Showing posts with label Hamil. Show all posts
Showing posts with label Hamil. Show all posts

Wednesday, March 11, 2015

Surat ke AIMI ASI - 28 Agustus 2014, RS Brimob Kelapa Dua telah melanggar Hak Menyusui bagi Ibu yang melahirkan

Saya pernah mengirimkan surat ke AIMI tanggal 28 Agustus 2014, mengenai penyimpangan RS Brimob dalam menangani ibu melahirkan. Tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan ataupun balasan tindak lanjut dari AIMI. Jadi kepikiran untuk tulis di blog aja. Agar menjadi pembelajaran Ibu-Ibu untuk lebih teliti memilih Obgyn dan RS untuk melahirkan.



Kepada AIMI ASI di Jakarta,
Bersama email ini saya ingin melaporkan RS Brimob Kelapa Dua telah melanggar Hak Menyusui bagi Ibu yang melahirkan.  Berikut kronologis nya :

  1. Rekan kerja saya, Ibu CF selalu kontrol kandungan oleh bidan di Klinik Setia Rumanda Cibubur. Pada Hari Senin subuh 25 Agustus 2014 sekitar 1 dini hari pecah ketuban dan langsung ke Klinik tersebut untuk observasi.
  2. Pagi jam 8 tidak ada kemajuan lalu di induksi dengan harapan bisa lahir normal. Namun dengan kondisi tidak ada kemajuan Ibu C meminta untuk dilakukan secio. Saat itu hanya ada Dr. Syapril SPOG yang praktek di Klinik tsb dan bisa di rujuk ke RS Brimob Kelapa dua.
  3. Sehingga pada Hari senin 25 Agustus 2014 sekitar jam 15.00 dilakukan secio di RS Brimob kelapa Dua.
  4.  Pada hari selasa pagi 26 Agustus 2014, ibu C memberi info kepada kami rekan kerja bahwa beliau belum bisa bertemu dan menyusui bayinya karena peraturan dari RS tersebut hanya boleh melihat bayi dan menyusui di Ruang Bayi, yang mana ibu nya operasi sehingga tidak bisa bangun dari tempat tidur selama 24 Jam.  Alasan RS karena alasan keamanan dan hygienitas, takut bayi tetular penyakit dari RS tsb.Dan pihak RS sudah meminta keluarga untuk membeli Susu Formula untuk di berikan ke bayi tersebut. Pihak keluarga memberikan uang ke perawat untuk membelikan nya. Pilihan susu adalah SGM atau Nan HA.  Jadi dari hari pertama bayi sudah di beri susu formula dan ibu tidak di beri kesempatan menyusui. 
  5.   Saya dan 2 rekan kantor langsung menuju ke RS untuk membantu teman saya tersebut mendapat hak menyusui nya. Hari selasa 26 Agustus 2014 Sekitar jam 15.20 saya sampai dan membantu ibu C bangun, belajar jalan dan membersihkan diri terlebih dahulu. Infus dan kateter pun dilepas ketika kami disana (karena memang sudah 24 jam setelah operasi).  Saya sempat bertanya kepada bidan yang yang bertugas (mahasiswa kebidanan RS Brimob) kenapa bayi tidak bisa dibawa ke tempat ibu, jawabnya karena takut tertular virus, karena ruang sebelah, ruang perawatan umum.
  6. Sekitar Jam 16.00 saya mengantarkan Ibu C ke ruang bayi yang ternyata hanya berjarak kurang lebih 5 meter dari ruang perawatan nifas.  Saya minta ijin ikut masuk untuk mengajarkan Ibu C menyusui dengan mengaku sebagai konselor ASI baru di ijinkan untuk masuk. Kami bilang mau menyusui namun sepertinya mereka kaget dan bertanya “Memang ASI nya sudah keluar”, Lalu saya jawab “Sudah” dan menunjukan memang kolostrum ibu C sudah ada. Saya melihat dibibir bayi seperti ada susu, lalu saya tanya baru di beri susu formula ya? dan perawatnya bilang iya tadi abis mandi, saya tanya lagi berapa banyak, jawabnya 20-30ml. Saya tanya susunya apa? Dia jawab SGM.
  7.  Lalu saya melanjutkan mengajarkan ibu C untuk menyusui. Sambil saya ngobrol dengan perawat untuk minta dipanggil kalau bayi nangis. Lalu tanya bagaimana caranya kalau mau asi exlusive disini. Mereka bilang terakhir menyusui hanya sampai jam 9 malam, karena ruangan mereka kunci dan baru bisa masuk jam 8 pagi. Jadi ibu tidak boleh masuk antara jam 9 malam hingga 8 pagi. Malam itu mereka akan kasih Sufor. Saya tanya kalau kita tidak mau di kasih sufor dan mau menyusui bagaimana. Mereka jawab tidak bisa menyusui, kalaupun begitu keluarga pasien tanda tangan pernyataan mau asi exlusive sehigga selama malam tsb tidak di beri susu formula.
  8. Saya juga sempat tanya cara pemberian susu bagaimana, mereka bilang setiap 2 jam sekali, nangin tidak nangis setiap bayi dibangunin. Dan disana ada  belasan bayi. Sangat miris sekali dipisahkan dari ibu nya.
  9. Saya juga ikut mendengar ketika serah terima bayi yang akan pulang, mereka bilang “ini susunya disini, kalau ASInya sudah keluar mau campur ini juga boleh”.  Bukannya mengajari bagaimana cara menyusui dengan benar. Ternyata diluar ada bapak-bapak yang bertanya ke rekan saya,” memangnya boleh menyusui ya?” karena mereka kira tidak boleh menyusui dan harus pakai formula. Kasihan orang-orang tersebut dengan minim informasi tidak bisa mendapatkan hak nya
  10. Sekitar jam 17.00an saya langsung minta ibu C menelpon bidan nya untuk minta pindah ke klinik malam itu juga agar bisa tidur dengan bayinya, namun sayang mereka baru bisa pindah keluar dari RS tersebut hari Rabu 27 Agustus 2014 pagi jam 6.30.
  11. Saya juga melihat dalam ruang bayi terdapat tumpukan kotak susu SGM dan NAN HA. (foto terlampir).
Oleh karena itu mohon bantuan dari AIMI untuk bisa menindaklanjuti ke RS Brimob Kelapa Dua, agar merubah SOP yang ada sehingga mendatangnya semua Ibu dan Bayi yang melahirkan disana mendapat hak nya untuk bisa menyusui dan tidak diberi susu formula.


Besar harapan saya AIMI bisa menindaklanjuti ini. Terima kasih atas perhatiannya.
Yani Syahril
Ibu dari Amira (10bulan)


Foto :
Kaleng susu di dinding dan botol dot di meja perawat

Deretan kotak susu SGM dan Nan HA

Friday, November 15, 2013

Rencana Vs Realita dalam Proses Kelahiran Amira

Sejak awal kehamilan, saya sangat ingin melahirkan secara normal dan kalau bisa secara water birth. Apalagi sebelum kehamilan saya pernah melihat video mengenai water birth. Namun kendala minim tenaga medis dan fasilitas pendukung untuk melahirkan secara water birth, jadi saya batalkan niatan tersebut. Saya juga mempelajari Gentle Birth dan Hypnobirth. Walaupun kebanyakan dari praktisi Gentle Birth adalah pro water birth. Namun Gentle Birth itu bukanlah Water Birth. 

Sepemaham saya mengenai Gentle Birth adalah kelahiran dengan kesadaran penuh dan dinikmati dengan sepenuh jiwa sehingga tidak akan menimbulkan rasa sakit dan trauma kepada ibu dan janin/bayi. Sehingga ibu akan terhindar dari baby blues dan bayi akan tumbuh lebih baik dan tidak rewel. Sedangkan Hypnobirthing adalah salah satu cara untuk mencapai Gentle Birth. Hypnobirthing itu affirmasi kepada diri sendiri/pendayaan diri untuk meyakinkan diri bahwa diri kita mampu akan proses alami tersebut. 

Untuk mencapai tujuan lahir secara normal dan gentle birth, maka saya pilih dokter kandungan saya sekarang dr Achmad Mediana SpOG. Saya juga membuat birth plan pada trisemester ketiga dan mulai diskusi dengan dokter mau-maunya saya pada waktu kelahiran nanti. Dokter memberi nasehat-nasehat agar tujuan itu berhasil seperti senam hamil, rajin olah raga dan rajin jongkok. Semua nasehat itu saya jalanin, termasuk tambahan yoga 1x. Dokter pun meminta saya untuk cuti pada W38, itu pun sesuai dengan rencana saya untuk cuti di W38. 

Menunggu hari kelahiran itu rasanya deg-degan banget. W38 terlewati tanpa rasa mules/gelombang cinta. Saya semakin rajin affirmasi diri, bicara dengan janin, senam hamil dan jongkok di apartemen. Segala macem jenis induksi alami yang ada tips di blog dan web pun saya jalani, dari makan nanas, mangga, durian lalu relaxasi, pijit, dan "papanya jenguk anaknya" .W39 dan HPL W40 (21 Oktober) terlewati lagi tanpa rasa kontraksi. Semakin deg-degan. Ditambah suami saya mau ikut Jakarta Marathon tanggal 27 Oktober. Takut pas dia marathon, saya mules melahirkan. Pada hari kamis, W40d3 saya kontrol ke dokter, dan beliau pun membuat scenario apabila saya tidak mules juga. Maximal di tunggu pada W42, atau induksi sebelum W42. Beliau tawarkan induksi hari selasa W41d1. 

Hari jumat saya kontak Mas Reza Gunawan, praktisi holistik untuk coba induksi alami akupuntur. Saya akupuntur hari senin di W41 siang. (ternyata mahal juga ya :p) tapi demi lahir normal saya ikhlas. Hari senin itu juga malamnya saya kontrol ke dokter lagi, dan beliau membuat 3 scenario yang harus saya putuskan. Beliau tidak mau dia yang putuskan karena bisa menjadi penyesalan kalau dokter yang putuskan katanya. Scenario 1 : Tunggu hingga senin depan W42 kalau tidak lahir langsung cesar. Scenario 2 : Induksi di minggu ini. Max 2 infus. Jikalau tidak berhasil harus cesar. Scenario 3 : tanpa induksi planing cesar. Pilihan yang sangat sulit bagi saya, karena saya masih sangat berharap untuk bisa lahiran normal. Saya juga bilang abis induksi akupuntur. Kata mas Reza akupuntur bisa bekerja antar 1-4 hari, jika belum lahir hari rabu saya di minta akupuntur lagi. Mas Reza menyarankan saya untuk tidak induksi medis dan tetap tunggu kelahiran normal. Namun saya secara sadar juga tidak mau ambil resiko, karena dokter sudah bilang bayi saya besar.  Jadi saya ambil keputusan di ruang dokter itu untuk induksi medis hari kamis 31 Oktober 2013 di RS Asri. Dengan harapan saya bisa akupuntur sekali lagi dan berharap ada kontraksi sebelum kamis. Ikhtiar segala cara, sehingga saya tidak menyesal dikemudian hari.  Ketika hari rabu akupuntur saya tidak bilang ke Mas Reza kalau saya besok kamis direncanakan untuk induksi medis, karena pasti dia melarang dan bisa membuat saya ragu lagi. Setiap hari saya berdoa untuk ada kontraksi.

Hari Kamis 31 Oktober pun datang, saya belum kontraksi. Jadi saya bersiap-siap ke RS Asri, di antar oleh suami saya yang sudah cuti. Kita langsung ke ruang melahirkan. Di ruang observasi saya di cek CTG untuk lapor ke dokter Achmad Mediana nya. Dan jam 2 siang saya mulai diinduksi via infus. Mulai dari 8 tetes permenit, yang dinaikan dosisnya setiap jamnya, hingga di jam 6 malam mulai di 20 tetes permenit saya mulai merasa perut kencang tanpa rasa sakit. Kalau di CTG katanya itu kontraksi. Hingga infus habis masih tetap seperti itu dengan bukaan 1. Infus dicopot dan saya istirahat, karena akan lanjut dengan infus selanjutnya esok harinya. Jumat pagi saya dicek CTG lagi dan mulai infus induksi ke 2 jam 7 pagi. Dokter Achmad yang visit di pagi hari tersebut. Beliau bilang, "Bu, yakin ya lanjut ke induksi ke2. Ga ragu lagi. kalau tidak ada kemajuan, nanti operasi ya, insya Allah jam 8 malam setelah saya praktek saja." Saya mulai menyiapkan mental dan kesadaran diri untuk operasi dan tetap berdoa agar induksi ke2 berhasil. Jam 2 infus sudah habis dan ternyata saya tidak ada kemajuan juga. Jadi setelah di info ke dokter Achmad, beliau memajukan jadwal jadi jam 4 sore. Jadilah saya siap-siap dan tidak boleh makan lagi dan terpenting saya sudah ikhlas dengan kesadaran diri harus melahirkan dengan Cesar.

Jam 15.45 saya siap masuk ke ruang operasi. Jam 16.00 mulai operasi dengan bius spinal, sehingga saya masih sadar ketika bayi Amira lahir jam 16.18 dan tak lama kemudian saya IMD selama kurang lebih 45 menit. Saya keluar ruang operasi sekitar jam 17.30 dan masuk di ruang pemulihan hingga jam 19.00. Disini diketahui bahwa bayi dalam posisi mengadah, jadi dia tidak bisa klik masuk panggulnya selain itu beratnya pun 4230g yang membuat susah lahirnya. Alhamdulillah sejak malam pertama Amira sudah tidur satu tempat tidur dengan saya, sehingga saya bisa langsung memberikan ASI saya untuk Amira dan Amira pun tidak rewel tidur dengan saya. 

Jadi apakah saya melahirkan dengan Gentle Birth? Wallahuallam, yang pasti secara sadar pilihan-pilihan itu saya buat dengan segala ikhtiar sudah dilakukan. Alhamdulillah Amira pun termasuk bayi anteng tidak rewel serta pemulihan saya juga termasuk cepat & bekas operasi pun cepat sembuh.

Thursday, November 14, 2013

Baby Girl "Amira Hafidzah Medina"

Happy Birthday my litte girl "Amira Hafidzah Medina"

Tempat : RS Asri Duren Tiga, Jakarta
Tanggal Lahir : 1 November 2013
Jam : 16.18 WIB
Berat : 4230 g
Panjang : 52 cm
Jenis Persalinan : SC
Dokter Kandungan : dr. Achmad Mediana  SpOG
Dokter Anak : dr. I Made Indra SpA
Bidan : Novi

Semoga menjadi anak yang solehah, berbakti kepada orang tua, bermanfaat bagi masyarakat dan sesuai namanya menjadi pemimpin wanita yang selalu menjaga Al quran dalam hidupnya. Aamiin.


Friday, October 18, 2013

USG 4D

Sebenarnya setiap kontrol ke klinik dr Achmad, selalu USG 4D. Pertama cek dulu masih terkesima dengan penampakan dede bayi, jadi lupa bilang mau foto. Lalu pas kedua dede nya nutupin mukanya, yang ketiga tidak kelihatan mukanya. Nah pas cek lgi di W37, dede bayi nya mau di lihat mukanya...
Horeee.. langsung deh bilang, "dok mau foto dulu boleh ya". Karena kalau print USG nya hitam putih biasa tidak terlihat efek 3D/4D nya.

Nah ini nih foto nya.... mirip siapa..
3 Oktober 2013 - 37W3d
Estimasi berat janin 3.1kg
HPL - 21 Oktober 2013



Gerakan Senam Hamil


Berdasarkan pengalaman saya 2x ikut senam hamil berikut urutan gerakannya :

1.     Latihan kaki, tujuan untuk mengurangi kaki bengkak dan kram kaki karena biasanya ibu hamil kakinya bengkak dan suka kram juga.
Gerakannya  duduk di matras dengan kaki lurus. Ujung kaki (Feet) tarik ke ujung (point) putar keluar lalu kembali tegak, ulangi 8x. Lalu putar arah sebaliknya ke arah dalam lalu kembali tegak, ulangi 8x.

2.     Latihan pinggul, tujuan untuk menguatkan otot pinggul.
Gerakannya tiduran di matras, kaki ditekuk lalu angkat pinggul/bokong tahan beberapa detik lalu turunkan lagi. Ulangi 8x.

3.     Latihan pinggang samping, tujuan untuk menguatkan otot sisi.
Gerakannya tiduran di matras, telentang, kaki kanan di tekuk dan tarik putar arah kiri dengan tumit kanan sedikit naik namun dada dan bahu tetap menghadap atas. Ulangi 8x dan arah sebaliknya.

4.     Latihan Pernapasan, terbagi 2 jenis yaitu :
a.   Pernapasan dada : Tarik napas dari hidung dengan diagfragma dada mengembang, buang napas melalui mulut diagfragma mengempis. Digunakan pada saat mengejan.
b. Pernapasan perut : Tarik napas dari hidung perut di kembungkan, namun dada tetap, buang napas melalui mulut, perut mengempis. Digunakan pada saat relaxasi dan mengurangi rasa sakit saat kontraksi.
c.  Napas cepat : Tarik dan buang napas cepat. Digunakan pada saat antara mengejan 1 ke mengejan berikutnya.

5.     Melatih Tulang Punggung, tujuannya untuk menguragi keluhan sakit punggung. 
a. Gerakannya posisi merangkak. Lalu kaki kanan tarik kedalam dan julurkan keluar, ulangi beberapa kali dan gantian dengan kaki kiri.
b. Masih posisi merangkak, tangan kanan di dekap di dada, lalu tarik keluar arah atas lalu mata melihat ke ujung tangan tersebut, ulangi beberapa kali dan gantian dengan tangan kiri.

6.     Melatih otot pinggul dan paha dalam. Adapun tujuan agar otot tersebut kuat ketika melahirkan. Gerakannya jonggok lalu berdiri. Ulangi 10 kali. Bisa dibantu oleh suami, orang lain atau benda statis jika tidak kuat berdiri sendiri.

7.     Latihan mengejan. Adapun tujuannya untuk persiapan hari H. Hari yang ditunggu-tunggu. :)
Saat hari H, boleh mengejan pada saat :
-       Bukan lengkap (bukaan 10)
-       Ada instruksi dari dokter
-       Ada kontraksi
Pada saat relax tidak ada kontraksi, kaki lurus, mulai ada kontraksi kaki ditekuk, kontraksi full mengejan dengan angkat paha kearah perut pakai tangan.
Cara napasnya : Tarik napas dada panjang, simpan di perut, tekan pantat ke bawah, angkat kaki dengan tangan, kepala menunduk melihat arah lahir.
Mengejan tanpa suara. Jika napas habis, turunkan kaki, napas cepat, atur napas, tarik napas panjang, tahan dan ulangi mengejan.
Ini semoga terus di ingat ya pas hari H.

8.     Relaksasi. Adapun tujuan untuk melancarkan peredaran darah.
Caranya tidur hadap kiri, kepal telapak tangan dan telapak kaki, jepit pantat, muka kerut, tahan beberapa detik lalu lepas. Ulangi 3x. Dilanjutkan dengan relakasi atur napas selama 15menit.

Senam Selesai.
Semoga terbayang ya walaupun tidak pakai foto atau gambar dan bermanfaat untuk semua.

Review - Senam Hamil


Kontrol dokter di W32 tanggal 26 Agustus 2013, Dokter Achmad mewajibkan cek list dia ke saya yaitu untuk senam hamil, kelas laktasi dan monitor gerak bayi.  Saya memang sudah rencana untuk mengikuti kelas ini tapi memang belum terlaksana aja, tapi karena dokternya udah bilang jangan ditunda, jadi suami saya langsung nyuruh saya untuk menyegerakan, tidak boleh ditunda lagi. Walaupun jadinya 2 hari sabtu saya jadi tidak bareng suami karena dia harus fisioterapi di RS Bintaro.
Saya akan mencoba mereview kelas senam hamil dan kelas laktasi yang saya ikuti.

Saya sudah mencoba senam hamil 2 kali di 2 tempat berbeda. Pertama saya di Klinik Dokter Achmad Mediana dan kedua di RSIA KMC.

Senam Hamil di Klinik Dokter Achmad Mediana

Kelas dibagi 2 sesi, karena ruangannya hanya cukup sekitar 6 orang saja.
Sesi pertama jam 07.00 – 08.00 untuk Bumil dengan usia kandungan di atas W35
Sesi kedua jam 08.00 – 09.00 untuk Bumil dengan usia kandungan di bawah W35.
Sepertinya materinya berbeda karena untuk yang sudah diatas W35 pakai simulasi napas melahirkan.
Kelas ini di pandu oleh Bidan Mesahk, beliau sudah aga tua, mungkin di sekitar 50 tahun.
Biaya kelas Rp. 75.000

1st impression saya mengikuti kelas ini kurang puas. Waktu itu saya ikut kelas yang jam 8.00 pagi. Saya datang 10 menit lebih cepat, sekitar jam 7.50. Lalu oleh mbak reseptionis disuruh tunggu di ruang tunggu (di luar kelas). Sudah jam 08.00 ko belum ada tanda-tanda disuruh masuk. Jam 08.10 saya melihat 2 orang Bumil keluar dari ruang kelas, tapi ko kita ga di panggil. Baru jam 08.20 ada yang keluar dari ruangan mau ambil bubur kacang ijo, sambil tanya ke mbak yang di meja cek tensi darah “ini ga ada yang mau senam lagi ya?”, sontak saya langsung jawab, “saya bu” dan ada bumil satu lagi juga bilang “saya”. Trus dia bilang “loh ko ga masuk?” ya spontan kita bilang “wah ga tau, kirain di panggil”. Trus dia bilang, wah yang di dalam udah setengah jalan.” Saya membatin, yah jangan pakai asumsi orang sudah tau lah, kan tidak semua orang tau.

Saya masuk kedalam ruangan, sudah ada 1 orang Bumil yang tiduran di matras. Si Bidan bilang ikuti aja dulu ya, nanti biar dia ga nunggu lama, dan kalau sudah selesai dia akan ulangi dari awal.
Gerakan yang diajarin lebih untuk elastisitas otot menjelang melahirkan dan mengurangi keluhan sakit kaki dan punggung selama kehamilan. Tanpa latihan pernapasan.
Saya merasa senamnya agak terburu-buru, ternyata benar, ibu Bidannya ada janjian jam 09.30 di RS lain. Tapi memang senamnya hanya 30 menit saja. Sekitar jam 08.50 senam saya sudah selesai dan ibu Bidan bilang, kenalan dan ngobrol-ngobrolnya minggu depan aja ya, saya ada janjian lagi dan kalau mau ikut yang jam 07.00 juga boleh ko, dan dia buru-buru keluar. Mmm saya langsung kurang sreg. Jadi nama Ibu Bidan pun saya tahu di meja reseptionis ketika saya bayar.
Saya belum mencoba lagi sih untuk kelas jam 07.00 nya, mending saya browsing tempat yang mungkin lebih ok.

Tips : Jadi kalau sudah daftar, langsung masuk aja ke ruangan, jangan tunggu di panggil.


Senam Hamil di RSIA Kemang Medical Care (KMC)

Kelas di KMC juga di bagi 2 sesi, namun bukan berdasarkan usia kehamilan, tapi lebih kepada preference Bumil aja.
Sesi 1. Jam 09.00 – 12.00 à biaya Rp. 100.000, pakai materi presentasi dulu. Materi berhubungan dengan kehamilan.
Sesi 2. jam 14.00 – 16.00 à biaya Rp. 75.000, tanpa pakai materi.

Kalau baca dari review Blog Bumil, katanya sih kalau pagi itu harus daftar dari jam 7 pagi, tapi kalau yang siang tidak begitu ramai. Kebetulan saya pagi ada acara dan saya coba ikut kelas siang.
Untuk daftar nya langsung saja ke Lt. 5, dan tidak harus pasien KMC.

Kebetulan saya sebelumnya abis ada acara, jadi sampai di KMC jam 1 siang, tanya ke reseptionis, lalu langsung ke lantai 5. Saya langsung daftar dan menunggu jam 2. Di lantai itu juga ada musola jadi saya solat lohor di situ juga.

Jam 13.55, ibu bidan sudah duduk di depan ruang kelas. Jadi saya langsung kesitu untuk cek tensi dan lapor diri. Alhamdulillah tensi saya normal 110/70.  Lalu saya di suruh masuk oleh ibu Bidan untuk cari matras. Tidak lama kemudian masuk lah beberapa Bumil lainnya, ada beberapa Bumil yang membawa suaminya. Di KMC memang para suami bisa masuk dan menunggu di dalam.
Senam baru dimulai jam 14.30, dipandu oleh Ibu Bidan Ayu dan selesai sekitar jam 15.40. Sebenarnya materi yang diajarin sama dengan yang di Klinik Dokter Achmad, namun penjelasan lebih detail dan pengulangan setiap gerakan juga lebih banyak. Dan disini langsung diajarin pernapasan. Khusus untuk yang kurang dari W32 tidak boleh dipraktekan jadi karena saya sudah 34 minggu jadi boleh langsung dipraktekan.

Kalau dari over all, saya puas untuk senam disini. Kalau orang yang suka olah raga dan suka senam, sepertinya ikut sekali saja senam nya, lalu bisa mengulangi dirumah. Nanti saya ulas gerakan-gerakan apa saja yang diajarkan ya…

Wednesday, August 14, 2013

Puasa di kala Hamil

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para calon ibu yang mau puasa di kala hamil ditahun mendatang. 

Ramadhan tahun ini saya sedang hamil sekitar 25-29 minggu. Kebetulan sebelum bulan Ramadhan saya sempat cek ke dokter, sehingga saya juga bisa tanya-tanya mengenai puasa untuk ibu hamil. 
Untuk kondisi saya, dokter menyarankan ikut puasa, malah beliau sampai berkali-kali menyuruh puasa. Kondisi saat itu karena berat badan saya sudah naik cukup dan juga berat janin sudah cukup cenderung besar.

Saran dari dokter tetap makan 3x, yaitu sahur, buka dan menjelang tidur serta minum yang cukup.
Hari pertama dan kedua puasa saya ikut berpuasa dan mengikuti saran dokter, menjelang tidur saya mengemil saja, karena masih kenyang juga. Tapi hari ke3 saya sudah lemas sehingga saya tidak berpuasa dan berpuasa lagi baru hari ke5nya. Puasa saya bolong-bolong tergantung dengan kondisi badan saya, jika pas bangun sahur rasa fit, maka saya puasa, jika tidak hanya menemani suami saya sahur saja. Saya paling pol bisa berurut puasa 4 hari, itu juga sudah menjelang lebaran, sehingga saya sudah cuti bersama.
Dari total 29 hari saya bisa berpuasa 15 hari dan sisanya 14 hari bayar fidiyah serta rencana mau ganti puasanya. 

Kendala saya yang saya rasakan saat berpuasa adalah haus yang membuat dehidrasi, membuat badan saya lemas ketika malam. Ketika berpuasa, saya pun tetap beraktivitas biasa a.k.a tetap bekerja. Untuk menahan rasa lapar, saya masih kuat. 

Setiap sahur saya minum 1 Liter dan buka 1 Liter air putih, sehingga saya tetap terhidrasi dengan baik. Selain itu setiap mau puasa, disaat sahur, pasti saya informasikan ke Janin kalau kita akan berpuasa hari ini, dan alhamdulillah dede janin selalu kuat. 

Saya tanya beberapa teman saya dan relasi yang saya kenal, memang ada yang berpuasa dan ada juga yang tidak berpuasa saat hamil. Banyak di antaranya yang berpuasa full namun tidak bekerja, dalam artian bisa bobo siang, dan jika lemas bisa keyeh-leyeh saja. Tapi ada teman saya yang tetap puasa (batal 1 hari) dan juga tetap bekerja. Intinya adalah puasa di kala hamil tidak apa-apa, tidak perlu ditakutkan berlebihan untuk janin, namun diri kita sendiri yang bisa mengukur kemampuan diri. Jika kuat silahkan berpuasa, namun jika lemas jangan diteruskan. Takutnya kondisi lemas, kurang fit, jadi kita gampang sakit.

Oh ya, saya berpuasa 15 hari saja tetap naik berat 1kg, dan naik 1kg lagi pas lebaran hehehe..

Berikut Tips saya jika mau berpuasa disaat hamil :
1. Makan yang cukup kala sahur dan berbuka. 
2. Kalau masih kuat, bisa ngemil sebelum tidur. Kalau saya ga kuat buat makan besar lagi.
3. HARUS cukup minum, cek dari pipis kita aja pas malam, kalau masih kuning keruh harus tambah minum.
4. Bisa mengukur diri, kalau lemas jangan dipaksakan, karena takutnya kondisi tidak fit membuat gampang terserang sakit. 
5. Komunikasi dengan dede janin kalau kita akan berpuasa, sehingga dia juga ikut kerjasama.
6. Saya selalu hemat energy, kalau pulang kantor langsung pulang, taraweh dirumah aja, walaupun bolong-bolong juga.

Sunday, July 21, 2013

Dokter Kandungan & Rumah Sakit Review

Saat mereview pertama kali ini, umur kandungan saya masih 7 bulan sih, jadi nanti review ini akan saya update terus hingga lahiran nanti. 

Setelah test pack saya mulai mikir mau ke dokter kandungan mana nih. Awal nya ingin dokter perempuan, jadi saya tanya-tanya ama teman-teman saya yang lagi hamil. Referensi awal dari teman saya untuk ke Dokter Diah Kartika Sari SPOG di Kemang Medical Care. Namun saya ganti dokter pada usia kandungan 3 bulan. 

Dr. Diah Kartika Sari SPOG

Berdasarkan informasi dari teman saya, dokter ini tidak pernah periksa dalam, karena saya malas untuk periksa dalam dan beliau juga sangat pronormal dan IMD juga. Saya 2x ke dokter Diah ini. Ketika umur kandungan 5 minggu dan 11 minggu di RS KMC. 

Kalau dari jadwal praktek RS dia mulai jam 8.00 tapi kenyataan nya selalu jam 9 lewat. Pertama kunjungan dia telat karena macet, yang kedua telat karena lagi menolong ibu melahirkan. 
Dokter berkerudung yang kira-kira berumur mid 40 tahunan ini, sangat baik, informatif dan komunikatif juga. 

Waktu pertama cek, alhamdulillah kantung hamil saya langsung terlihat dengan USG luar, karena beliau bilang kalau tidak kelihatan baru USG transvaginal. 

Beliau juga tidak suka kasih banyak vitamin dan obat-obatan, saya hanya di kasih Folavit saja untuk di makan 1x sehari.  Waktu itu saya tunjukan suplemen prenatal, yang saya beli di Century, karena di rekomendasikan teman untuk makan vit prenatal. Dan beliau bilang, ini nanti saja ya bu diminumnya, di trisemester terakhir, belum perlu sekarang. 

Lalu beliau juga menjelaskan jenis-jenis makanan yang boleh dan dianjurkan untuk dimakan. Beliau menjelaskan makan 3x sehari lengkap (karbo & protein) dan variatif serta banyak buah. Tidak perlu hingga porsi 2 orang, namun di sela-sela makan di selingi dengan snack ringan atau buah. 

Sebenarnya saya disuruh kontrol 4 minggu, namun saya merasa tidak terlalu banyak keluhan berarti kecuali mabok, sehingga menurut saya 6 minggu pun tak apa. 

Lalu pada kunjungan ke2, saya hanya diresepkan vitamin Prenatin DF (Rp. 100.080/30tab) dan Cal-95 Tab (138.600/30tab). Prenatin DF ini multivitamin yang ada Fe nya, untuk antisipasi anemia.  Beliau juga aktif tanya ke saya, bilang mau tanya apa lagi pak/bu. 

Kemang Mediacal Care (KMC)

Ini khusus RS Ibu dan Anak, lokasi di jalan ampera dan tempatnya hommy sekali. Saya selalu datang pagi sehingga dapat antrian 1 atau 2. 
Untuk cek kehamilan harga nya :
pertama :
- Adm dan Buku 25rb
- Konsul Obgyn 300rb
- USG 2D 115rb 
total : 440rb

kedua :

- Konsul Obgyn 300rb
- USG 2D 115rb
Total 415rb

---

Dr. Achmad Mediana SPOG

Lalu sekitar akhir Mei, saya mengikuti talkshow mengenai Hypnobirth di acara Compassion Festival di MOI Kelapa Gading. Salah satu pembicaranya adalah Dr. Achmad Mediana SPOG. Saya sangat terkesan sekali dengan penjelasan beliau disana, dan prinsip-prinsip yang beliau anut. 

Beliau menjelaskan pada prinsipnya kenapa banyak Ibu-ibu yang takut melahirkan, karena mereka tidak siap akan kehamilan itu sendiri. Jadi sebaiknya kesiapan mental menjadi Ibu itu sudah dimiliki ketika akan memprogram kehamilan, sehingga sepanjang kehamilan hingga melahirkan mental ibu juga siap. Kesiapan ini juga harus di iringi dengan ke ikhlasan kepada Allah SWT, manusia hanya berencana namun tetap Allah SWT yang berkehendak, sehingga ibu hamil harus tetap ikhlas dengan apapun yang terjadi setelah melahirkan. 
Inti dari gentlebirth dan hypnobirthing menurut beliau adalah kesiapan mental dan keikhlasan, insya Allah bisa melahirkan dengan gentlebirth dan hpnobirthing. Karena pasti ibu itu melakukan affirmasi/berdoa yang dia inginkan berulang-ulang. Selain itu juga harus di ikuti oleh olahraga agar otot-otot pinggul juga terbentuk memudahkan jalan kehamilan (ikhtiar). 
Lalu beliau juga menjelaskan jaman sekarang ini dokter juga harus bisa melakukan pendekatan dari view pasien, bukan lagi dari view dokter. Beliau ini juga punya RUMAH KAIT (Keluarga Akrab Iman dan Taqwa) di Ciawi, kegiatan sosial beliau. 
Sehingga saya memutuskan untuk cek dengan dokter ini untuk kunjugan saya selanjutnya. 

Dari hasil search beliau ini terkenal dengan kesabaran untuk menunggu pasien lahir normal dan juga pro IMD.
Jadwal praktek beliau ada di RS Gandaria, RS Asri dan Praktek Pribadi nya di Kemang Timur 23. Saya telpon ke Praktek Pribadinya mau daftar, ternyata harus antri 2 minggu sebelumnya, dan waktu terdekat juga 2 minggu lagi. WHAT.... lalu saya daftar ke RS Asri di Duren Tiga, dia hanya praktek disitu hari selasa pagi dan jumat siang saja, namun antrian lebih manusiawi alias tidak antri. 
Pertama cek dengan beliau sesuai dengan ekspektasi, beliau komunikatif sekali dan karena kandungan saya sudah 18 minggu jadi USG sudah detail.
Saya hanya diberi vitamin Folavit dan Calplex dan suruh kontrol 6 minggu lagi. Wah sesuai dengan prinsip saya yang kontrol kandungan tidak harus sebulan sekali dan beliau juga tidak banyak kasih supplemen tambahan. 
Dokter achmad ini juga bisa di SMS dan telp ke HP nya, saya coba sekali SMS karena ada keluhan sedikit dan beliau langsung balas.

Karena tahu antri lama, saya langsung daftar untuk kontrol 6 minggu lagi di praktek pribadinya, karena saya ingin coba disana untuk hari sabtu, karena suami saya sudah pindah kantor dan agak sulit untuk ijin pagi kontrol dokter. Sudah daftar sebulan sebelumnya aja, masih dapat giliran siang jam 1, karena pagi dipakai kontrol yang ikutan senam hamil. 

Kontrol di tempat praktek pribadinya memang enak, beliau lebih komunikatif, karena alat USG yang dipakai lebih canggih. Kita dikasih lihat 4D pada akhir USG nya. Pertamanya saya tidak tahu kalau itu 4D karena dia pencet tombol dan langsung imagenya berubah menjadi berwarna kuning sehingga janin terlihat kontur nya dan bergerak aktif. 

Beliau juga menyarankan saya untuk ikut puasa ramadhan karena janin saya relatif besar, sehingga baik untuk diet juga dan sebaiknya tidak perjalanan jauh dihari lebaran. Dan jadwal cek berikutnya juga 6 minggu lagi. 

Saya tanya suami, setelah 2 dokter ini, kita mau kedokter mana untuk hingga lahiran nanti, dan alhamdulillah suami OK dengan dokter achmad. 

RS ASRI Duren Tiga

Ini adalah rumah sakit umum yang termasuk baru di kawasan Duren Tiga. Kita pilih disini karena deket juga dari apartemen. Rumah sakit ini juga nyaman, tidak kalah nyaman dengan KMC. 

Kalau dilihat dari harga lebih mahal sedikit jatuhnya dari KMC untuk kontrolnya. Berikut detailnya :
- Adm Pasien Baru 35rb --> Adm Pasien lama 30rb (ini harus bayar terus perkunjugan, kalau di KMC tidak ada)
- Konsul Dokter Spesialis C 200rb
- USG 2D Print 250rb --> kalau tidak print 200rb
Total 485rb 

Untuk biaya melahirkan saya lihat sih, tidak terlalu berbeda dengan KMC (sama-sama mahal hehehe..)
Disini ada fasilitas waterbirt tapi katanyanya sih kolamnya lagi rusak.

Praktek Pribadi Dr Achmad Mediana SPOG - Jl. Kemang Timur no. 23

Bentuk praktek rumahan, karena ini memang properti pribadi milik Dr. Achmad Mediana. Disini beliau juga punya senam aquatik ibu hamil, senam hamil, klinik laktasi, lab sederhana dan playgroud. Namun tidak melayani persalinan. Harusnya dia buat RB aja ya :)
Ini juga dekat sekali dengan kantor saya hehehe..
Dari segi kenyamanan, cukup nyaman juga karena ibu hamil dikasih bubur kacang ijo. Dan alat USG nya sudah 4D, jadi kita dikasih lihat juga gimana 4D nya pada akhir USG. 

Kalau dari biaya :
- Adm 50rb (ini ada terus setiap datang)
- Kontrol & USG 350rb
Total : 400 rb (beda tipis ya dengan KMC tapi kalau KMC mesin USG 2D aja).

Kebetulan saya cek lab untuk DL (Rp 55rb) dan GDS (Rp. 19.500)

Untuk senam hamil biayanya Rp. 75rb. 
Ketika pulang, saya sudah langsung daftar untuk jadwal kontrol berikutnya dan juga senam hamil.





Thursday, July 18, 2013

Morning Sickness a.k.a Mabok

Pertama-tama saya senang karena saya tidak mabok, namun setelah memasuki minggu 6-7 (2 minggu setelah cek dokter), fase mual menyerang. Setiap hari muntah pagi, siang dan malam. Namun syukur alhamdulillah saya muntah jika mau makan, jadi setelah muntah saya masih bisa makan, walaupun nafsu makan sudah hilang juga sih, tapi ya harus dipaksa makan juga.

Masa mabok ini hingga minggu ke 16. Jadi bisa dibayangkan 10 minggu yang sangat memabokan dalam arti sebenar-benarnya. Saya sangat tidak menyangka proses kehamilan begitu sulit. Ditambah lagi, saya kan hanya tinggal berdua dengan suami di apartemen, lalu saat itu kerjaan suami saya lagi high load banget, jadi pulang kantor selalu midnight. Setiap pulang kantor saya sudah tidak kuat mampir beli makan, karena saya harus cepat sampai apartemen untuk muntah (mual sudah sepanjang perjalanan pulang). Hampir tiap malam nangis ga kuat dengan muntah-muntah sendiri. Rasanya waktu itu sedih banget dan lemes banget. Ingin rasanya saya untuk tinggal dirumah mama saya saja, karena setidaknya makan malam saya cukup terjamin. Lalu saya coba beberapa hari saja, karena saya tidak kuat dengan jauhnya perjalanan dari rumah mama ke kantor saya. 

Sekitar 3 minggu saya naik taxi dari apt ke kantor (minggu 7 - minggu 10), setelah itu saya kadang masih bisa bawa mobil, tapi kalau lemas dan mabok sekali ya naik taxi aja. 
Saya tidak kuat dengan bau mobil saya, bau hair tonic suami saya, bau dapur kantor, bau minyak kayu putih yang di pakai di WC oleh suami saya. Lainnya sih oke aja. Saya juga tidak minum obat-obatan anti muntah, semua saya tahan aja. Sempat sekali saya minum Ondavel yang saya minta dari teman saya yang lagi hamil juga di kantor.

Alhamdulillah, saya masih kuat ke kantor, saya hanya 2 hari tidak masuk kantor karena lemes banget tidak bisa ke kantor, walaupun saya selalu muntah-muntah di kantor. Terlepas dari itu semua...saya bersyukur masa-masa itu sudah lewat, dan hanya sampai 4 bulan saja. Setelah itu energy kembali seperti awal dan bisa menjalankan aktivitas normal. Jadi bersyukurlah para waninta yang hamilnya tanpa mabok dan mual.

Dari pengalaman mabok itu, berikut tips yang mungkin bisa membantu :
1. Siapkan permen, andalan saya adalah permen jahe sunny ville golden ginger, walaupun setelah 2 kaleng tidak mempan lagi sih hehe..), lalu permen pedas (ini titip ama teman belinya)
setiap rasa mual mulai menyerang, buru-buru deh makan permen...

2. Jangan biarkan perut kosong karena kalau kosong akan sakit muntahnya, at least ada air putih yang di muntahkan. 

3. Kurangi makan pedas, karena kalau muntah rasanya perih banget dileher walaupun dengan bersamaan makan pedas juga bisa menambah selera makan yang membuat tidak mual. (bingung ya hehehe..)

Alhamdulillah...saya hamil

Memasuki tahun baru 2013 ini, kami (saya dan suami), mulai memikirkan untuk resolusi punya anak. Mengingat umur kita yang sudah tidak muda lagi juga, sepertinya tidak boleh di tunda untuk punya anak. Bulan Januari 2013 ini memasuki 6 bulan pernikahan kami. Usaha untuk punya anak belum terlalu banyak dilakukan, kecuali hitung masa subur dan berdoa. Hitung masa subur antara pengetahuan saya dan pengetahuan suami juga berbeda, sehingga selalu selisih hari. hahahaha...

Bulan Februari, saya dan suami sudah sepakat, jika belum hamil dalam waktu dekat akan segera cek ke dokter. Saya juga sudah tanya dengan teman saya di kantor yang sudah berhasil hamil dan sudah melalui proses cek up di RS Sammarie dengan Dokter Jacob. Tapi saya maunya kalau cek up pun ke dokter perempuan, jadi saya udah mulai mau cari dokter perempuan. 

Seharusnya bulan februari itu saya dapat menstruasi tanggal 12-13 Februari, dengan siklus sekitar 29-30 hari yang mana sebelumnya saya menstruasi tanggal 14 Januari 2013, tapi sudah tanggal 14 Februari ko belum mens juga ya, firasat saya menyatakan saya hamil. Deg-degan berat, ingin segera tes pack. Pulang kantor saya langsung mampir ke apotek untuk beli test pack, beli 2 buah, yang murah Rp. 6000 (unbranded) dan juga yang aga mahalan dikit Rp. 15.000 (brand sensitive). Penasaran banget, sampai apartemen saya langsung tes dong, padahal kan baiknya tes kehamilan itu pagi hari. Hasilnya, 2 strip samar-samar sekali. Ragu tapi feeling saya menyatakan saya hamil. Saat itu sekitar jam 7.30 pm dan saya langsung telpon suami saya untuk memberi kabar bahagia. Suami saya langsung berucap syukur alhamdulillah dan bilang akan langsung pulang. Sampai di apartemen suami bilang suruh coba lagi besok pagi buat lebih yakin lagi. Pagi harinya saya langsung coba lagi dan hasilnya juga masih strip 2 samar. Kami berdua rasanya ingin langsung ke dokter kandungan, namun kami bersabar nunggu hingga minggu depannya. Kami rencanakan tanggal 20 Feb baru ke dokter kandungan untuk cek. 

Hasil tes pak
 
Setelah saya tanya informasi ke teman saya yang sedang hamil juga, dia cek ke KMC (Kemang Medical Care) di Jalan Ampera oleh Dokter Dyah SPOG, karena saya juga mencari dokter perempuan *saat itu. Kami kesana pagi hari setelah apointment dan dapat antrian no. 2. 
Pertama cek up yang dicek adalah kantung hamil. Dari USG external saya sudah terlihat kantung hamil nya, jadi tidak perlu USG dalam. Usia kandungan 5minggu, ukuran kantung 8mm. Alhamdulillah...saya hamil.  Semoga kehamilan ini diberi kelancaran dan janin bisa berkembang dengan sehat dan sempurna. Aamiin.

USG pertama 20/2/13

Note :
Seminggu itu saya refleksi diri, subhanallah, sepertinya memang kekuatan doa lah yang bekerja. Pada tgl 24 Januari, kami berdua mendatangi kajian dari Syeh Ali Jabber di mesjid BI. Beliau mendatangkan keluarga dari Mesir dimana sekeluarga itu hafidz al quran beserta ke3 anaknya yang masih kecil-kecil. Di situ kami berdoa agar di beri keturunan seperti Zaeenah, anak perempuan yang cantik dan hapal al quran. Saya sangat yakin kehamilan saya adalah doa ijabah atas doa kami di mesjid BI.

Para Hafidz Cilik dengan Syekh Ali Jabber