Thursday, July 18, 2013

Morning Sickness a.k.a Mabok

Pertama-tama saya senang karena saya tidak mabok, namun setelah memasuki minggu 6-7 (2 minggu setelah cek dokter), fase mual menyerang. Setiap hari muntah pagi, siang dan malam. Namun syukur alhamdulillah saya muntah jika mau makan, jadi setelah muntah saya masih bisa makan, walaupun nafsu makan sudah hilang juga sih, tapi ya harus dipaksa makan juga.

Masa mabok ini hingga minggu ke 16. Jadi bisa dibayangkan 10 minggu yang sangat memabokan dalam arti sebenar-benarnya. Saya sangat tidak menyangka proses kehamilan begitu sulit. Ditambah lagi, saya kan hanya tinggal berdua dengan suami di apartemen, lalu saat itu kerjaan suami saya lagi high load banget, jadi pulang kantor selalu midnight. Setiap pulang kantor saya sudah tidak kuat mampir beli makan, karena saya harus cepat sampai apartemen untuk muntah (mual sudah sepanjang perjalanan pulang). Hampir tiap malam nangis ga kuat dengan muntah-muntah sendiri. Rasanya waktu itu sedih banget dan lemes banget. Ingin rasanya saya untuk tinggal dirumah mama saya saja, karena setidaknya makan malam saya cukup terjamin. Lalu saya coba beberapa hari saja, karena saya tidak kuat dengan jauhnya perjalanan dari rumah mama ke kantor saya. 

Sekitar 3 minggu saya naik taxi dari apt ke kantor (minggu 7 - minggu 10), setelah itu saya kadang masih bisa bawa mobil, tapi kalau lemas dan mabok sekali ya naik taxi aja. 
Saya tidak kuat dengan bau mobil saya, bau hair tonic suami saya, bau dapur kantor, bau minyak kayu putih yang di pakai di WC oleh suami saya. Lainnya sih oke aja. Saya juga tidak minum obat-obatan anti muntah, semua saya tahan aja. Sempat sekali saya minum Ondavel yang saya minta dari teman saya yang lagi hamil juga di kantor.

Alhamdulillah, saya masih kuat ke kantor, saya hanya 2 hari tidak masuk kantor karena lemes banget tidak bisa ke kantor, walaupun saya selalu muntah-muntah di kantor. Terlepas dari itu semua...saya bersyukur masa-masa itu sudah lewat, dan hanya sampai 4 bulan saja. Setelah itu energy kembali seperti awal dan bisa menjalankan aktivitas normal. Jadi bersyukurlah para waninta yang hamilnya tanpa mabok dan mual.

Dari pengalaman mabok itu, berikut tips yang mungkin bisa membantu :
1. Siapkan permen, andalan saya adalah permen jahe sunny ville golden ginger, walaupun setelah 2 kaleng tidak mempan lagi sih hehe..), lalu permen pedas (ini titip ama teman belinya)
setiap rasa mual mulai menyerang, buru-buru deh makan permen...

2. Jangan biarkan perut kosong karena kalau kosong akan sakit muntahnya, at least ada air putih yang di muntahkan. 

3. Kurangi makan pedas, karena kalau muntah rasanya perih banget dileher walaupun dengan bersamaan makan pedas juga bisa menambah selera makan yang membuat tidak mual. (bingung ya hehehe..)

Alhamdulillah...saya hamil

Memasuki tahun baru 2013 ini, kami (saya dan suami), mulai memikirkan untuk resolusi punya anak. Mengingat umur kita yang sudah tidak muda lagi juga, sepertinya tidak boleh di tunda untuk punya anak. Bulan Januari 2013 ini memasuki 6 bulan pernikahan kami. Usaha untuk punya anak belum terlalu banyak dilakukan, kecuali hitung masa subur dan berdoa. Hitung masa subur antara pengetahuan saya dan pengetahuan suami juga berbeda, sehingga selalu selisih hari. hahahaha...

Bulan Februari, saya dan suami sudah sepakat, jika belum hamil dalam waktu dekat akan segera cek ke dokter. Saya juga sudah tanya dengan teman saya di kantor yang sudah berhasil hamil dan sudah melalui proses cek up di RS Sammarie dengan Dokter Jacob. Tapi saya maunya kalau cek up pun ke dokter perempuan, jadi saya udah mulai mau cari dokter perempuan. 

Seharusnya bulan februari itu saya dapat menstruasi tanggal 12-13 Februari, dengan siklus sekitar 29-30 hari yang mana sebelumnya saya menstruasi tanggal 14 Januari 2013, tapi sudah tanggal 14 Februari ko belum mens juga ya, firasat saya menyatakan saya hamil. Deg-degan berat, ingin segera tes pack. Pulang kantor saya langsung mampir ke apotek untuk beli test pack, beli 2 buah, yang murah Rp. 6000 (unbranded) dan juga yang aga mahalan dikit Rp. 15.000 (brand sensitive). Penasaran banget, sampai apartemen saya langsung tes dong, padahal kan baiknya tes kehamilan itu pagi hari. Hasilnya, 2 strip samar-samar sekali. Ragu tapi feeling saya menyatakan saya hamil. Saat itu sekitar jam 7.30 pm dan saya langsung telpon suami saya untuk memberi kabar bahagia. Suami saya langsung berucap syukur alhamdulillah dan bilang akan langsung pulang. Sampai di apartemen suami bilang suruh coba lagi besok pagi buat lebih yakin lagi. Pagi harinya saya langsung coba lagi dan hasilnya juga masih strip 2 samar. Kami berdua rasanya ingin langsung ke dokter kandungan, namun kami bersabar nunggu hingga minggu depannya. Kami rencanakan tanggal 20 Feb baru ke dokter kandungan untuk cek. 

Hasil tes pak
 
Setelah saya tanya informasi ke teman saya yang sedang hamil juga, dia cek ke KMC (Kemang Medical Care) di Jalan Ampera oleh Dokter Dyah SPOG, karena saya juga mencari dokter perempuan *saat itu. Kami kesana pagi hari setelah apointment dan dapat antrian no. 2. 
Pertama cek up yang dicek adalah kantung hamil. Dari USG external saya sudah terlihat kantung hamil nya, jadi tidak perlu USG dalam. Usia kandungan 5minggu, ukuran kantung 8mm. Alhamdulillah...saya hamil.  Semoga kehamilan ini diberi kelancaran dan janin bisa berkembang dengan sehat dan sempurna. Aamiin.

USG pertama 20/2/13

Note :
Seminggu itu saya refleksi diri, subhanallah, sepertinya memang kekuatan doa lah yang bekerja. Pada tgl 24 Januari, kami berdua mendatangi kajian dari Syeh Ali Jabber di mesjid BI. Beliau mendatangkan keluarga dari Mesir dimana sekeluarga itu hafidz al quran beserta ke3 anaknya yang masih kecil-kecil. Di situ kami berdoa agar di beri keturunan seperti Zaeenah, anak perempuan yang cantik dan hapal al quran. Saya sangat yakin kehamilan saya adalah doa ijabah atas doa kami di mesjid BI.

Para Hafidz Cilik dengan Syekh Ali Jabber





Monday, July 01, 2013

Trip ke Pulau Tidung

Perjalanan ini sebenernya udah lama (Nov 2012), namun saya masih ingin berbagi tentang perjalanan ini. 
Waktu itu saya sudah sakau ingin ke pantai, ingin sekali berenang di pantai. Tapi mengingat dengan limited budget, jadi mikir lah mau ke mana ya enaknya. Belitung, Lombok? mmm jauh dan kurang persiapan kayanya kurang sreg dan malah bisa jadi trip mahal. Cari-cari informasi jadi kami (saya memaksa suami) untuk ke P. Tidung. Suami saya sih ikut saja, karena ini salah satu weekend gateaway sebelum saya masuk ke kantor baru. 

Saya cari info di website dan dapatlah Pak Munawar (085810335502) untuk travel ke P. Tidung. Jadi kalau ke Pulau Tidung ini agak sulit pergi sendiri karena nanti susah dapat penginapan nya juga. Karena kita cuma berdua jadi jatuh per orangnya Rp. 850rb untuk 3 hari 2 malam all in. Kalau lebih banyak bisa lebih murah, karena mereka membagi tempat penginapan sebanyak orang yang pergi. Rata-rata 1 rumah bisa muat hingga 8 orang. Sesuai dengan rencana kita berangkat hari jumat dan pulang hari minggu.

Hari 1 - 16 Nov 2012
Hari jumat itu kita janjian dengan orang nya Pak Munawar SPBU Pelabuhan Muara Angke. Saya yang belum pernah ke muara angke agak terkesima juga dengan keadaan disana. Ternyata SPBU ini adalah tempat pertemuan para turis dengan guide nya. Jadi banyak sekali orang di sini. Untung kita segera bertemu dengan orangnya Pak Munawar, sehingga kita segera di bawa ke dalam pelabuhan untuk naik ke kapal. Masuk ke dalam pelabuhan ini buueeceek banget dan bau. 
Jalan menuju darmaga di Muara Angke - Lorong becek
Lalu untuk ke kapal pun harus melewati kapal-kapal lain. Kita naik kapal yang masih kosong. Kita naik di sebelah atas, tapi kita tidak bisa berdiri dalam kapal ini, jadi harus nunduk dan merangkak. Aga strees juga sih naik kapal seperti itu. Kita sebelum berangkat tadi minum antimo, karena saya dan suami termasuk mabok laut. Jadi pas sampai kapal rasanya ngantuk sekali. Saat itu masih jam 6.30 pagi dan kapal baru jalan sekitar jam 8.00. Tapi dari naik kapal, hingga sampai di P. Tidung kita tidur terus. Enak sih tapi ngantuk antimo membuat kita seperti orang ke sirep. 
Sampai di P. Tidung sekitar jam 10 pagi. Ternyata rombongan dan kapal yang menuju P. Tidung itu banyak sekali. Begitu sampai kita langsung di bawa ke penginapan. Penginapan ini rumah ada AC nya, dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi serta 1 TV. Kapasitas untuk 8 orang. Jadi di rumah yang lumayan besar itu hanya di isi oleh kami berdua saja. Mungkin karena dekat laut (amis) sehingga banyak sekali lalat di kamar tersebut. Saya minta obat semprot serangga, sehingga lumayan lah untuk mengurangi lalatnya. 
Hari ini kita tidak kemana-mana, lebih banyak di penginapan saja dan sore untuk berkeliling pulau dengan bersepeda. 

Penginapan dari depan
Kami bersepeda dari ujung ke ujung. Dari ujung jembatan cinta (timur) hingga ke tanjong barat. Dengan menggunakan sepeda pulau ini bisa di kelilingi hanya 1 jam saja. kecil sekali ya. Namun hari itu mendung, sehingga kami tidak bisa melihat sun set di bagian barat pulau tersebut. Kami belum berenang, karena rencananya besok seharian mau berenang dan snorkling. Secara pemandangan juga P. Tidung ini juga tidak terlalu indah. Tidak ada spot yang membuat saya terkesima.
 
Menuju Area Jembatan Cinta


Di Gate Jembatan Cinta


Di  Tanjong Barat - pantai nya jelek juga


Sore itu, area jembatan cinta ruaamai sekali, menurut kami sangat tidak nyaman. Kami juga bertanya di area mana pantai yang bisa di renangi, ternyata hanya pantai di area tersebut saja. Di area tersebut juga ada water sport seperti banana boat dan kanoe. 

Untuk makan kami sudah disiapkan di penginapan, sehingga kami tidak perlu membeli-beli lagi. Tapi menunya standar ya, Nasi putih, lauk (ikan atau ayam), sayur.

Hari ke 2 - 17 Nov 2012
Kami berangkat sekitar jam 8 pagi, setelah sarapan pagi. Kami menuju perahu yang akan membawa kami snorkling. Perahu itu untuk kami berdua saja beserta guidenya. Guide nya ini membawa camera underwater untuk memotret kami dalam air. 
Pertama-tama kami ke Pulau tetangga (lupa euy namanya), pulaunya lebih kecil dan berpenduduk juga. tapi bukan tempat wisata. Kami makan bakso di situ. Lalu kami melanjutkan perjalanan untuk snorkling. Tempat snorkling nya lumayan enak dan masih sepi, karena biasanya orang datang ke P. Tidung ini hanya sehari. Jadi kalau sehari itu begitu sampai P. Tidung mereka langsung snorkling dan sore main air di area jembatan cinta.  Kondisi laut lumayan bening dan bisa lihat aneka ikan-ikan dan terumbu karang. Di laut masih ada sampah juga sih, namun tidak banyak. Tapi kalau dibandingkan sama Belitung, ya jauh sekali sih hehehe... 
Kami snorkling cukup lama, sampai guide nya bilang kalau masih mau lanjut, kita harus pindah kapal. Namun saya dan suami tidak mau kalau harus di gabung, karena pasti tidak flexbel sesuai keinginan kami. Jadi kami cukupkan snorkling di tengah laut dan minta di antar ke area jembatan cinta saja untuk berenang di area tsb saja. 


Snorkling




Lalu kami main-main di area tersebut. Kami mencoba loncat juga dari jembatan cinta yang fenomenal itu :)
Terjun dari ketinggian sekitar 3 m, rasanya seperti tersedot, mana pas jatuh pantat saya duluan, alhasil pantat saya rasa sakit sekali. Saya hanya mencoba 1x saja hehehe...Langsung membayangkan bagaimana si Felix yang terjun dari luar angkasa itu ya. 






Setelah itu kami main banana boat dan kanoe. Rasanya sekitar 40rb untuk 2 water sport per orang. Menurut saya harga watersportnya masih masuk akal di bandingkan di Bali hehehe..



Puas main banana boat dan kanoe kami jalan kaki menuju penginapan kami. Selain itu area Jembatan cinta sudah semakin ramai. Jalan kaki sekitar 30 menit lah sambil menikmati suasana P. Tidung yang lumayan teduh juga. 
Suasana di P. Tidung

Sampai penginapan kami bersih-bersih dan duduk-duduk di depan penginapan saja. Rencana mau keliling pulau lagi malas juga karena pemandangan nya juga tidak terlalu indah. Akhirnya kami leyeh-leyeh saja. 
Pemandangan dari penginapan
Katanya sih malam mau di kasih makan malam seafood. Kami sudah senang saja. Tapi ternyata seafood bakar seadanya heheheh... menurut kami kurang istimewa lah. (saya tidak foto karena gelap-gelapan). 



Dan kami langung bilang ke guide kami, bahwa kami mau pulang ke jakarta dengan kapal pertama. 

Hari ke 3 - 18 Nov 2012
Kami sudah siap dari jam 7 pagi, karena jam 7.30 kami sudah harus ke darmaga, agar bisa mendapat posisi di kapal yang enak. Pagi itu hujan sehingga lumayan juga jalan kaki 15 menit hujan-hujanan (pake payung sih hehehe..).   Berdasarkan pengalaman kami tidak mau lagi minum antimo karena bisa tidur seharian lagi hehehe...
Suasana Darmaga P. Tidung


Begitu sampai darmaga, kami sudah langsung naik ke kapal dan mencari posisi nyaman. Karena hujan jadi dalam kapal pun basah, tapi kami pasrah saja lah. Karena kami ingin segera sampai di jakarta saja. 

Nah ini loh suasana dalam kapal nya
Ini pas mau turun kapal, susah ya hehehe...

Di perjalanan juga hujan, namun menjelang masuk jakarta tidak hujan lagi. Kami sampai jakarta sekitar jam 10 pagi. Tapi di daerah muara angke tsb susah sekali mencari taxi, sehingga kami putuskan untuk naik angkot dulu baru nanti cegat taxi di jalan saja. Ketika kami di angkot hujan turun deras sekali, dan kami di turunkan di pangkalan taxi blue bird Pluit Mall, alhamdulillah walaupun sedikit kehujanan tapi kita sudah di jakarta. (walaupun P. Tidung juga jakarta sih..)

Dari perjalanan kali ini kami simpulkan tidak perlu di ulang lagi ke kep seribu baik P. Tidung, P. Pramuka atau Pulau lainnya karena kami tidak tahan dengan Muara Angke dan Kapalnya. Selain itu jika mencari laut, lebih baik langsung ke Bali, Belitung, Lombok atau lainnya. Btw, saya belum pernah ke Lombok sih tapi suami saya yang sudah pernah hehehe.. 

Kalau harus kasih bintang atas liburan kali ini, kayanya saya kasih bintang 2.5 aja ya,  mau kasih bintang 1 ga tega juga hehehe.. not really recommended place to visit for couple, mungkin kalau rame-rame masih tertolong dengan kebersamaannya. Beda dengan Belitung yang sepertinya masih pengen di ulang kesananya.

Wednesday, February 13, 2013

5Mile Road Race Alam Sutra

16 December 2012
5 Mile = 8 Km 
Time : 1.04.52 
link timing http://www.run.web.id/race/timing.html

Berdasarkan pengalaman di mandiri race dulu, sekarang di setiap pos foto begaya dulu dong.. alhasil lumayan banyak deh fotonya. :)





Sunday, November 11, 2012

Allianz Jakarta Heart Run

Ada 2 big race yang di selenggarakan pada tanggal 4 Nov 2012 ini. Bimbang mau ikut yang mana. Ada Allianz Jakarta Heart Run dengan rute monas sudirman dan ada Standart Chartered Half Marathon Indonesia di BSD. Dua-dua nya sangat menarik. Tapi setelah di timbang-timbang ikut Allianz aja karena semua biaya pendaftaran Rp. 100.000 di sumbangkan untuk Yayasan Jantung Indonesia. Jadi hitung-hitung lari sambil beramal. Walaupun di SCHMI itu pakai chip bib trus dapat medali juga. 

Pendaftaran lari ini memang sudah canggih, pendaftaran sudah via website. Untuk allianz ini malah mereka punya virtual running competition via Endomondo. Saya sudah download di BB saya tapi masih gaptek jadi ga bisa mengoperasikannya. :p

Kali ini kita tidak kesiangan, dateng ke monas tepat jam 6.10 pagi, yang katanya akan start jam 6.20. Tapi ternyata start nya yang kesiangan, jam 6.45 baru mulai. Speech nya lama banget, padahal udah di sorakin ama peserta untuk mulai. Secara overall sudah baik meng organize acara nya, water station nya banyak setiap 2.5 km tapi sayang tidak ada KM sign nya, jadi nebak-nebak aja nih udah di KM berapa (sempat inget waktu lari Milo Jakarta 10K). Dan karena mulainya kesiangan jadi lari nya panas-panasan deh, yang mana sore hari nya saya langsung sakit. :(

Waktu saya turun 3 menit. Jadi waktu lari nya 1jam 23menit. Well, butuh latihan lagi kayanya. Mungkin ga ya 10K saya kurang dari 1 jam hehehe...

10K Finisher


Monday, November 05, 2012

Sepatu Lari

Hore dapat sepatu baru... tepatnya minta beliin sepatu lari baru sih hehehe... Hadiah dari suami tercinta. 
Atas rekomendasi dia, saya disuruh beli merek Brooks. Dia sudah pake merek itu duluan. Ternyata emang enak banget :). Dari display saya pilih gyserin 10, keluaran terbaru dan warna nya pun cewe banget... 

Sepatuku

kalau lihat di FB nya brooks bilangnya gini "A luxurious ride from heel to toe, your feet will feel like a million bucks. "

Gambar dari FB Brooks Singapore


Setelah di search, brooks ini memang spesialisasi di lari, shoes and apparel for running. Tapi sayang di  Indonesia baru masuk sepatunya aja.

Friday, November 02, 2012

Run 4 Nation by Mandiri

Ini adalah race ke 3 kita, tapi race pertama setelah menikah. Untuk pertama kali nya serasa pelari profesional karena panitia menyiapkan bib nya dengan chip yang nanti nya setelah lomba kita bisa lihat waktu lari kita di website. Dengan bayar hanya Rp. 50 ribu rupiah. 

bib


Acara lari ini adalah salah satu rangkaian acara HUT Bank Mandiri ke 14. Jadi setelah acara lari masih banyak rangkaian acara lainnya. Untuk acara lari ini Bank Mandiri akan menyumbangkan Rp. 100ribu untuk setiap km kita lari. Jadi kalau lari 10Km sama dengan nyumbang Rp. 1juta. 

siap-siap start

Rute JCC - Sudirman - Kolong Landmark - Puter Dukuh Bawah - Masuk Sudiman lagi - Patung Api - Balik ke JCC. Dengan check poin di dukuh bawah landmark dan di dekap patung api. Water station nya juga banyak. 

Kalau dari website waktu lari saya meningkat lagi 1 jam 20 menit. Wow.. peningkatan banget nih.. Makin semangat lari. Btw, kita ketemu dengan Melani Putri dan waktu lari dia 54 menit bow..

Foto bareng dengan Melani 

10K finisher
Kita di parkir timur ini sampai siang karena jingkrak-jingkrak nonton konser Kotak dan Nidji dulu :p dan keliling-keliling stand juga cari makan dan minum murah. Menurut saya acara Bank Mandiri ini keren banget... Kita bayar Rp. 50 ribu tapi di kasih e-toll dengan isi Rp. 50ribu buat beli-beli di stand makan dan minuman. Mana harga nya 50% lebih murah dari normal nya. Trus mereka siapin foto box juga. Dan foto lari kita di upload di website juga. Terima kasih Bank Mandiri. 

Suasana Acara HUT Mandiri
Nonton konser nidji dulu

Foto dari Panitia


Sidang Tilang

Hari ini adalah jadwal sidang tilang saya. Jadilah tadi pagi berangkat pagi dari apartemen menuju rumah ibu saya untuk parkir mobil. Saya memang rencana mau naik angkot aja, karena males cari parkir nya. Setelah sarapan di rumah saya langsung berangkat ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang terletak di sentra primer dekat dengan kantor Wali Kota Jakarta Timur. 

PN Jakarta Timur


Saya sampai di lokasi jam 09.15. Di bagian depan sudah banyak parkir motor dan orang yang nongkrong-nongkrong. Ga tau siapa mereka tapi sepertinya sih calo. Lalu saya langsung masuk aja. Untuk sidang tilang ini di bagian kanan gedung. Ada ibu-ibu yang bareng dengan saya juga mau sidang untuk anaknya. Setelah di tanya-tanya jadi berikut step nya :

1. Masukan surat tilang yang warna merah tersebut ke loket. Lalu di loket ini nanti kita di beri nomor. Anehnya nomor tidak urut. Saya dapat no. 655 tapi ibu-ibu yang bareng saya itu no. 514.

Loket pertama, di depannya tulisan tutup
Nomor antrian pakai kertas bekas
2. Menunggu di depan ruang sidang sebelahnya untuk dipanggil. Berhubung tidak urut jadi kita harus dengar baik-baik deh nomor kita. Jangan sampai terlewat. Dia akan panggil sekitar 10 orang per panggilan. Lucunya banyak sekali yang menunggu di luar, tapi tidak ada speaker di luar. Di dalam memang ada ruang tunggu tapi penuh banget. Alhasil orang berdesakan di depan pintu masuk. 

Suasana di luar ruang sidang, sambil dengar nomor antrian
Suasana ruang tunggu di dalam ruangan (ini baru salah satu sisi loh)

3. Setelah di panggil kita akan berhadapan dengan hakim yang menentukan besar denda nya. Untuk motor rata-rata Rp. 60ribu dan mobil Rp. 70ribu. Proses dari taruh tiket sampai di panggil kira-kira 60-70 menit. 

Antri ketemu hakim nya


4. Lalu kita masuk lagi ke ruang sebelahnya, menunggu lagi nama kita di panggil lagi untuk bayar denda nya di tambah Rp. 500 untuk uang sidang. Tips bawa uang pas ya, tidak ada kembalian. 

Antri bayar denda
5. Kita tunggu sekitar 5-10 menit untuk di panggil bayar. Setelah bayar dapat deh barang sitaan kita. Kalau saya SIM A. Total saya di PN Jak Tim ini sekitar 1jam 15 menit. 

Dari pengalaman nunggu tadi saya sempat ngobrol-ngobrol dengan sesama antrian. Yang jadi pertanyaan dan bisa menjadi perbaikan adalah :

1. Kenapa ya nomornya ga urut? sehingga membingungkan. Padalah jika sistem nya di ganti jadi sistem antrian dengan nomor urut. Tidak perlu ganti sistem dan biaya lagi. Hanya pas di loket pertama di kasih nomor urut pasti akan lebih nyaman. Antri tidak perlu bejubel di depan pintu, dan kita bisa estimasi kapan kita di panggil. Kalau ini sama sekali tidak tahu kapan kita akan di panggil.
2. Kenapa tidak di taruh speaker tambahan di luar, jadi orang ga perlu berjubel di depan pintu untuk dengar nomornya dia.
3. Kenapa manggil nya angka satuan bukan nomor sesungguhnya misal : 655 di sebut enam lima lima bukan enam ratus lima puluh lima. Karena ini jadi rancu dengar nya dengan nomor selajutnya. Misal nomor selanjutnya 546 maka akan di panggil enam lima lima, lima empat enam. Kalau kedengaran jeda dia manggil kalau tidak kan bingung banget. 

Ada input lain dari orang misalnya pake layar antrian, dll, tapi itu semua kan butuh biaya besar. yang tidak ada biaya ya tadi sistem antrian yang jelas aja. Sepertinya itu akan menjadi PR untuk PN Jak Tim. 

Katanya juga sistem sidang ini antara wilayah juga berbeda. Tadi ada info kalau di PN Jak Ut kita cari sendiri nama kita di papan pengumuman. 

Satu hal lainnya sepertinya ruangan itu perlu AC atau setidak nya kipas angin, kasihan sekali petugas-petugasnya. Kalau kita cuma 1.5 jam di situ, kalau mereka kan seharian dan setiap hari di situ kepanasan. Di dalam ruangan itu ya dengan orang sebegitu banyak tidak ada AC atau kipas angin loh, kebayang kan sumpek nya kaya apa. 

Thursday, November 01, 2012

Jakarta Milo 10 K

Setelah 10K pertama dulu bulan April 2012 (baca disini), saya dan uda nul jadi keranjingan ikut race lari.  Race ke2 kita adalah Jakarta-Milo 10K yang di ada in tgl 20 Mei 2012, yang mana seminggu menjelang lamaran . :p 
Sebenernya saya udah ga daftar alias telat daftar, tapi Uda Nul punya temen di Milo, katanya suruh ambil baju dan nomor dada (bib) aja di monas. Dia kasih nomor telp EO nya. Jadilah malam minggu kita ke monas untuk ambil nomor dada. Akhirnya ngerasain juga pacaran malam mingguan ke monas hehehe...
Monas suppperr ruame banget deh malam minggu. 

Monas waktu malam mingguan


Awalnya cuma uda nul aja yang mau lari, di mobil saya bilang, kalau saya bisa dapat kaos dan bib akan ikut lari deh. Secara saya juga ga siapin fisik buat lari 10K. Ternyata dan ternyata pas kita tanya ke mas panitia untuk minta 2 baju, langsung dikasih. Alhasil harus ikut lari juga deh saya. 

Kali ini si uda minta jemput pagi nya. Jadi saya ke belanak dulu. Kita parkir di MNC tower dan jalan kaki ke monas dan ternyata pas kita masuk area monas, udah mulai lari. jadi lah kita langsung lari aja. Kini pesertanya buuuannyak banget. Jalanan penuh banget. Suasananya beda banget ama waktu lari ama BII dulu. Banyak juga pelari yang pake kostum aneh-aneh. Ternyata mereka itu adalah anggota Indorunners. Selain itu juga banyak anak sekolah yang ikut lari, mereka datang rombongan pakai metro mini carteran. 

Begaya setelah finished
Rute lari monas - thamrin - sudirman - semanggi putar balik ke monas lagi.  Waktu lari saya meningkat disini yaitu 1 jam 30 menit. yeah.. I am Happy with it. 


10K finisher


Upss di tilang deh

Rabu minggu lalu tanggal 24 Oktober 2012 saya ijin dateng siang ama bos untuk ke Bank dan pulang kasih fotocopy KTP ke rumah. Tadinya mikir mau hari Kamis nya tapi berhubung bos saya juga hari itu tidak ke kantor jadi lah saya putuskan hari rabu itu saja.

Sampai di jalan I Gusti Ngurahrai pertigaan kebon singkong arah pondok kopi, saya menerobos lampu merah. Emang sih di pertigaan itu saya biasa menerobos lampu merah itu, karena sepi banget dan menurut saya ga fungsi banget lampu di situ. Well, tapi pagi itu berbeda.. tiba-tiba di depan tepat di kolong jembatan ompol udah nungguin saya. Dia mencegat saya di tengah jalan gitu deh... dan saya liat sekeliling juga banyak motor-motor juga di berentiin. Saya menepi dan buka jendela.

Ompol langsung bilang, "ibu menerobos lampu merah, boleh lihat SIM dan STNK nya?"
Saya : " oh ya pak, saya buru-buru mau ke pulang ke orang tua dan ga liat lampu nya pak" sambil saya kasih SIM dan STNK
Ompol : "Ibu bisa sidang hari jumat tgl 2 Nov jam kerja dari jam 8 pagi di pengadilan negeri jakarta timur dekat walikota?"
Saya : "mmm harus sidang ya pak?saya minta maaf aja deh.. "
Ompol : "iya harus sidang"
Saya : "katanya bisa bayar denda via bank aja ya?" sambil berharap di maafkan dan di lepas aja dan ga ada niatan untuk nyogok sedikit pun
Ompol : "ibu kalau bayar ke bank itu bayar denda maximal 500ribu"
Saya : "Kok mahal banget?"
Ompol : " Iya, inih nih" sambil nunjukin buku list denda --> di situ tertera emang sih untuk bayar ke bank bayar denda maximal untuk kesalahan melanggar rambu lalu lintas Rp. 500 ribu.
Saya : "Ohh.. ya udah saya sidang aja deh" sambil mikir well tgl 2 nov gw udah ga kerja, dan pengadilan juga deket rumah
Saya : "Nanti yang ditahan apa pak?"
Ompol : "SIM aja nanti STNK di kembalikan"
Ompol nulis surat tilang nya deh sambil gw ajak ngobrol terus minta maaf
Ompol : "Sebagai sesama manusia saya maafkan deh"
trus gw di minta tanda tangan di surat tilang
trus gw bilang : "pak ini beneran saya ga bisa titip uang sidang aja?"
Ompol : "ga bisa bu, nanti saya di kira ambil duit tilang lagi, udah tanda tangan aja." sambil nunjukin kolom yang harus gw tanda tangan.

Dengan muka memelas ok deh pak
mungkin ompol jadi kasihan, dia bilang deh " kalau ibu ga bisa dateng sidang, bisa di wakilkan oleh orang lain juga, tinggal kasih aja slip merah itu, hari jumat jam kerja ya bu"
Saya : "iya pak"

sambil ngebatin ya itung-itung pengalaman di sidang tilang hehehe...
Jadi ini lah slip tilangnya
Surat tilang bagian depan

Surat tilang bagian belakang

Menjelang hari sidang :

Saya browsing  tentang tilang ini abis banyak orang bilang kenapa ga minta tiket yang warna biru aja mengakui kesalahan? yang kaya banyak di email atau bbm itu loh...

penasaran dong...

Jadi ya ternyata yang di email2 itu tidak 100% benar, yang bener :
1. Slip tilang ada beberapa rangkap, untuk terdakwa bisa pilih yang merah (halaman pertama) atau yang biru (halaman copy), lalu warna kuning pertama untuk polisi dan warna kuning kedua untuk pengadilan.
2. Emang kalau mau bayar ke bank di kasih slip yang biru itu, tapi HARUS transfer ke bank denda maximal sebagai jaminan sebelum keputusan hakim denda kita berapa. (karena polisi tidak bisa jadi hakim yang menentukan denda kita berapa) dan barang sitaan SIM atau STNK bisa langsung di ambil dengan menunjukan bukti transfer tadi.
3. Kalau udah keluar keputusan hakim berapa dan uang yang kita transfer kelebihan harus ambil uangnya juga ke pengadilan negeri - so akan bolak balik kan.. kecuali iklas bayar mahal hehehe..
4. Slip merah itu bukan tidak mengakui kesalahan, tapi untuk orang yang mau ke pengadilan untuk sidang.
5. Kalau kata blog-blog lain sih ga rumit dan se ribet yang di bayangkan, tapi tetap harus sabar antri. Dan juga banyak calo di sana.

well, kita lihat besok ya... nanti akan saya jabarkan pengalaman di sidang tilang dan berapa bayar dendanya.

Tapi dari semua nya mari kita jadi warga negara yang baik ANTI SUAP ke aparat pemerintahaan ya...