Showing posts with label Kemang Timur 23. Show all posts
Showing posts with label Kemang Timur 23. Show all posts

Saturday, December 28, 2013

Kontrol Pasca Melahirkan Cesar

Saya ingin sharing mengenai kontrol pasca melahirkan, karena cukup jarang reviewnya. Saya melahirkan hari Jumat sore tanggal 1 November 2013 dan boleh pulang oleh dokter Achmad hari Senin tanggal 4 November 2013. Saya dijadwalkan kontrol ke dokter Achmad hari Jumat 8 November 2013. 

Kontrol H+1 Minggu (8 November 2013)

Hari ini kontrol jahitan dan alhamdulillah jahitannya sudah kering sehingga perban dan plester plastik sudah langsung dibuka. Lalu kata dokter saya ada bakat keloid sehingga saya diresepkan salep kenacort-A. Harga salep ini lumayan mahal, sekitar Rp. 90ribuan.
Lalu saya disuruh kontrol lagi 2 minggu lagi.


Kontrol H+3 minggu (22 November 2013)

Untuk kontrol hari ini saya tidak sempat bertanya ini untuk kontrol apa sebelumnya. Jadi saya tanya ama teman-teman kontrol apa di minggu ke3 ini. Kalau berdasarkan info dari teman adalah kontrol jahitan lagi dan pasang KB. 
Ternyata memang sama, walaupun perban saya sudah di buka, tetap di kontrol jahitannya. Alhamdulillah jahitan saya baik. Oleh dokter Achmad saya sudah di suruh senam nifas dan olah raga ringan. Agar jaringan dalam (bekas jahitan dalam) lentur kembali. 
Untuk KB dokter Achmad menyarankan untuk tidak pasang KB, karena umur saya sudah di atas 30 dan baru punya anak 1. Dokter Achmad juga memastikan ASI saya lancar keluar. 
Dan saya diminta kontrol lagi sekitar tanggal 13 Desember. Saya sempat tanya untuk kontrol apa lagi, katanya sih untuk kontrol setelah nifas dan minta datang bersama suami, karena saat kontrol ini saya di temani oleh kakak saya saja. 


Kontrol setelah nifas H+ 50 hari (20 Desember 2013)

Nah untuk kontrol ini, banyak orang yang tidak disuruh kontrol oleh Obgyn nya, namun dokter Achmad meminta pasien nya untuk kontrol setelah nifas. Dulu saya tanya untuk apa, beliau bilang saya mau pastikan kondisi ibu sudah seperti sebelum hamil. mmm ini kondisi rahim atau kondisi berat badan hihihihi..
Kontrol ini memang saya butuhkan juga karena masa nifas saya panjang. setelah 40 hari pun flek darah masih keluar. Kadang keluar kadang berenti. Pastinya membuat saya bingung mau solat atau tidak. Hingga saat itu pun belum hilang flek. 
Kalau menurut dokter Achmad, darah flek yang terakhir itu sudah mens. bilangnya seperti ini "Bu, ibu itu udah mens, itu bukan nifas lagi, dan berarti itu ibu subur, jadi kalau hamil lagi nanti terima aja ya, karena sudah tidak ada lagi teori-teoriannya. Untuk solat ya solat aja, kalau flek keluar tidak solat dan solat lagi kalau flek berenti. Karena itu ciri ibu menyusui. Kalau mau lancar mens seperti sebelumnya harus berenti menyusui. Dan kalau seperti ini tidak bisa di hitung masa suburnya. Makanya kalau di kasih hamil ya ikhlas terima dan ASI jalan terus saja". 
Lalu saya cek jahitan lagi, dan beliau mengingatkan kembali sudah harus senam dan olah raga lagi. Karena menurut beliau jaringan bekas jahitan dalam masih kaku. Well, ok dok saya usahakan olah raga lagi. 
Dan terakhir beliau memberi wewejangan mengenai ASI, seperti konseling ASI. Beliau menyarankan saya untuk ikut kelas ASI setiap 3 bulan. Karena menyusui itu proses yang terus berjalan sehingga tantangan akan berubah-ubah, terutama nanti untuk MPASI. Setuju sih, namun menurut saya 6 bulan aja cukup kali ya, atau jika ada kendala harus segera konseling. Jangan di tunda. Yang penting nanti ketika akan mulai MPASI. Sebenarnya managemen ASIP juga perlu konseling jika kita tidak dapat info dari teman atau internet. Saya bilang sih, sudah mulai pompa stok dan saat itu sudah ada 40 botol. 
Beliau juga meminta saya memastikan perkembangan anak di perhatikan. Buat cek list untuk grafik Denver dan banyak cari info ke dokter Anak nya juga. Beliau bilang susu formula nanti aja setelah 2 tahun, dan menurut beliau anak Indonesia perlu susu untuk kalsium nya. Supaya tinggi nanti anaknya. Beliau juga mengingatkan nanti kasih ASIP nya jangan pakai dot dan pastikan orang sekitar kita support akan ASI. Serta dia bilang harus yakin bisa kasih ASI 2 tahun dan kalau ada masalah dengan laktasi harus segera lapor dia untuk segera diatasi.
Dan terakhir beliau bilang di rekomendasikan 6 bulan lagi untuk pap smear dan suntik vaksin kanker servix.

Demikian kontrol-kontrol untuk ibu pasca melahirkan terutama yang melahirkan cesar. Semoga bermanfaat ya.

Friday, November 15, 2013

Rencana Vs Realita dalam Proses Kelahiran Amira

Sejak awal kehamilan, saya sangat ingin melahirkan secara normal dan kalau bisa secara water birth. Apalagi sebelum kehamilan saya pernah melihat video mengenai water birth. Namun kendala minim tenaga medis dan fasilitas pendukung untuk melahirkan secara water birth, jadi saya batalkan niatan tersebut. Saya juga mempelajari Gentle Birth dan Hypnobirth. Walaupun kebanyakan dari praktisi Gentle Birth adalah pro water birth. Namun Gentle Birth itu bukanlah Water Birth. 

Sepemaham saya mengenai Gentle Birth adalah kelahiran dengan kesadaran penuh dan dinikmati dengan sepenuh jiwa sehingga tidak akan menimbulkan rasa sakit dan trauma kepada ibu dan janin/bayi. Sehingga ibu akan terhindar dari baby blues dan bayi akan tumbuh lebih baik dan tidak rewel. Sedangkan Hypnobirthing adalah salah satu cara untuk mencapai Gentle Birth. Hypnobirthing itu affirmasi kepada diri sendiri/pendayaan diri untuk meyakinkan diri bahwa diri kita mampu akan proses alami tersebut. 

Untuk mencapai tujuan lahir secara normal dan gentle birth, maka saya pilih dokter kandungan saya sekarang dr Achmad Mediana SpOG. Saya juga membuat birth plan pada trisemester ketiga dan mulai diskusi dengan dokter mau-maunya saya pada waktu kelahiran nanti. Dokter memberi nasehat-nasehat agar tujuan itu berhasil seperti senam hamil, rajin olah raga dan rajin jongkok. Semua nasehat itu saya jalanin, termasuk tambahan yoga 1x. Dokter pun meminta saya untuk cuti pada W38, itu pun sesuai dengan rencana saya untuk cuti di W38. 

Menunggu hari kelahiran itu rasanya deg-degan banget. W38 terlewati tanpa rasa mules/gelombang cinta. Saya semakin rajin affirmasi diri, bicara dengan janin, senam hamil dan jongkok di apartemen. Segala macem jenis induksi alami yang ada tips di blog dan web pun saya jalani, dari makan nanas, mangga, durian lalu relaxasi, pijit, dan "papanya jenguk anaknya" .W39 dan HPL W40 (21 Oktober) terlewati lagi tanpa rasa kontraksi. Semakin deg-degan. Ditambah suami saya mau ikut Jakarta Marathon tanggal 27 Oktober. Takut pas dia marathon, saya mules melahirkan. Pada hari kamis, W40d3 saya kontrol ke dokter, dan beliau pun membuat scenario apabila saya tidak mules juga. Maximal di tunggu pada W42, atau induksi sebelum W42. Beliau tawarkan induksi hari selasa W41d1. 

Hari jumat saya kontak Mas Reza Gunawan, praktisi holistik untuk coba induksi alami akupuntur. Saya akupuntur hari senin di W41 siang. (ternyata mahal juga ya :p) tapi demi lahir normal saya ikhlas. Hari senin itu juga malamnya saya kontrol ke dokter lagi, dan beliau membuat 3 scenario yang harus saya putuskan. Beliau tidak mau dia yang putuskan karena bisa menjadi penyesalan kalau dokter yang putuskan katanya. Scenario 1 : Tunggu hingga senin depan W42 kalau tidak lahir langsung cesar. Scenario 2 : Induksi di minggu ini. Max 2 infus. Jikalau tidak berhasil harus cesar. Scenario 3 : tanpa induksi planing cesar. Pilihan yang sangat sulit bagi saya, karena saya masih sangat berharap untuk bisa lahiran normal. Saya juga bilang abis induksi akupuntur. Kata mas Reza akupuntur bisa bekerja antar 1-4 hari, jika belum lahir hari rabu saya di minta akupuntur lagi. Mas Reza menyarankan saya untuk tidak induksi medis dan tetap tunggu kelahiran normal. Namun saya secara sadar juga tidak mau ambil resiko, karena dokter sudah bilang bayi saya besar.  Jadi saya ambil keputusan di ruang dokter itu untuk induksi medis hari kamis 31 Oktober 2013 di RS Asri. Dengan harapan saya bisa akupuntur sekali lagi dan berharap ada kontraksi sebelum kamis. Ikhtiar segala cara, sehingga saya tidak menyesal dikemudian hari.  Ketika hari rabu akupuntur saya tidak bilang ke Mas Reza kalau saya besok kamis direncanakan untuk induksi medis, karena pasti dia melarang dan bisa membuat saya ragu lagi. Setiap hari saya berdoa untuk ada kontraksi.

Hari Kamis 31 Oktober pun datang, saya belum kontraksi. Jadi saya bersiap-siap ke RS Asri, di antar oleh suami saya yang sudah cuti. Kita langsung ke ruang melahirkan. Di ruang observasi saya di cek CTG untuk lapor ke dokter Achmad Mediana nya. Dan jam 2 siang saya mulai diinduksi via infus. Mulai dari 8 tetes permenit, yang dinaikan dosisnya setiap jamnya, hingga di jam 6 malam mulai di 20 tetes permenit saya mulai merasa perut kencang tanpa rasa sakit. Kalau di CTG katanya itu kontraksi. Hingga infus habis masih tetap seperti itu dengan bukaan 1. Infus dicopot dan saya istirahat, karena akan lanjut dengan infus selanjutnya esok harinya. Jumat pagi saya dicek CTG lagi dan mulai infus induksi ke 2 jam 7 pagi. Dokter Achmad yang visit di pagi hari tersebut. Beliau bilang, "Bu, yakin ya lanjut ke induksi ke2. Ga ragu lagi. kalau tidak ada kemajuan, nanti operasi ya, insya Allah jam 8 malam setelah saya praktek saja." Saya mulai menyiapkan mental dan kesadaran diri untuk operasi dan tetap berdoa agar induksi ke2 berhasil. Jam 2 infus sudah habis dan ternyata saya tidak ada kemajuan juga. Jadi setelah di info ke dokter Achmad, beliau memajukan jadwal jadi jam 4 sore. Jadilah saya siap-siap dan tidak boleh makan lagi dan terpenting saya sudah ikhlas dengan kesadaran diri harus melahirkan dengan Cesar.

Jam 15.45 saya siap masuk ke ruang operasi. Jam 16.00 mulai operasi dengan bius spinal, sehingga saya masih sadar ketika bayi Amira lahir jam 16.18 dan tak lama kemudian saya IMD selama kurang lebih 45 menit. Saya keluar ruang operasi sekitar jam 17.30 dan masuk di ruang pemulihan hingga jam 19.00. Disini diketahui bahwa bayi dalam posisi mengadah, jadi dia tidak bisa klik masuk panggulnya selain itu beratnya pun 4230g yang membuat susah lahirnya. Alhamdulillah sejak malam pertama Amira sudah tidur satu tempat tidur dengan saya, sehingga saya bisa langsung memberikan ASI saya untuk Amira dan Amira pun tidak rewel tidur dengan saya. 

Jadi apakah saya melahirkan dengan Gentle Birth? Wallahuallam, yang pasti secara sadar pilihan-pilihan itu saya buat dengan segala ikhtiar sudah dilakukan. Alhamdulillah Amira pun termasuk bayi anteng tidak rewel serta pemulihan saya juga termasuk cepat & bekas operasi pun cepat sembuh.

Thursday, November 14, 2013

Baby Girl "Amira Hafidzah Medina"

Happy Birthday my litte girl "Amira Hafidzah Medina"

Tempat : RS Asri Duren Tiga, Jakarta
Tanggal Lahir : 1 November 2013
Jam : 16.18 WIB
Berat : 4230 g
Panjang : 52 cm
Jenis Persalinan : SC
Dokter Kandungan : dr. Achmad Mediana  SpOG
Dokter Anak : dr. I Made Indra SpA
Bidan : Novi

Semoga menjadi anak yang solehah, berbakti kepada orang tua, bermanfaat bagi masyarakat dan sesuai namanya menjadi pemimpin wanita yang selalu menjaga Al quran dalam hidupnya. Aamiin.


Friday, October 18, 2013

USG 4D

Sebenarnya setiap kontrol ke klinik dr Achmad, selalu USG 4D. Pertama cek dulu masih terkesima dengan penampakan dede bayi, jadi lupa bilang mau foto. Lalu pas kedua dede nya nutupin mukanya, yang ketiga tidak kelihatan mukanya. Nah pas cek lgi di W37, dede bayi nya mau di lihat mukanya...
Horeee.. langsung deh bilang, "dok mau foto dulu boleh ya". Karena kalau print USG nya hitam putih biasa tidak terlihat efek 3D/4D nya.

Nah ini nih foto nya.... mirip siapa..
3 Oktober 2013 - 37W3d
Estimasi berat janin 3.1kg
HPL - 21 Oktober 2013



Review - Senam Hamil


Kontrol dokter di W32 tanggal 26 Agustus 2013, Dokter Achmad mewajibkan cek list dia ke saya yaitu untuk senam hamil, kelas laktasi dan monitor gerak bayi.  Saya memang sudah rencana untuk mengikuti kelas ini tapi memang belum terlaksana aja, tapi karena dokternya udah bilang jangan ditunda, jadi suami saya langsung nyuruh saya untuk menyegerakan, tidak boleh ditunda lagi. Walaupun jadinya 2 hari sabtu saya jadi tidak bareng suami karena dia harus fisioterapi di RS Bintaro.
Saya akan mencoba mereview kelas senam hamil dan kelas laktasi yang saya ikuti.

Saya sudah mencoba senam hamil 2 kali di 2 tempat berbeda. Pertama saya di Klinik Dokter Achmad Mediana dan kedua di RSIA KMC.

Senam Hamil di Klinik Dokter Achmad Mediana

Kelas dibagi 2 sesi, karena ruangannya hanya cukup sekitar 6 orang saja.
Sesi pertama jam 07.00 – 08.00 untuk Bumil dengan usia kandungan di atas W35
Sesi kedua jam 08.00 – 09.00 untuk Bumil dengan usia kandungan di bawah W35.
Sepertinya materinya berbeda karena untuk yang sudah diatas W35 pakai simulasi napas melahirkan.
Kelas ini di pandu oleh Bidan Mesahk, beliau sudah aga tua, mungkin di sekitar 50 tahun.
Biaya kelas Rp. 75.000

1st impression saya mengikuti kelas ini kurang puas. Waktu itu saya ikut kelas yang jam 8.00 pagi. Saya datang 10 menit lebih cepat, sekitar jam 7.50. Lalu oleh mbak reseptionis disuruh tunggu di ruang tunggu (di luar kelas). Sudah jam 08.00 ko belum ada tanda-tanda disuruh masuk. Jam 08.10 saya melihat 2 orang Bumil keluar dari ruang kelas, tapi ko kita ga di panggil. Baru jam 08.20 ada yang keluar dari ruangan mau ambil bubur kacang ijo, sambil tanya ke mbak yang di meja cek tensi darah “ini ga ada yang mau senam lagi ya?”, sontak saya langsung jawab, “saya bu” dan ada bumil satu lagi juga bilang “saya”. Trus dia bilang “loh ko ga masuk?” ya spontan kita bilang “wah ga tau, kirain di panggil”. Trus dia bilang, wah yang di dalam udah setengah jalan.” Saya membatin, yah jangan pakai asumsi orang sudah tau lah, kan tidak semua orang tau.

Saya masuk kedalam ruangan, sudah ada 1 orang Bumil yang tiduran di matras. Si Bidan bilang ikuti aja dulu ya, nanti biar dia ga nunggu lama, dan kalau sudah selesai dia akan ulangi dari awal.
Gerakan yang diajarin lebih untuk elastisitas otot menjelang melahirkan dan mengurangi keluhan sakit kaki dan punggung selama kehamilan. Tanpa latihan pernapasan.
Saya merasa senamnya agak terburu-buru, ternyata benar, ibu Bidannya ada janjian jam 09.30 di RS lain. Tapi memang senamnya hanya 30 menit saja. Sekitar jam 08.50 senam saya sudah selesai dan ibu Bidan bilang, kenalan dan ngobrol-ngobrolnya minggu depan aja ya, saya ada janjian lagi dan kalau mau ikut yang jam 07.00 juga boleh ko, dan dia buru-buru keluar. Mmm saya langsung kurang sreg. Jadi nama Ibu Bidan pun saya tahu di meja reseptionis ketika saya bayar.
Saya belum mencoba lagi sih untuk kelas jam 07.00 nya, mending saya browsing tempat yang mungkin lebih ok.

Tips : Jadi kalau sudah daftar, langsung masuk aja ke ruangan, jangan tunggu di panggil.


Senam Hamil di RSIA Kemang Medical Care (KMC)

Kelas di KMC juga di bagi 2 sesi, namun bukan berdasarkan usia kehamilan, tapi lebih kepada preference Bumil aja.
Sesi 1. Jam 09.00 – 12.00 à biaya Rp. 100.000, pakai materi presentasi dulu. Materi berhubungan dengan kehamilan.
Sesi 2. jam 14.00 – 16.00 à biaya Rp. 75.000, tanpa pakai materi.

Kalau baca dari review Blog Bumil, katanya sih kalau pagi itu harus daftar dari jam 7 pagi, tapi kalau yang siang tidak begitu ramai. Kebetulan saya pagi ada acara dan saya coba ikut kelas siang.
Untuk daftar nya langsung saja ke Lt. 5, dan tidak harus pasien KMC.

Kebetulan saya sebelumnya abis ada acara, jadi sampai di KMC jam 1 siang, tanya ke reseptionis, lalu langsung ke lantai 5. Saya langsung daftar dan menunggu jam 2. Di lantai itu juga ada musola jadi saya solat lohor di situ juga.

Jam 13.55, ibu bidan sudah duduk di depan ruang kelas. Jadi saya langsung kesitu untuk cek tensi dan lapor diri. Alhamdulillah tensi saya normal 110/70.  Lalu saya di suruh masuk oleh ibu Bidan untuk cari matras. Tidak lama kemudian masuk lah beberapa Bumil lainnya, ada beberapa Bumil yang membawa suaminya. Di KMC memang para suami bisa masuk dan menunggu di dalam.
Senam baru dimulai jam 14.30, dipandu oleh Ibu Bidan Ayu dan selesai sekitar jam 15.40. Sebenarnya materi yang diajarin sama dengan yang di Klinik Dokter Achmad, namun penjelasan lebih detail dan pengulangan setiap gerakan juga lebih banyak. Dan disini langsung diajarin pernapasan. Khusus untuk yang kurang dari W32 tidak boleh dipraktekan jadi karena saya sudah 34 minggu jadi boleh langsung dipraktekan.

Kalau dari over all, saya puas untuk senam disini. Kalau orang yang suka olah raga dan suka senam, sepertinya ikut sekali saja senam nya, lalu bisa mengulangi dirumah. Nanti saya ulas gerakan-gerakan apa saja yang diajarkan ya…

Sunday, July 21, 2013

Dokter Kandungan & Rumah Sakit Review

Saat mereview pertama kali ini, umur kandungan saya masih 7 bulan sih, jadi nanti review ini akan saya update terus hingga lahiran nanti. 

Setelah test pack saya mulai mikir mau ke dokter kandungan mana nih. Awal nya ingin dokter perempuan, jadi saya tanya-tanya ama teman-teman saya yang lagi hamil. Referensi awal dari teman saya untuk ke Dokter Diah Kartika Sari SPOG di Kemang Medical Care. Namun saya ganti dokter pada usia kandungan 3 bulan. 

Dr. Diah Kartika Sari SPOG

Berdasarkan informasi dari teman saya, dokter ini tidak pernah periksa dalam, karena saya malas untuk periksa dalam dan beliau juga sangat pronormal dan IMD juga. Saya 2x ke dokter Diah ini. Ketika umur kandungan 5 minggu dan 11 minggu di RS KMC. 

Kalau dari jadwal praktek RS dia mulai jam 8.00 tapi kenyataan nya selalu jam 9 lewat. Pertama kunjungan dia telat karena macet, yang kedua telat karena lagi menolong ibu melahirkan. 
Dokter berkerudung yang kira-kira berumur mid 40 tahunan ini, sangat baik, informatif dan komunikatif juga. 

Waktu pertama cek, alhamdulillah kantung hamil saya langsung terlihat dengan USG luar, karena beliau bilang kalau tidak kelihatan baru USG transvaginal. 

Beliau juga tidak suka kasih banyak vitamin dan obat-obatan, saya hanya di kasih Folavit saja untuk di makan 1x sehari.  Waktu itu saya tunjukan suplemen prenatal, yang saya beli di Century, karena di rekomendasikan teman untuk makan vit prenatal. Dan beliau bilang, ini nanti saja ya bu diminumnya, di trisemester terakhir, belum perlu sekarang. 

Lalu beliau juga menjelaskan jenis-jenis makanan yang boleh dan dianjurkan untuk dimakan. Beliau menjelaskan makan 3x sehari lengkap (karbo & protein) dan variatif serta banyak buah. Tidak perlu hingga porsi 2 orang, namun di sela-sela makan di selingi dengan snack ringan atau buah. 

Sebenarnya saya disuruh kontrol 4 minggu, namun saya merasa tidak terlalu banyak keluhan berarti kecuali mabok, sehingga menurut saya 6 minggu pun tak apa. 

Lalu pada kunjungan ke2, saya hanya diresepkan vitamin Prenatin DF (Rp. 100.080/30tab) dan Cal-95 Tab (138.600/30tab). Prenatin DF ini multivitamin yang ada Fe nya, untuk antisipasi anemia.  Beliau juga aktif tanya ke saya, bilang mau tanya apa lagi pak/bu. 

Kemang Mediacal Care (KMC)

Ini khusus RS Ibu dan Anak, lokasi di jalan ampera dan tempatnya hommy sekali. Saya selalu datang pagi sehingga dapat antrian 1 atau 2. 
Untuk cek kehamilan harga nya :
pertama :
- Adm dan Buku 25rb
- Konsul Obgyn 300rb
- USG 2D 115rb 
total : 440rb

kedua :

- Konsul Obgyn 300rb
- USG 2D 115rb
Total 415rb

---

Dr. Achmad Mediana SPOG

Lalu sekitar akhir Mei, saya mengikuti talkshow mengenai Hypnobirth di acara Compassion Festival di MOI Kelapa Gading. Salah satu pembicaranya adalah Dr. Achmad Mediana SPOG. Saya sangat terkesan sekali dengan penjelasan beliau disana, dan prinsip-prinsip yang beliau anut. 

Beliau menjelaskan pada prinsipnya kenapa banyak Ibu-ibu yang takut melahirkan, karena mereka tidak siap akan kehamilan itu sendiri. Jadi sebaiknya kesiapan mental menjadi Ibu itu sudah dimiliki ketika akan memprogram kehamilan, sehingga sepanjang kehamilan hingga melahirkan mental ibu juga siap. Kesiapan ini juga harus di iringi dengan ke ikhlasan kepada Allah SWT, manusia hanya berencana namun tetap Allah SWT yang berkehendak, sehingga ibu hamil harus tetap ikhlas dengan apapun yang terjadi setelah melahirkan. 
Inti dari gentlebirth dan hypnobirthing menurut beliau adalah kesiapan mental dan keikhlasan, insya Allah bisa melahirkan dengan gentlebirth dan hpnobirthing. Karena pasti ibu itu melakukan affirmasi/berdoa yang dia inginkan berulang-ulang. Selain itu juga harus di ikuti oleh olahraga agar otot-otot pinggul juga terbentuk memudahkan jalan kehamilan (ikhtiar). 
Lalu beliau juga menjelaskan jaman sekarang ini dokter juga harus bisa melakukan pendekatan dari view pasien, bukan lagi dari view dokter. Beliau ini juga punya RUMAH KAIT (Keluarga Akrab Iman dan Taqwa) di Ciawi, kegiatan sosial beliau. 
Sehingga saya memutuskan untuk cek dengan dokter ini untuk kunjugan saya selanjutnya. 

Dari hasil search beliau ini terkenal dengan kesabaran untuk menunggu pasien lahir normal dan juga pro IMD.
Jadwal praktek beliau ada di RS Gandaria, RS Asri dan Praktek Pribadi nya di Kemang Timur 23. Saya telpon ke Praktek Pribadinya mau daftar, ternyata harus antri 2 minggu sebelumnya, dan waktu terdekat juga 2 minggu lagi. WHAT.... lalu saya daftar ke RS Asri di Duren Tiga, dia hanya praktek disitu hari selasa pagi dan jumat siang saja, namun antrian lebih manusiawi alias tidak antri. 
Pertama cek dengan beliau sesuai dengan ekspektasi, beliau komunikatif sekali dan karena kandungan saya sudah 18 minggu jadi USG sudah detail.
Saya hanya diberi vitamin Folavit dan Calplex dan suruh kontrol 6 minggu lagi. Wah sesuai dengan prinsip saya yang kontrol kandungan tidak harus sebulan sekali dan beliau juga tidak banyak kasih supplemen tambahan. 
Dokter achmad ini juga bisa di SMS dan telp ke HP nya, saya coba sekali SMS karena ada keluhan sedikit dan beliau langsung balas.

Karena tahu antri lama, saya langsung daftar untuk kontrol 6 minggu lagi di praktek pribadinya, karena saya ingin coba disana untuk hari sabtu, karena suami saya sudah pindah kantor dan agak sulit untuk ijin pagi kontrol dokter. Sudah daftar sebulan sebelumnya aja, masih dapat giliran siang jam 1, karena pagi dipakai kontrol yang ikutan senam hamil. 

Kontrol di tempat praktek pribadinya memang enak, beliau lebih komunikatif, karena alat USG yang dipakai lebih canggih. Kita dikasih lihat 4D pada akhir USG nya. Pertamanya saya tidak tahu kalau itu 4D karena dia pencet tombol dan langsung imagenya berubah menjadi berwarna kuning sehingga janin terlihat kontur nya dan bergerak aktif. 

Beliau juga menyarankan saya untuk ikut puasa ramadhan karena janin saya relatif besar, sehingga baik untuk diet juga dan sebaiknya tidak perjalanan jauh dihari lebaran. Dan jadwal cek berikutnya juga 6 minggu lagi. 

Saya tanya suami, setelah 2 dokter ini, kita mau kedokter mana untuk hingga lahiran nanti, dan alhamdulillah suami OK dengan dokter achmad. 

RS ASRI Duren Tiga

Ini adalah rumah sakit umum yang termasuk baru di kawasan Duren Tiga. Kita pilih disini karena deket juga dari apartemen. Rumah sakit ini juga nyaman, tidak kalah nyaman dengan KMC. 

Kalau dilihat dari harga lebih mahal sedikit jatuhnya dari KMC untuk kontrolnya. Berikut detailnya :
- Adm Pasien Baru 35rb --> Adm Pasien lama 30rb (ini harus bayar terus perkunjugan, kalau di KMC tidak ada)
- Konsul Dokter Spesialis C 200rb
- USG 2D Print 250rb --> kalau tidak print 200rb
Total 485rb 

Untuk biaya melahirkan saya lihat sih, tidak terlalu berbeda dengan KMC (sama-sama mahal hehehe..)
Disini ada fasilitas waterbirt tapi katanyanya sih kolamnya lagi rusak.

Praktek Pribadi Dr Achmad Mediana SPOG - Jl. Kemang Timur no. 23

Bentuk praktek rumahan, karena ini memang properti pribadi milik Dr. Achmad Mediana. Disini beliau juga punya senam aquatik ibu hamil, senam hamil, klinik laktasi, lab sederhana dan playgroud. Namun tidak melayani persalinan. Harusnya dia buat RB aja ya :)
Ini juga dekat sekali dengan kantor saya hehehe..
Dari segi kenyamanan, cukup nyaman juga karena ibu hamil dikasih bubur kacang ijo. Dan alat USG nya sudah 4D, jadi kita dikasih lihat juga gimana 4D nya pada akhir USG. 

Kalau dari biaya :
- Adm 50rb (ini ada terus setiap datang)
- Kontrol & USG 350rb
Total : 400 rb (beda tipis ya dengan KMC tapi kalau KMC mesin USG 2D aja).

Kebetulan saya cek lab untuk DL (Rp 55rb) dan GDS (Rp. 19.500)

Untuk senam hamil biayanya Rp. 75rb. 
Ketika pulang, saya sudah langsung daftar untuk jadwal kontrol berikutnya dan juga senam hamil.