai untuk sekolah semua, Lantai 2 dipakai untuk kelas KB dan juga studio foto Hera Pictures (Istri Pak Muhtar namanya ibu Hera fotografer profesional) dan Lantai 3 adalah tempat tinggal Pak Muhtar.              

Awal sekolah Amira saya masukan di KB (kelompok bermain) atau Playgroup karena memang rencana mau SD di umur 6 tahun 8 bulan. Namun saya baru diinfo setelah sebulan sekolah jika kalau KB itu kelas akan di atas dalam ruangan walaupun masih pakai konsep sentra dimana materi berubah2 namun hanya materi saja, kelas tetap di atas bukan moving class. Ini sangat bertentangan dengan tujuan saya masukan amira ke TK ini. Jadi karena saya tidak bisa merubah sistem sekolah jadi Amira yang di pindah ke level TK A dan akan diobservasi selama 1 bulan apakah bisa mengikuti teman-teman lain atau tidak. Alhamdulillah Amira bisa mengikuti semua kegiatan TK dan terlihat happy sekali, jadi diteruskan di TK A. 

Dengan dimasukkan di TK A, Amira diberi stimulasi lebih dan juga berteman dengan anak-anak yang lebih besar dari dia, memang hasilnya lebih baik. Secara emosional berkembang baik sekali. Terlihat sekali di semester 2 yang mana awal sekolah masih belum bisa lepas dari saya. Untuk pergi field trip dari sekolah tidak mau tanpa saya. Di semester 2 sudah mau pergi field trip sendiri dan ingin pergi sekolah terus. 

Pas liburan panjang kemarin saja setiap hari tanya kapan sekolah masuk. Amira merasa rugi kalau tidak pergi ke sekolah, karena disekolah main terus. Sekarang ini masuk ke TK B, namun belum tahu apakah akan mengulang TK lagi atau masuk SD. Nanti kita lihat situasi dan kondisi lagi.
   

TK Tunas Wiratama
Jl. Rawamangun Muka Timur No. 35, Rawamangun
(Sebelah toko bangungan)
Telp 085200085299
web : tunaswiratama.wordpress.com




Sunday, April 17, 2016

Survey Playgroup Area Rawamangun dan Pilihan Sekolah

Ketika saya mulai menjadi Full Time Stay At Home mom, saya mulai mencari aktifitas untuk Amira.
Papa amira pun mulai menyuruh untuk menyekolahkan Amira. Saya sebenarnya sudah survey beberapa daycare yang ada sekolahnya, ketika waktu itu ada waktu 2 minggu dimana Amira tidak ada yang jaga, jadi saya sudah punya bayangan juga. Namun ketika mau mencari playgroup saya mulai mencari lebih serius lagi.

Berikut hasil survey saya :
1. Papa amira mau menyekolahkan di At Taqwa yang lokasi di seberang lapangan golf, karena kebetulan keponakan kami dua orang bersekolah disitu, namun sayang amira belum bisa masuk tahun ajaran 2016/2017 ini karena persyaratan mereka harus sudah 3 tahun bulan Juli 2016, sedangkan Amira baru 3 tahun bulan November nanti. Untuk biaya sekitar 7-8 juta dengan bulanan sekitar 600rb.

2. Saya juga sudah lihat Kindy di area UNJ satu lokasi dengan Kantin Kebun, lokasi di halaman rumah dosen UI. Rumahnya Asri, namun lokasi terlalu croweded banyak orang lalu lalang dan parkiran susah karena harus bareng dengan kampus UNJ. Disini bisa masuk sewaktu-waktu. Biaya sekitar 5-6 juta.

3. Saya juga survey ke Muhammadiyah Rawamangun tapi sama dengan At Taqwa umur tidak mencukupi. Dan biayanya pun sekitar 8-10 juta.

4. Mentari Intelegensia - Ex Tumbletots - Jl. Balaipustaka. Ini untuk anak dibawah 3 tahun masih harus didampingi masuk kelas running dan memang kurikulum lebih ke motorik kasar. Biaya pendaftaran 1.750.000 dan pilihan seminggu sekali Rp. 400.000, 2x seminggu Rp. 500.000 dan 3x seminggu Rp. 600.000.  Jika sudah lebih dari 3 tahun baru masuk kelas Play Group. Bisa trial jika mau.

5. Taman Bermain Rodin - Jl. Alu-alu - Ex Sanggar Bona. Pertama survey dulu bulan november sih tampak kumuh karena di Rumah, tapi pas bulan maren saya kesana lagi sudah bagusan karena sudah di cat. Kurikulum juga montesorri alias bermain terus. Masuk kelas 3x seminggu dan hanya 2 jam 15 menit, dari jam 8.00 hingga 10.30. Biaya sekitar Rp. 5 juta dan bulanan Rp. 560rb. Bisa trial jika mau.

6. RA Babbusalam - Jl. Cipinang baru, Mesjid Babusalam. Ini lokasi di bawah mesjid, aga gelap tapi murah meriah menurut saya. Biaya bulanan hanya Rp. 60.000. Area bermain di halaman mesjid.

Dalam memilih sekolah sebenenarnya saya belum mau sekolah yang masif seperti At Taqwa, Al Azhar, Muhammadiyah, Tadika Puri. Saya maunya amira nyaman dan intimate dengan gurunya. Selain itu belum mau mahal-mahal dulu karena masih playgroup yang mana pasti banyak bolosnya.
Akhirnya saya trial di Taman Bermain Rodin dan Amira pun suka langsung. Dan saya pun memilih Taman Bermain Rodin sebagai tempat bermain Amira sekarang.  Adapun jadwal di sekolah bermain motorik kasar, motorik halus tempel/mewarnai/dll, makan dan pulang.

Saya juga memantapkan pilihan disini karena 2 orang teman saya merekomendasikan tempat ini dan kepala sekolah At Taqwa pun merekomendasikan untuk sekolah disitu.  Selain itu lokasi juga tidak macet dan aman untuk naik sepeda.  Rencana saya sih akan cari TK serius jika sudah saatnya TK besar nanti. Saya sih menaksir TK Nabawi.

Note : Foto-foto di Taman Bermain Rodin menyusul

Sudocream - Cream untuk ruam popok, gatal alergi pada bayi

Cream ini saya kasih bintang 5. Sempurna. 

Sebagai ibu baru, ketika anaknya ruam popok pasti dong khawatir banget. Saya sudah coba berbagai cream dari yang mahal sebamed hingga switsal popok, tapi ruam popok ketika amira bayi tidak juga sembuh. Ruam popok amira pada selangkangan pahanya. Jadi hingga amira umur hampir 6 bulan selalu ruam merah selangkangan pahanya. 

Waktu itu saya direkomendasikan oleh teman untuk coba sudocream katanya ampuh, hanya ada di Mothercare Indonesia. Alhamdulillah setelah dipakaikan ke amira ruam popok langsung kering setelah 2-3 hari pemakaian. 

sumber : google


Sudocream ini juga dipakai untuk lengan amira yang sering gatal karena alergi kalau keringetan. Selain itu orang dewasa juga bisa pakai kalau lecet atau gatal karena karet atau pas lipatan. Saya, suami dan kakak saya pun pakai cream ini. 

Harga cream ini Rp. 119.000 dengan kemasan 125g. Value for money. Walaupun menurut saya kemasan ini terlalu besar. Saya selalu kasih rekomendasi ke teman saya dan biasanya saya suka kasih sedikit di pot kecil, kalau cocok jadi bisa beli sendiri ke mothercare. Karena rasanya sayang kalau sudah beli ternyata tidak cocok. Tapi dari semua teman yang saya kasih, mereka semua cocok. 

Jadi kalau ada gatal-gatal atau ruam2, sudocream lah penyelamatnya.  :)

Friday, March 25, 2016

Ketika memilih menjadi "Stay at home" Mom

Kalau kata orang menikah itu akan merubah kehidupan, menurut saya hamil dan memiliki anak lah yang sangat merubah kehidupan. Waktu masih berdua saja dengan suami rasa masih sama hanya penyesuaian sedikit saja karena kami termasuk sama-sama independent.

Kehidupan saat kehamilan mulai berubah apalagi saya termasuk yang mabok berat ketika hamil. Kehadirnya Amira lah yang merubah semuanya. Kehidupan saya sepertinya sudah untuk Amira. Saya memutuskan untuk berhenti berkarir pada akhir November 2015. Beberapa orang menyayangkan keputusan saya, seperti WA mantan bos saya ketika mengetahui pilihan saya bilang “Ga sayang yan? Kan kamu pintar?” tapi Alhamdulillah keluarga inti saya mendukung keputusan ini.

Memang menjelang resign ada ketakutan tidak punya uang sendiri seperti saat bekerja yang punya uang berlebih untuk ini itu. Tapi saya yakin rejeki itu akan datang dari arah yang tak terduga. Saya  hanya memantapkan hati untuk Lillahi Ta’ala mengurus anak dan keluarga. Idealnya sih punya usaha tapi saya belum kepikiran mau usaha apa. 

Sistem pendukung alias asisten rumah tangga memang berperan penting. Tidak adanya orang untuk mengasuh anak saya ketika saya kerja yang memicu saya untuk berhenti. Suster yang sudah cocok dengan Amira memutuskan menikah dan lalu hamil sehingga dia minta berhenti setelah lebaran 2015. Setelah itu lah Amira gonta ganti pengasuh. Selain itu ibu saya kecelakaan jatuh sehingga kakak saya harus menjaga ibu saya dan saya harus pindah ke rumah sendiri yang sebelumnya saya tinggal bersama ibu dan kakak-kakak saya.  Saya tidak percaya dengan pengasuh baru kalau nanti tinggal di rumah sendiri dan amira tanpa pengawasan orang terpercaya.

Situasi kantor juga menjadi pemicu, kantor ganti management. Dimana management sebelumnya sangat friendly dengan ibu pekerja, sedangkan baru tidak.  Bos baru juga demanding sekali. Jadilah saya membulatkan tekad untuk menjadi Ibu Rumah Tangga.

Alhamdulillah sudah 4 bulan saya di “rumah” saja. Rata-rata teman saya tanya bagaimana kondisi saya apakah bosan atau tidak? Alhamdulillah di rumah saja itu juga pembelajaran hidup baru untuk saya yang selama ini selalu “melala” dan tidak betah kalau dirumah saja. Saya belajar menikmati kehidupan sekarang,  belajar menghandle tantrum amira, belajar bermain dengan amira, belajar masak, belajar menata rumah.

Memang sekarang Amira jadi “lengket” banget dengan saya. Kadang saya mandi pun ditangisi didepan pintu, saya pipis dan pup pun minta pangku. Sampai sekarang pun mau disapih susah sekali karena maunya saya “weaning with love”.

Ada juga teman saya yang bertanya ada rencana untuk bekerja lagi ga? Mmm untuk sementara ini sih belum ada niatan. Kalau pun iya kerja lagi, lokasi kerja serta posisi menentukan. Area rawamangun, pulogadung atau kelapa gading masih bisa di pertimbangkan dan harus flexi hour atau partimer. Yang pasti sudah tidak bisa lagi masuk jam 8 pagi hehehe.

Menjadi ibu pekerja atau ibu “stay at home” itu memang pilihan dan tergantung situasi kehidupan masing-masing. Tidak perlu menghakimi mana yang lebih baik. Karena semua ibu ingin memberikan terbaik untuk anaknya. 

Friday, October 23, 2015

Tips traveling dengan anak bayi

Saya alhamdulillah sudah beberapa kali jalan2 jauh dengan amira. Dari yang naik mobil hingga naik pesawat. 
Beberapa tips untuk traveling dengan anak bayi/ anak dibawah 2 tahun. 

  1. Siapkan semua kebutuhan dalam koper dan juga dalam diapers bag.
  2. Pakaikan pakaian yang nyaman dan sepatu/sendal yang nyaman. 
  3. Kebetulan amira ASI jadi saya tidak repot dengan susu, tapi lately saya suka bawa susu ultra mimi.
  4. Stroler : jika naik mobil saya bawa tapi kalau naik pesawat saya tidak bawa. 
  5. Makanan : dulu waktu dibawah 1 tahun saya bawa makanan khusus, tapi setelah 1 tahun tidak lagi, karena sudah bisa ikutan makanan dewasa non pedas. Amira sudah bisa makan nasi dan lauk pauk dewasa dari umur 9/10 bulan.
  6. Selalu bawa tempat makan kosong untuk ngebekal breakfast dari hotel. 
  7. Selalu bawa tempat minum, walaupun belakangan ini amira sudah bisa minum dari botol aqua. 
  8. Kalau saya selalu bawa diapers dari rumah. Hitung jumlah pemakaiannya, kalau kurang bisa beli di tempat liburan. 
  9. Jumlah pakaian dihitung berdasarkan kebutuhan lama menginap/traveling serta di spare 2-3 pasang lagi. Karena adakalanya anak mabuk perjalanan atau keringetan sekali. 
  10. Bawa spare lebih baju untuk mama/papa nya, kadang amira mabuk perjalanan sehingga muntah dibaju saya. 

Selamat jalan-jalan moms

Wednesday, March 11, 2015

Biaya Imunisasi Anak

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, berapa sih biaya imunisasi itu. Setelah biaya kontrol hamil, biaya melahirkan, kan mulai dengan babak baru mengimunisasi anak. Saya pro vaksin, walaupun ada beberapa kali suami saya menchallenge pertanyaan seputar kenapa harus vaksin. 


Amira vaksin di RS Asri duren tiga, jauh aja dari rumah, tapi berhubung mau kontrolnya dengan dr Made Indra Waspada SpA tak apalah jauh ke duren tiga. 


Biaya vaksin di RS Asri duren tiga itu dibagi beberapa yaitu biaya obat vaksin, tindakan dokter, admin pasien dan konsultasi dokter. Kalau dari biaya obatnya sih relatif standar alias murah kalau dibandingkan dengan harga vaksin di Rumah Vaksin. Tapi biaya lainnya itu sampai Rp. 300.000 (tindakan dokter Rp. 60.000, admin Rp. 30.000 dan konsultasi dokter Rp. 210.000). Jadi selisih dengan rumah vaksin hingga Rp. 300.000 perkunjungan. 


Ini price list harga beberapa vaksin tahun 2014 di RS Asri ya

1.       Infanrix untuk DPT, Hib, Polio : Rp. 445.252

2.       Infarix Hexa : Rp. 508.860

3.       Polio Oral : Rp. 77.158

4.       Synflorix untuk PVC : Rp. 558.332

5.       Rotarix untuk Rotavirus : Rp. 289.767

6.       Vaksin campak : Rp. 155.512

Lumayan mahal, tapi kalau mau murah bisa vaksin dasar ke puskesmas atau alternatif ke Rumah Vaksin. Saya pernah ke Rumah Vaksin pusat untuk sunat amira, antrinya ampun-ampun yang kebetulan hari sabtu, datang jam 10 pagi baru dapat giliran dan 1.30 siang, tidak bisa pakai perjanjian. Mungkin kalau datang hari biasa atau ke Rumah vaksin cabang lain lebih baik antriannya. 


Tapi yang penting jangan lupa ya buat imunisasi. Alhamdulillah amira selama ini sehat selalu.

Review Pompa ASI - Breastpump

Saya hanya pakai 2 jenis pompa dari satu merek yaitu Medela Harmoni dan Medela Mini Elektrik (minel). Alhamdulillah kedua pompa ini hadiah dari rekan kerja saya dan suami. 

Medela Harmoni – over all nilai 8

Performa : Ok banget bisa mengosongkan payudara to the max, walau kadang masih harus saya marmet lagi sih.
Spare part : simple, hanya botol, katup, tutup, corong dan tungkai.
Membersikan dan pecucian : mudah kecuali bagian katup harus hati-hati agar karet tidak sobek.
Kekurangan : awalnya pegel tapi lama kelamaan terbiasa juga sih.
Kelebihan : Bisa dipakai dimana saja, tidak tergantung dengan listrik.


Medela Mini Elektrik – over all nilai 6

Performa : Kurang ok, kurang menyedot. Dari pertama dapat seperti itu, sudah di service lebih baik tapi tetap saja harus dilanjutkan dengan medela harmoni. Misal pakai pakai minel cuma dapat 50 ml, tapi kalau dilanjut dengan harmoni bisa hingga 150 ml. Jauh sekali kan performanya.
Spare part : ada kabel ke listrik dan motornya.
Membersihkan dan pencucian : sama seperti harmoni saja.
Kekurangan : kurang menyedot dan berisik banget seperti mesin potong rumput, tidak bisa dipakai dimana saja.
Kelebihan : tidak pegal :)

Saya pernah mencoba Pigeon manual dan Tommy Tipe manual tapi menurut saya kurang rekomendasi, entah saya yang tidak bisa pakainya atau bagaimana tapi yang pasti tidak bisa menyedot.

Tuesday, August 12, 2014

Amira Bertamasya

Amira sudah kemana aja ya...

Ke Ancol (27 Desember 2013) - Pertama kali dalam rangka merayakan ulang tahun papa kita ke ancol dan kedua kalinya pas nemenin mama tugas dan lari acara lari Nova.

27 Des 2013


27 April 2014 - Abis lari 5 K



Ke Kebun Binatang Ragunan (31 Juli 2014) - Terinspirasi dari film We bought a zoo, kita jadi ingin sekali ajak amira ke kebun binatang, dan terealisasi ketika liburan lebaran.
Selfie dengan Gajah


Ke Bandung (1-3 Agustus 2014) - Ini liburan lebaran juga...
Di The Valley Hotel

Ke Taman Mini Keong Mas dan Naik Kereta Gantung. - Ini dalam rangka nemenin mama tugas sambil bertamasya.
8 Mei 2014 - temenin mama ke Keong Mas
 
9 Agustus 2014


AQUATIC BABY INDONESIA



Amira menyelam


 
Pernah dengar Aquatic Baby dong, yang sedang happening di luar negeri. Pernah liat video bayi berenang juga kan yang beredar di FB. Nah dimotivasi dari video itu, pengen banget ajak amira belajar renang dari bayi. Alhamdulillah, dapet informasi ini dari teman kantor, saya dapat forward email kalau aquatic baby indonesia sedang buka kelas term baru. Tanpa menunggu lagi saya langsung telpon dan booking. Saya dan suami menyempatkan diri untuk survey lokasi juga. Kami langsung sreg dan transfer untuk ikut kelas. Saat itu amira baru 5 bulan 3 minggu.


Kolam renang ini berada di dalam rumah pemiliknya (orang tuanya Mbak Angga). Mbak Angga sendiri mengambil sertifikat instruktur di Inggris ketika menemani suaminya di Inggris dulu. Nuansa rumah tropis sangat nyaman banget. Fasilitas kamar mandi juga lumayan banyak, 2 indoor dan 2 outdoor. Dan kolam renangnya juga rendah kaporit sepertinya, karena untuk bayi-bayi dan private juga.


Satu kelas maksimal 8 orang bayi, karena kalau lebih dari itu kolamnya akan croweded sekali. Satu sesi selama 30 menit dan satu term sembilan kali pertemuan. Total ada tujuh level. Minimal bayi umur 6 bulan dan maximal 24 bulan (2 tahun) untuk mulai level 1. Jadi kelasnya terbatas sekali.


Biaya per term Rp. 1.050.000 saja. Menurut saya ini sangat valuable dan sedang. Tidak terlalu mahal masih terjangkau. Lokasi di Bintaro yang sedikit kendala karena jauh dari rumah saya, tapi demi amira tak apalah. Amira senang sekali berenang, jarang menangis. Pernah agak rewel karena berenangnya sama Papa. Tapi kalau ama mama selalu happy.


Foto Keluarga underwater
Pada Level 1 Duck/Bebek cource. Materinya Kicking, hold on, ready splash, ready go. Pada level ini sudah belajar menyelam selama paling lama 3 detik. Pada awalnya sih pasti adaptasi dulu di kolam. 

 
Video Amira Menyelam



Sekarang baru mulai term baru dan Amira sudah di Level 2 Cygnet/Angsa kecil Cource. Sudah gak sabar mama nya untuk memulai pelajaran baru dengan amira. Dan menurut saya ini highly recomended untuk bayi-bayi teman-teman semua. 



Nih alamat dan CP nya jika berminat untuk ikutan Aquatic Baby.
Bintaro Jaya Sektor 5, Sebrang STAN

Instruktur : Anggayasti

email : aquaticbabyindonesia@yahoo.com

 
Update ya soalnya banyak banget yang mampir sini buat liat aquatic baby indonesia. 
Sekarang sih sudah ada kompetitor dengan nama yang mirip2. 
Anak ke 2 aku juga ikut aquatic baby lagi, namun ada beberapa perubahan. 
Sudah ada beberapa cabang di Pejaten dan BSD dengan beberapa instruktur. 
Lalu 1 term 7x pertemuan saja dan tetap 7 level. Waiting list juga banyak banget, sepertinya nih yang rumah dekat kolam dan rekomendasi dari peserta sebelumnya atau sibling dari siswa. Seperti anak ke2 saya langsung dapat slot. 
Biaya Rp. 1,2 juta dengan biaya pendaftaran Rp. 300 ribu.